Skip to content
TikMonkey

This capture reports no playable media for video 7671107339180723473; the public metadata below is still indexed.

๐™๐™š๐™ง๐™ฃ๐™–๐™ฉ๐™š๐™๐™–๐™ง๐™ž๐™ž๐™ฃ๐™ž โ€“ Rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan pinjaman daerah sebeโ€ฆ โ€” @talucur_stenga.07

Posted Aug 7, 2026 (3 months ago)0s14,072 views

Video stats

Public counts from the last refresh.

Views
14,072
Likes
201
Comments
52
Shares
4
Saves
18
Engagement
1.83%
Duration
0s
Posted
Aug 7, 2026

Video insights

@talucur_stenga.07's TikTok video "๐™๐™š๐™ง๐™ฃ๐™–๐™ฉ๐™š๐™๐™–๐™ง๐™ž๐™ž๐™ฃ๐™ž โ€“ Rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun untuk membiayai pembangunan 11 ruas jalan dan jembatan menuai sorotan dari DPRD. Anggota DPRD Maluku Utara Fraksi Hanura, Sukri Ali, mempertanyakan tidak hanya pemerataan alokasi anggaran, tetapi juga kemampuan fiskal pemerintah dalam menanggung beban utang tersebut. Dalam rapat pembahasan anggaran, Sukri mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki sejumlah fungsi, di antaranya fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Menurutnya, rencana penggunaan dana pinjaman belum mencerminkan prinsip pemerataan karena sebagian besar anggaran disebut akan terkonsentrasi di satu daerah. Berdasarkan pemaparan yang diterimanya, pinjaman Rp1 triliun akan dicairkan dalam dua tahap, yakni sekitar Rp500 miliar pada 2027 dan Rp500 miliar pada 2028. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp470 miliar direncanakan untuk pembangunan fisik di Kabupaten Halmahera Selatan, belum termasuk biaya perencanaan dan pengawasan. โ€œIni saya sampaikan sebagai bahan koreksi bagi Banggar, TAPD, dan pemerintah daerah. Halmahera Selatan diperkirakan menerima sekitar Rp470 miliar untuk pekerjaan fisik, belum termasuk biaya perencanaan dan pengawasan,โ€ kata Sukri, Kamis 6 Agustus 2026. Ia menilai skema tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keadilan distribusi anggaran, sebab pembayaran pinjaman nantinya akan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Maluku Utara melalui penerimaan pajak daerah. โ€œKenapa distribusi anggaran hanya terpusat di Halmahera Selatan? Sementara masyarakat di seluruh kabupaten dan kota ikut menanggung pembayaran pinjaman melalui pajak,โ€ ujarnya. Selain distribusi anggaran, Sukri juga mempertanyakan skema jaminan yang akan digunakan pemerintah daerah untuk memperoleh pinjaman. Menurutnya, dana transfer dari pemerintah pusat tidak lagi dapat dijadikan jaminan karena telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Karena itu, ia meminta pemerintah menjelaskan secara rinci sumber jaminan pinjaman, apakah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau sumber pendapatan lain. Menurutnya, dokumen yang disampaikan kepada DPRD baru memuat tren pendapatan, tetapi belum menjelaskan kemampuan fiskal daerah dalam menjamin pinjaman tersebut. Ia mengingatkan agar kemampuan PAD tidak sepenuhnya diarahkan untuk membayar pinjaman infrastruktur sehingga mengurangi ruang fiskal bagi sektor pelayanan dasar. โ€œJangan sampai seluruh kemampuan PAD diarahkan untuk membiayai jalan dan jembatan, sementara sektor pendidikan, kesehatan, kelautan, perikanan, dan kebutuhan belanja daerah lainnya justru terabaikan,โ€ tegasnya. Sukri juga menyoroti besarnya kewajiban keuangan yang masih dimiliki pemerintah daerah. Berdasarkan perhitungannya, total utang daerah saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Jika pinjaman baru sebesar Rp1 triliun disetujui, maka total kewajiban pemerintah diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,3 triliun. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan kemampuan daerah dalam memenuhi seluruh kewajiban tersebut, termasuk penyelesaian utang kepada pihak ketiga yang hingga kini belum tuntas. โ€œKalau total utang menjadi Rp2,3 triliun, apa jaminannya? Utang kepada pihak ketiga masih belum lunas, termasuk kewajiban lainnya yang nilainya juga cukup besar. Ini perlu dijelaskan agar kami dapat mempertimbangkan usulan tersebut secara objektif,โ€ katanya. Ia menegaskan, DPRD membutuhkan penjelasan yang komprehensif mengenai pemerataan distribusi anggaran, skema jaminan pinjaman, serta kapasitas fiskal pemerintah daerah sebelum memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman tersebut." has 14,072 views, 201 likes, 52 comments, 4 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 1.83% (likes, comments and shares over views). It was posted 3 months ago and runs 0 seconds. It has been saved 18 times.

Data as of Oct 24, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.

๐™๐˜ผ๐™‡๐™๐˜พ๐™๐™_๐™Ž๐™๐™€๐™‰๐™‚๐˜ผ๐Ÿ‘ป

@talucur_stenga.07

๐™„๐™‰๐™๐™Š ๐™ˆ๐˜ผ๐™‡๐™๐™†๐™ ๐™๐™๐˜ผ๐™๐˜ผ

View profile
Followers
21,049
Following
3,619
Likes
591,497
Videos
1,789

Recent Videos

MORE FROM @TALUCUR_STENGA.07

Frequently asked questions

How many views does this TikTok video have?
The capture indexed here reports 14,072 views, 201 likes and 52 comments.
Who posted this TikTok video?
It was posted by @talucur_stenga.07, who is linked from this page.
What is this TikTok video's engagement rate?
Across the captured metrics the engagement rate is 1.83% (likes + comments + shares over views).
When was this TikTok video posted?
It was posted on 2026-08-07, 3 months ago.