Skip to content
TikMonkey

Download MP4Downloader

Pak Nasution saat ditanyai (wawancara dengan RCTI pada tahun 90an Konteks Wawancara Pak N… — @karematullah

Posted Oct 23, 2026 (8 days ago)48s22,916 views

Video stats

Public counts from the last refresh.

Views
22,916
Likes
1,170
Comments
22
Shares
21
Saves
180
Engagement
5.29%
Duration
48s
Posted
Oct 23, 2026

Video insights

@karematullah's TikTok video "Pak Nasution saat ditanyai (wawancara dengan RCTI pada tahun 90an Konteks Wawancara Pak Nas di Seputar Indonesia (RCTI) Kritik Konstitusional: Pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an, Pak Nas yang sempat masuk ke dalam kelompok oposisi Petisi 50 kerap bersuara kritis terhadap jalannya pemerintahan Orde Baru. Namun, memasuki tahun 1990-an, hubungan antara Nasution dan Presiden Soeharto mulai mencair. Puncaknya terjadi pada tahun 1997 ketika keduanya sama-sama dianugerahi pangkat kehormatan tertinggi, yaitu Jenderal Besar Bintang Lima. Pesan Utama: Dalam berbagai wawancaranya (termasuk yang ditayangkan media nasional saat itu), Pak Nas selalu menekankan pentingnya kembali ke UUD 1945 secara murni dan konsekuen, terutama mengenai kedaulatan rakyat dan hak-hak warga negara yang menurutnya belum sepenuhnya diimplementasikan. Saat diwawancarai oleh jurnalis senior RCTI (seperti Desi Anwar atau jurnalis Seputar Indonesia lainnya pada era itu), kondisi fisik Pak Nas sudah terlihat sangat sepuh. Nada bicaranya lambat dan terkadang suaranya terdengar bergetar khas lansia. Meskipun demikian, daya ingat beliau mengenai detail taktik perang gerilya, dinamika politik masa lalu, serta peristiwa kelam G30S/PKI masih sangat tajam dan runut. Mengingatkan "Kemurnian" Pancasila dan UUD 1945 Dalam beberapa potongan wawancara di masa-masa senjanya tersebut, Pak Nas konsisten menyampaikan pesan moral kepada generasi muda dan pemerintah. Beliau selalu menekankan pentingnya melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, sesuai dengan cita-cita awal berdirinya Orde Baru tahun 1966, tanpa diselewengkan demi kekuasaan. Kesaksian Emosional Mengenai Ade Irma Suryani Salah satu segmen yang paling mengharukan dalam wawancara televisi era 90-an adalah ketika beliau ditanya kembali mengenai malam jahanam 1 Oktober 1965. Publik melihat sisi humanis seorang Jenderal Besar yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan putri bungsunya, Ade Irma Suryani, yang menjadi tameng dan gugur akibat peluru pasukan Cakrabirawa. Wawancara di RCTI tersebut kini banyak diarsipkan secara digital oleh para pencinta sejarah di media sosial sebagai bukti sejarah sekaligus kenangan visual dari salah satu pemikir militer terbesar yang pernah dimiliki Indonesia sebelum beliau wafat pada 6 September 2000 #ahnasution #sejarah #jenderalnasution #fageforyou #fyp" has 22,916 views, 1,170 likes, 22 comments, 21 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 5.29% (likes, comments and shares over views). It was posted 8 days ago and runs 48 seconds. It has been saved 180 times.

Data as of Oct 25, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.

kariem

@karematullah

Tiada yang abadi, ini akun kedua @allahtempatkembalikita @user76649386707@Soehartolovers

View profile
Followers
117,991
Following
3,271
Likes
4,417,555
Videos
3,078

Recent Videos

MORE FROM @KAREMATULLAH

Hashtags in this video

Links stay inside this index.

Frequently asked questions

How many views does this TikTok video have?
The capture indexed here reports 22,916 views, 1,170 likes and 22 comments.
Who posted this TikTok video?
It was posted by @karematullah, who is linked from this page.
What is this TikTok video's engagement rate?
Across the captured metrics the engagement rate is 5.29% (likes + comments + shares over views).
When was this TikTok video posted?
It was posted on 2026-10-23, 8 days ago.
What hashtags are used in this video?
The capture links 2 hashtags, starting with #fyp.
How long is this TikTok video?
The captured clip runs 48 seconds.