Skip to content
TikMonkey

This capture reports no playable media for video 7695195197705030932; the public metadata below is still indexed.

Mari bedakan dua hal: ijazah dan kompetensi. Seseorang bisa berpendidikan tinggi, tetapi… — @alee.gresik

Posted Oct 11, 2026 (over two weeks ago)0s430 views

Video stats

Public counts from the last refresh.

Views
430
Likes
3
Comments
1
Shares
0
Saves
1
Engagement
0.93%
Duration
0s
Posted
Oct 11, 2026

Video insights

@alee.gresik's TikTok video "Mari bedakan dua hal: ijazah dan kompetensi. Seseorang bisa berpendidikan tinggi, tetapi belum tentu berkualitas. Sebaliknya, seseorang tanpa ijazah tinggi bisa membuktikan kemampuannya melalui karya dan prestasi. Jadi, persoalan Gibran bukan semata-mata soal ijazah. Pertanyaan besarnya adalah kompetensi, rekam jejak, dan legitimasi kekuasaannya. Bagaimana publik menilai kapasitasnya sebagai Wakil Presiden? Apa capaian konkret yang bisa diuji? Sejauh mana ia membuktikan bahwa jabatan itu diraih dan dijalankan berdasarkan meritokrasi, bukan privilese keluarga? Di sinilah persoalan nepotisme menjadi penting. Bukan karena seseorang merupakan anak presiden otomatis bersalah, melainkan karena perubahan aturan yang menguntungkan kerabat penguasa menimbulkan pertanyaan serius tentang konflik kepentingan dan kesetaraan di hadapan hukum. Pertanyaan hukumnya tegas: apakah proses yang melahirkan pencalonan Gibran telah memenuhi prinsip konstitusionalitas, imparsialitas, dan kepastian hukum? Dan jika semua prosedur dinyatakan sah, apakah itu otomatis membuktikan kompetensinya? Tentu tidak. Sebab, legalitas jabatan dan kualitas kepemimpinan adalah dua perkara berbeda. Rakyat tidak wajib mengagumi seorang pejabat hanya karena ia sah menjabat. Rakyat berhak menguji kinerja, mempertanyakan kebijakan, dan menuntut pertanggungjawaban. Jadi, berhentilah menjadikan polemik ijazah sebagai satu-satunya medan perdebatan. Jika Gibran memang berkualitas, tunjukkan buktinya melalui kinerja. Jika prosesnya sah, jelaskan dasar hukumnya. Jika ada dugaan pelanggaran, uji dengan bukti, bukan sekadar pembelaan politik. Karena dalam negara hukum, yang harus berdiri tegak bukan privilese keluarga, melainkan konstitusi dan prinsip kesetaraan. MNA Law Office — Opini Kritis & Kajian Edukatif. #KataKita #KajianHukum #Gibran #Nepotisme #Konstitusi" has 430 views, 3 likes, 1 comments, 0 shares in the public metrics captured by this index. That is an engagement rate of 0.93% (likes, comments and shares over views). It was posted over two weeks ago and runs 0 seconds. It has been saved 1 times.

Data as of Oct 12, 2026 (UTC), from the last public refresh captured by this index.

Mr. Lee

@alee.gresik

MNA LAW OFFICE ⚖️ Kantor Bisnis Hukum Mitra Strategis Anda

View profile
Followers
42,117
Following
29
Likes
1,070,020
Videos
4,244

Hashtags in this video

Links stay inside this index.

Frequently asked questions

How many views does this TikTok video have?
The capture indexed here reports 430 views, 3 likes and 1 comments.
Who posted this TikTok video?
It was posted by @alee.gresik, who is linked from this page.
What is this TikTok video's engagement rate?
Across the captured metrics the engagement rate is 0.93% (likes + comments + shares over views).
When was this TikTok video posted?
It was posted on 2026-10-11, over two weeks ago.
What hashtags are used in this video?
The capture links 1 hashtag, starting with #gibran.