This capture reports no playable media for video 7695969069761137941; the public metadata below is still indexed.
Video stats
Public counts from the last refresh.
- Views
- 2,245
- Likes
- 22
- Comments
- 0
- Shares
- 5
- Saves
- 3
- Engagement
- 1.2%
- Duration
- 0s
- Posted
- Oct 13, 2026
Video insights
@isi.sumaterautara's TikTok video "MEDAN – Mahasiswa di Medan, Asri, SH, meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menelaah dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disebut berkaitan dengan aktivitas Wilmar Group di Sumatera Utara. Ia meminta agar setiap indikasi yang memiliki dasar bukti ditelusuri secara profesional sesuai ketentuan hukum. Selain itu, Asri meminta Kejati Sumut dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Sumatera Utara memberikan penjelasan mengenai status permohonan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Milano dan permohonan pembaruan HGU PT Daya Labuhan Indah. Berdasarkan dokumen tahun 2024 yang menjadi sorotannya, permohonan HGU PT Perkebunan Milano mencakup tiga bidang tanah dengan total luas 3.350,58 hektare di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu. Dokumen Kanwil BPN Sumatera Utara tertanggal 3 Juli 2024, bernomor 164/UND-300.HP.01.01/VII/2024, memuat undangan pemeriksaan, penelitian, peninjauan lapangan, serta sidang Panitia Pemeriksaan Tanah B terkait permohonan tersebut. Sementara itu, permohonan pembaruan HGU PT Daya Labuhan Indah tercatat dalam surat Nomor 022/DLI/EXT/VI/2024 tertanggal 7 Juni 2024. Permohonan yang diajukan oleh Lihardo Sipayung qq. PT Daya Labuhan Indah tersebut mencakup lahan seluas 4.390,3000 hektare di Desa Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Asri meminta BPN Sumut menjelaskan perkembangan kedua permohonan tersebut, termasuk hasil pemeriksaan, status administrasi, dan keputusan resmi yang telah diterbitkan apabila ada. “Kami meminta BPN Sumut membuka informasi mengenai status permohonan HGU dan pembaruannya. Kepastian hukum atas lahan perkebunan harus didasarkan pada dokumen resmi dan penjelasan instansi yang berwenang,” ujar Asri. Minta Dugaan TPPU Ditelusuri Asri juga meminta Kejati Sumut menelaah informasi mengenai dugaan TPPU yang disebut berkaitan dengan Wilmar Group di Sumatera Utara. Menurutnya, apabila terdapat laporan, transaksi, atau dokumen yang mengindikasikan tindak pidana, aparat penegak hukum perlu melakukan verifikasi dan penelusuran sesuai kewenangannya. Ia menegaskan bahwa penelusuran tersebut harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk apabila diperlukan pemeriksaan terhadap aliran dana, kepemilikan aset, dan transaksi yang relevan dengan dugaan perkara. “Kami meminta Kejati Sumut menelaah informasi dan bukti yang tersedia. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya. Asri menekankan bahwa permintaan pemeriksaan bukanlah kesimpulan bahwa Wilmar Group ataupun pihak tertentu telah melakukan TPPU. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat berwenang. Minta Penjelasan Lihardo Sipayung Terkait permohonan pembaruan HGU PT Daya Labuhan Indah, Asri juga berharap Lihardo Sipayung dan pihak perusahaan memberikan penjelasan mengenai perkembangan permohonan yang tercatat dalam dokumen tahun 2024 tersebut. Hingga rilis ini disusun, tanggapan Lihardo Sipayung dan status terkini permohonan pembaruan HGU itu belum diperoleh dalam bahan informasi yang menjadi dasar rilis ini. Asri kembali menegaskan bahwa surat permohonan maupun undangan pemeriksaan tidak serta-merta membuktikan bahwa HGU telah diterbitkan, pembaruan telah disetujui, ataupun terjadi pelanggaran hukum. Ia berharap Kejati Sumut dan BPN Sumut memberikan respons sesuai kewenangan masing-masing agar persoalan tersebut memperoleh kejelasan berdasarkan fakta dan dokumen resmi." has 2,245 views, 22 likes, 0 comments, 5 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 1.2% (likes, comments and shares over views). It was posted over two weeks ago and runs 0 seconds. It has been saved 3 times.
Data as of Oct 16, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.
- Followers
- 45,630
- Following
- 19
- Likes
- 2,920,560
- Videos
- 1,704
Recent Videos
1.8Kviews14likes0comments8 days ago@isi.sumaterautara 57.5Kviews2.9Klikes52comments8 days ago@isi.sumaterautara 2.2Kviews31likes1comments8 days ago@isi.sumaterautara 1.1Kviews27likes2comments8 days ago@isi.sumaterautara 5.7Kviews171likes4comments8 days ago@isi.sumaterautara 14.8Kviews181likes4comments9 days ago@isi.sumaterautara 12.3Kviews217likes26comments9 days ago@isi.sumaterautara 2.1Kviews50likes1comments10 days ago@isi.sumaterautara 4.8Kviews68likes3comments11 days ago@isi.sumaterautara 1.9Kviews20likes1comments11 days ago@isi.sumaterautara 45.1Kviews880likes80comments12 days ago@isi.sumaterautara 10.3Kviews80likes7comments12 days ago@isi.sumaterautara
Frequently asked questions
- How many views does this TikTok video have?
- The capture indexed here reports 2,245 views, 22 likes and 0 comments.
- Who posted this TikTok video?
- It was posted by @isi.sumaterautara, who is linked from this page.
- What is this TikTok video's engagement rate?
- Across the captured metrics the engagement rate is 1.2% (likes + comments + shares over views).
- When was this TikTok video posted?
- It was posted on 2026-10-13, over two weeks ago.