Video stats
Public counts from the last refresh.
- Views
- 28,088
- Likes
- 263
- Comments
- 9
- Shares
- 46
- Saves
- 17
- Engagement
- 1.13%
- Duration
- 74s
- Posted
- Oct 21, 2026
Video insights
@riauaktual's TikTok video "PEKANBARU (RA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, telah mengecek sejumlah lokasi untuk menelusuri sumber aroma gas yang dikeluhkan warga melalui media sosial pada Selasa (20/10/2026) malam. Pengecekan dilakukan hingga Rabu (21/10/2026) petang, mulai dari sejumlah badan usaha hingga wilayah perbatasan yang dinilai berkaitan dengan keluhan masyarakat. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, DLHK belum menemukan kebocoran gas maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencari tahu asal aroma yang dikeluhkan warga tersebut. Sejumlah badan usaha yang telah diperiksa di antaranya PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, dan EMP Teluk Lembu. DLHK juga berkoordinasi dengan masyarakat serta perusahaan di wilayah Perawang untuk menelusuri kemungkinan sumber aroma tersebut. “Hasilnya tidak ada ditemukan kebocoran gas dan kebocoran IPAL,” kata Reza, Rabu (21/10/2026) malam. Selain mengecek sejumlah badan usaha, DLHK Pekanbaru juga mendatangi wilayah perbatasan yang dilaporkan warga. Koordinasi dilakukan dengan Kepala DLHK Kabupaten Kampar untuk memastikan ada atau tidaknya laporan serupa di wilayah tersebut. Reza menyebutkan, dari hasil koordinasi itu, belum ada laporan mengenai munculnya aroma gas atau limbah. Kondisi di wilayah Kerinci juga dilaporkan normal dan tidak ditemukan kebocoran. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala DLHK Kampar, tak ada laporan tentang munculnya aroma gas atau limbah. Begitu juga dengan di wilayah Kerinci, tak ada kebocoran, artinya normal seperti biasa,” terang Reza. Meski telah mengecek sejumlah lokasi, DLHK masih belum mengetahui secara pasti sumber aroma yang dikeluhkan warga. Reza pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera menyampaikan laporan apabila kembali mencium aroma serupa. Warga dapat melaporkan kejadian tersebut melalui kanal Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 atau media sosial resmi DLHK Kota Pekanbaru agar dapat ditindaklanjuti. “Kalau masih ada warga yang mencium aroma yang diakibatkan… . . Selengkapnya: www.riauaktual.com #riauaktual #video #viral #aroma #pekanbaru" has 28,088 views, 263 likes, 9 comments, 46 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 1.13% (likes, comments and shares over views). It was posted 7 days ago and runs 1 minute 14 seconds. It has been saved 17 times.
Data as of Oct 22, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.
- Followers
- 90,177
- Following
- 0
- Likes
- 2,377,761
- Videos
- 1,543
Recent Videos
3.2Kviews56likes1comments6 days ago@riauaktual 54Kviews742likes13comments6 days ago@riauaktual 163.7Kviews1.3Klikes38comments7 days ago@riauaktual 227.9Kviews5.2Klikes185comments8 days ago@riauaktual 6.5Kviews71likes6comments8 days ago@riauaktual 174.3Kviews5.7Klikes309comments8 days ago@riauaktual 95.1Kviews1.2Klikes18comments8 days ago@riauaktual 89.2Kviews566likes20comments9 days ago@riauaktual 120.7Kviews2.7Klikes85comments9 days ago@riauaktual 260.3Kviews5.2Klikes77comments10 days ago@riauaktual 106.1Kviews1.9Klikes78comments10 days ago@riauaktual 75.5Kviews1.2Klikes29comments12 days ago@riauaktual
Hashtags in this video
Links stay inside this index.
Frequently asked questions
- How many views does this TikTok video have?
- The capture indexed here reports 28,088 views, 263 likes and 9 comments.
- Who posted this TikTok video?
- It was posted by @riauaktual, who is linked from this page.
- What is this TikTok video's engagement rate?
- Across the captured metrics the engagement rate is 1.13% (likes + comments + shares over views).
- When was this TikTok video posted?
- It was posted on 2026-10-21, 7 days ago.
- What hashtags are used in this video?
- The capture links 3 hashtags, starting with #pekanbaru.
- How long is this TikTok video?
- The captured clip runs 1 minute 14 seconds.