Skip to content
TikMonkey

This capture reports no playable media for video 7699916231054216469; the public metadata below is still indexed.

Saya sebagai pendiri Sabahul Muhith menyatakan tanggung jawab penuh atas kebenaran catata… — @sabahulmuhith177

Posted Oct 23, 2026 (5 days ago)0s10,880 views

Video stats

Public counts from the last refresh.

Views
10,880
Likes
1,166
Comments
52
Shares
40
Saves
194
Engagement
11.56%
Duration
0s
Posted
Oct 23, 2026

Video insights

@sabahulmuhith177's TikTok video "Saya sebagai pendiri Sabahul Muhith menyatakan tanggung jawab penuh atas kebenaran catatan ini. Ini bukan ramalan, bukan prediksi, dan bukan pula doa. Ini adalah rekaman jejak memori yang saya peroleh pada tahun 2019, saat saya melihat dan mendengar langsung percakapan seorang pejabat tinggi negara yang memimpin salah satu partai besar di Indonesia. Saya tidak perlu menyebut namanya, karena siapa pun yang membaca ini akan memahami dengan jelas siapa yang dimaksud. Apa yang beliau ucapkan ini tercatat persis, tidak ada satu kata pun yang saya kurangi atau ubah maknanya. Beliau berkata: "Kita harus membangun Indonesia. Infrastrukturnya harus kita bangun. Gedung-gedung semakin mewah, semuanya mewah. Fasilitas negara ini mewah semua, termasuk IKN yang berdiri begitu megahnya. Badan keuangan pemerintah akan terus mengeluarkan modal untuk pembangunan. Kita tidak usah peduli apakah negara ini akan bangkrut atau tidak. Kita tidak usah peduli apakah akan terjadi pencurian di siang bolong menggunakan truk. Terjadi pembunuhan di tengah masyarakat. Rakyat berdemonstrasi dan merusak fasilitas umum yang telah dibuat pemerintah. Terjadi perang siber, perang keuangan, bisnis medis ilegal yang dilegalkan, penipuan ijazah, dan masalah-masalah lainnya. Kita tidak usah peduli akan hal-hal tersebut. Yang penting infrastruktur negara kita berkembang pesat, meningkat, dan terlihat stabil. Orang-orang yang memegang kendali ini tidak akan pernah benar-benar mendengarkan suara rakyat. Sekalipun kalian berdemonstrasi, itu tidak akan didengar. Kalian sedang dipimpin oleh orang-orang yang munafik. Dan apa yang saya sampaikan ini bukan sekadar pendapat, ini adalah apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka sedang membangun kawasan hunian yang nantinya akan dihuni oleh pebisnis dari luar negeri. Kawasan tersebut akan dikontrakkan dan bukan sekadar tempat tinggal biasa, melainkan pusat pertemuan dan kegiatan bisnis orang-orang asing di Indonesia. Di Indonesia sendiri, rakyat Indonesia tidak memiliki hak untuk menolak. Keuangan negara Indonesia tidak akan dipengaruhi oleh peran masyarakat dalam negeri sekalipun. Pengeluaran dan kebijakan negara tidak akan bergantung pada kemampuan atau kebutuhan rakyat domestik, apa pun yang terjadi." Inilah rekaman yang saya sampaikan kepada kalian semua sebagai peringatan. Apa yang tertulis di atas adalah ucapan beliau persis sebagaimana yang saya dengar dan saya catat. Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua. Sabahul Muhith 2019" has 10,880 views, 1,166 likes, 52 comments, 40 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 11.56% (likes, comments and shares over views). It was posted 5 days ago and runs 0 seconds. It has been saved 194 times.

Data as of Oct 24, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.

AZRUEL🇷🇺

@sabahulmuhith177

Nasab Balya bin Malkan.Akses1 +62878◇999◇55◇330 Amplifier Metatron 1970|Owner ORX.ORC177, Foundmentalist I'jaz Qur'ani Null Infinity sabahulmuhithrri1970.com

View profile
Followers
74,469
Following
3,333
Likes
4,575,320
Videos
5,765

Recent Videos

MORE FROM @SABAHULMUHITH177

Frequently asked questions

How many views does this TikTok video have?
The capture indexed here reports 10,880 views, 1,166 likes and 52 comments.
Who posted this TikTok video?
It was posted by @sabahulmuhith177, who is linked from this page.
What is this TikTok video's engagement rate?
Across the captured metrics the engagement rate is 11.56% (likes + comments + shares over views).
When was this TikTok video posted?
It was posted on 2026-10-23, 5 days ago.