Skip to content
TikMonkey

Download MP4Downloader

Kemarin kita sudah bicara soal ke mana uang dan pajak komoditas kita mengalir di Singapur… — @mmd.lutfi

Posted Oct 20, 2026 (6 days ago)155s517,560 views

Video stats

Public counts from the last refresh.

Views
517,560
Likes
51,465
Comments
2,157
Shares
4,437
Saves
4,975
Engagement
11.22%
Duration
155s
Posted
Oct 20, 2026

Video insights

@mmd.lutfi's TikTok video "Kemarin kita sudah bicara soal ke mana uang dan pajak komoditas kita mengalir di Singapura. Hari ini, kita harus bicara jujur soal siapa yang menguasai jutaan hektar lahannya di darat, dan mengapa saya tidak bisa diam ketika politisi Malaysia, Syed Saddiq, menyebut bangsa kita sebagai "outcast" (negara buangan). Saat sebagian politisi di negara tetangga menjadikan bencana kabut asap ini panggung politik untuk merendahkan 280 juta rakyat Indonesia, ada kenyataan pahit di lapangan yang sengaja mereka lupakan: saudara-saudara kita di Sumatera dan Kalimantan adalah korban pertama yang menghirup asap pekat tersebut, bahkan empat petugas pemadam kebakaran kita baru saja gugur mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan api. Sebagai mantan Ketua BKPM, Menteri Perdagangan, dan orang yang pernah duduk langsung di dewan direksi Sime Darby (kini SD Guthrie), saya tahu persis angka di balik industri ini. Grup perkebunan Malaysia menguasai hingga 3,4 juta hektar konsesi sawit di tanah Indonesia. Kita yang memberikan mereka izin usaha, tanah yang subur, hingga tax holiday saat mereka butuh ruang untuk bertahan dan mencari untung, sementara laba pengolahan hilirnya mereka bukukan di Kuala Lumpur dan Eropa. Jika ada perusahaan, baik milik Indonesia maupun Malaysia seperti yang baru saja disorot dalam laporan Greenpeace, yang terbukti membakar lahan, seret perusahaannya ke pengadilan. Polri sudah menangkap 223 tersangka, menindak 9 korporasi, dan membekukan 26 izin perusahaan. Kritis terhadap pemerintah sendiri adalah kewajiban kita sebagai warga negara. Tetapi membiarkan seluruh bangsa Indonesia dihina oleh pihak yang ikut menikmati hasil bumi kita? Itu soal harga diri bangsa. --- To my friends across ASEAN: Wildfire smoke is a tragedy, not a stage for cheap political theatre. While politicians in Kuala Lumpur call a nation of 280 million people an "outcast", 4 Indonesian firefighters just lost their lives battling these blazes, and nearly 280,000 Indonesians on the ground are breathing that smoke first. Malaysian plantation giants control up to 3.4 million hectares in Indonesia, financed by Malaysian banks, harvesting raw CPO on our soil, and booking downstream profits in Kuala Lumpur. Hold every rogue corporation accountable, whether Indonesian or Malaysian. But never insult an entire nation that gave your industries the land and licences to thrive. #SayaAkanJelaskan #Indonesia #Karhutla #Sawit" has 517,560 views, 51,465 likes, 2,157 comments, 4,437 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 11.22% (likes, comments and shares over views). It was posted 6 days ago and runs 2 minutes 35 seconds. It has been saved 4,975 times.

Data as of Oct 25, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.

Muhammad Lutfi

@mmd.lutfi

Impresario & eks Menteri Perdagangan di era SBY & Jokowi Saya Akan Jelaskan 🇮🇩

View profile
Followers
204,845
Following
3
Likes
6,134,086
Videos
51

Recent Videos

MORE FROM @MMD.LUTFI

Hashtags in this video

Links stay inside this index.

Frequently asked questions

How many views does this TikTok video have?
The capture indexed here reports 517,560 views, 51,465 likes and 2,157 comments.
Who posted this TikTok video?
It was posted by @mmd.lutfi, who is linked from this page.
What is this TikTok video's engagement rate?
Across the captured metrics the engagement rate is 11.22% (likes + comments + shares over views).
When was this TikTok video posted?
It was posted on 2026-10-20, 6 days ago.
What hashtags are used in this video?
The capture links 3 hashtags, starting with #indonesia.
How long is this TikTok video?
The captured clip runs 2 minutes 35 seconds.