Video stats
Public counts from the last refresh.
- Views
- 4,011
- Likes
- 74
- Comments
- 4
- Shares
- 4
- Saves
- 8
- Engagement
- 2.04%
- Duration
- 160s
- Posted
- Oct 24, 2026
Video insights
@sulawesipos's TikTok video "HAJI ISAM PENYEBAB ANCAMAN MSCI? ITU SPEKULASI LIAR SULAWESIPOS - Founder dan CEO Astronacci International, Dr Gema Goeyardi, menilai akuisisi 30,25 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad banyak dibumbui oleh spekulasi liar yang tidak berdasar. Di antara spekulasi liar itu adalah akuisisi tersebut menjadi penyebab munculnya ancaman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan men-downgrade status pasar modal Indonesia ke level terendah atau standalone market. "Nggak ada bukti bahwa transaksi saham tersebut yang membuat MSCI membuat pernyataan akan men-downgrade pasar modal Indonesia. Kalau ada buktinya, coba perlihatkan," kata Gema Goeryadi dalam video podcast yang diunggah Rabu (21/10/2026). Gema menilai transaksi tersebut merupakan aksi korporasi yang tidak bisa otomatis dijadikan penyebab evaluasi pasar modal Indonesia. Gema meminta pelaku pasar membedakan fakta, dugaan, dan spekulasi sebelum menarik hubungan antara transaksi BYAN dan langkah MSCI. Ia menyebut ketiadaan dokumen atau pernyataan resmi sebagai alasan publik perlu menahan kesimpulan bahwa akuisisi tersebut menjadi pemicu reklasifikasi. “Pertanyaan saya sederhana, siapa yang menyatakan MSCI akan melakukan downgrade karena urusan akuisisi BYAN? Apakah ada pernyataan atau dokumen resminya?” ujar Gema. Menurut Gema, akuisisi saham BYAN harus ditempatkan sebagai transaksi merger and acquisition (M&A), sedangkan penilaian MSCI menyangkut kualitas, keterbukaan, dan aksesibilitas pasar modal suatu negara. “Transaksi M&A adalah ranah bisnis murni. Apakah transaksi bisnis tersebut serta-merta membuat MSCI menilai pasar modal Indonesia bermasalah? Tentu tidak bisa disimpulkan demikian tanpa ada metodologi resmi yang terkonfirmasi,” kata Gema. Ia juga mengingatkan penyebaran narasi tanpa dokumen dapat memengaruhi psikologi investor, terutama investor ritel yang mengambil keputusan hanya berdasarkan judul atau potongan informasi di media sosial. MSCI Soroti Masalah Pasar, Bukan Menyebut Satu Transaksi MSCI pada 15 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi atas usulan reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Dalam keterangan yang dikutip sejumlah laporan, MSCI menyoroti kekhawatiran investor mengenai struktur kepemilikan yang tidak transparan, konsentrasi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta penegakan aturan yang dinilai belum memadai. Keterangan tersebut tidak menyebut akuisisi BYAN atau nama Haji Isam sebagai penyebab usulan reklasifikasi. MSCI menyatakan pasar Indonesia belum menunjukkan bukti perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan dalam keterbukaan serta fungsi pasar. Pemerintah dan otoritas pasar modal Indonesia sebelumnya mengumumkan sejumlah pembenahan, termasuk penguatan keterbukaan pemegang saham dan peta jalan batas minimum free float 15 persen. Namun, MSCI menilai bukti pelaksanaan dan dampak perbaikan tersebut belum cukup konsisten. Konsultasi MSCI dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan final diperkirakan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Transaksi BYAN Bernilai Sekitar Rp26,1 Triliun PT Jhonlin Baratama, entitas yang dikaitkan dengan Haji Isam, mengalihkan 10.084.088.370 saham BYAN atau setara 30,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp2.588 per saham pada pertengahan Oktober 2026. Jika dikalikan dengan jumlah saham, nilai matematis transaksi mencapai Rp26.097.620.701.560 atau sekitar Rp26,1 triliun. Harga transaksi itu berada jauh di bawah harga BYAN di pasar reguler. Saham BYAN ditutup pada Rp11.100 pada 15 Oktober 2026, sementara Dato’ Low Tuck Kwong tercatat membeli saham BYAN di pasar reguler dengan harga Rp11.200 per saham pada 14 Oktober 2026.* #hajiisam #msci #standalone #gemagoeyardi" has 4,011 views, 74 likes, 4 comments, 4 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 2.04% (likes, comments and shares over views). It was posted 2 days ago and runs 2 minutes 40 seconds. It has been saved 8 times.
Data as of Oct 24, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.
- Followers
- 68,709
- Following
- 1
- Likes
- 2,462,113
- Videos
- 894
Recent Videos
23.1Kviews484likes14comments2 days ago@sulawesipos 3.8Kviews105likes3comments2 days ago@sulawesipos 2.2Kviews59likes1comments2 days ago@sulawesipos 5Kviews140likes5comments2 days ago@sulawesipos 3.6Kviews46likes2comments2 days ago@sulawesipos 24.8Kviews223likes5comments2 days ago@sulawesipos 13.4Kviews88likes8comments3 days ago@sulawesipos 93.5Kviews2.8Klikes68comments3 days ago@sulawesipos 44.1Kviews1.6Klikes37comments3 days ago@sulawesipos 9.3Kviews113likes6comments4 days ago@sulawesipos 19Kviews136likes3comments4 days ago@sulawesipos 25.7Kviews507likes19comments4 days ago@sulawesipos
Hashtags in this video
Links stay inside this index.
Frequently asked questions
- How many views does this TikTok video have?
- The capture indexed here reports 4,011 views, 74 likes and 4 comments.
- Who posted this TikTok video?
- It was posted by @sulawesipos, who is linked from this page.
- What is this TikTok video's engagement rate?
- Across the captured metrics the engagement rate is 2.04% (likes + comments + shares over views).
- When was this TikTok video posted?
- It was posted on 2026-10-24, 2 days ago.
- What hashtags are used in this video?
- The capture links 2 hashtags, starting with #gemagoeyardi.
- How long is this TikTok video?
- The captured clip runs 2 minutes 40 seconds.