Video stats
Public counts from the last refresh.
- Views
- 1,299
- Likes
- 28
- Comments
- 2
- Shares
- 0
- Saves
- 1
- Engagement
- 2.31%
- Duration
- 102s
- Posted
- Oct 18, 2026
Video insights
@tkp_medan's TikTok video "Perayaan Hari Ulos Nasional memeriahkan puncak Medan Fashion Culture Festival (MFCF) 2026 bertema Ulos in Innovation di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/26). Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan warisan budaya, tetapi juga langkah untuk mendorong produk fashion dan kriya lokal Kota Medan menembus pasar nasional hingga internasional. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan Ny. Airin Rico Waas menegaskan, pengembangan industri fashion berbasis budaya harus diikuti penguatan ekosistem usaha, peningkatan kualitas produk, pembinaan desainer, serta perluasan akses pasar agar karya pengrajin dan pelaku UMKM lokal semakin dikenal dunia. Rico Waas mengatakan, MFCF menjadi salah satu upaya mengembangkan potensi kriya Nusantara yang diproduksi para pengrajin, desainer, dan pelaku UMKM Kota Medan. Menurutnya, produk lokal memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi sehingga perlu diperkenalkan lebih luas, sekaligus menjadi sumber kebanggaan masyarakat. “Target kita adalah bagaimana mengembangkan kriya Nusantara yang diproduksi dari Kota Medan. Banyak desainer dan UMKM kita memiliki karya kreatif dengan nilai sejarah puluhan hingga ratusan tahun. Karya-karya bernilai tinggi ini perlu diketahui masyarakat luas agar mereka bangga, sekaligus membawa pesan ke kancah global bahwa produk berkualitas tinggi ini datang dari Indonesia,” ujar Rico Waas. Rico Waas menegaskan, perjuangan memajukan kebudayaan membutuhkan daya saing dan pembinaan menyeluruh. Pengembangan industri kriya tidak cukup hanya berfokus pada desainer dan penjahit, tetapi juga harus menyentuh pengrajin, penjual, strategi promosi, hingga upaya pewarisan budaya kepada generasi berikutnya. Untuk memperluas akses pasar, lanjut Rico Waas, Pemko Medan menyiapkan strategi pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk melalui pelatihan, serta kolaborasi dalam berbagai pameran di luar daerah. Pemanfaatan jejaring kerja sama sister city dengan sejumlah negara juga direncanakan menjadi salah satu jalur untuk memperkenalkan produk UMKM Medan ke pasar internasional. Bagi Rico Waas, pengembangan pasar harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya. Ia berharap masyarakat semakin terbiasa mengenakan Ulos dan produk tenun lokal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui desain busana modern yang tetap menghormati nilai tradisional. “Tak kenal maka tak sayang. Kalau kita sudah mengenal akar budaya dan sejarah Ulos, tentu kita akan semakin mencintainya,” ungkap Rico Waas Menurut Rico, Ulos memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Batak, mulai dari kelahiran, kebahagiaan, hingga pernikahan. Karena itu, pelestarian Ulos tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui penggunaan, pengembangan, dan pewarisan secara berkelanjutan. Rico Waas berharap MFCF 2026 memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Medan, sekaligus membuka jalan bagi tenun tradisional untuk semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan Ny. Airin Rico Waas mengatakan, MFCF 2026 dirancang dengan pendekatan berbeda melalui kolaborasi lintas daerah yang mempertemukan desainer, stylist, narasumber, dan pelaku industri kreatif dari Medan maupun Jakarta. Pertukaran pengalaman melalui talkshow dan peragaan busana diharapkan dapat memperluas wawasan desainer lokal, meningkatkan kualitas karya, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. “Melalui kolaborasi ini, para desainer dan pelaku industri kreatif di Medan dapat saling berbagi pengalaman dan memperoleh inspirasi baru. Visi kami dalam lima tahun ke depan adalah membawa ekosistem fashion Kota Medan tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga menembus panggung internasional,” tutur Airin." has 1,299 views, 28 likes, 2 comments, 0 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 2.31% (likes, comments and shares over views). It was posted 8 days ago and runs 1 minute 42 seconds. It has been saved 1 times.
Data as of Oct 25, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.
TKPMEDAN
@tkp_medan
BERITA KOTA MEDAN DAN SEKITARNYA INFO IKLAN DAN ENDORSE SERTA KERJASAMA DM AJA baca berita klik www.tkpmedan.co.id
- Followers
- 148,232
- Following
- 30
- Likes
- 5,911,462
- Videos
- 2,407
Recent Videos
2Kviews42likes0comments6 days ago@tkp_medan 23.6Kviews672likes61comments7 days ago@tkp_medan 6.6Kviews137likes5comments9 days ago@tkp_medan 2.5Kviews44likes6comments9 days ago@tkp_medan 4.9Kviews92likes2comments10 days ago@tkp_medan 13.8Kviews261likes6comments11 days ago@tkp_medan 6.7Kviews168likes8comments12 days ago@tkp_medan 2.8Kviews57likes0comments12 days ago@tkp_medan 11Kviews164likes6comments12 days ago@tkp_medan 20.6Kviews272likes2comments12 days ago@tkp_medan 2.1Kviews49likes0comments13 days ago@tkp_medan 2Kviews49likes0comments14 days ago@tkp_medan
Frequently asked questions
- How many views does this TikTok video have?
- The capture indexed here reports 1,299 views, 28 likes and 2 comments.
- Who posted this TikTok video?
- It was posted by @tkp_medan, who is linked from this page.
- What is this TikTok video's engagement rate?
- Across the captured metrics the engagement rate is 2.31% (likes + comments + shares over views).
- When was this TikTok video posted?
- It was posted on 2026-10-18, 8 days ago.
- How long is this TikTok video?
- The captured clip runs 1 minute 42 seconds.