Bản ghi này không có nội dung phát được cho video 7697935616255823156; siêu dữ liệu công khai bên dưới vẫn được lập chỉ mục.
Thống kê video
Số liệu công khai từ lần làm mới gần nhất.
- Lượt xem
- 13.637
- Lượt thích
- 137
- Bình luận
- 27
- Lượt chia sẻ
- 42
- Lượt lưu
- 8
- Tương tác
- 1,51%
- Thời lượng
- 0 giây
- Ngày đăng
- 18 thg 10, 2026
Phân tích video
Video TikTok “TERNATE, — Dugaan permintaan uang sebesar Rp1,5 juta per mobil terhadap pengguna jasa penyeberangan rute Ternate–Sofifi menjadi sorotan. Seorang sopir mengaku dimintai sejumlah uang saat kendaraannya hendak naik kapal di Pelabuhan Feri Bastiong, Kota Ternate, tanpa menerima kuitansi atau bukti pembayaran resmi. Pengakuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pungutan, kepastian tarif, serta prosedur pelayanan terhadap kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan. Terlebih, pembayaran yang disebut diminta tersebut diklaim tidak disertai dokumen resmi sebagai bukti transaksi, Sabtu 17/10/2026. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang disebut tidak diperbolehkan naik kapal, tetapi juga menyangkut kejelasan dasar hukum setiap pembayaran yang dibebankan kepada pengguna jasa. Apabila uang sebesar Rp1,5 juta tersebut merupakan tarif atau biaya resmi, pihak berwenang dinilai perlu menjelaskan dasar penetapannya, komponen biaya, mekanisme pembayaran, serta pihak yang berwenang menerima pembayaran tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, sopir mengungkapkan bahwa kendaraannya telah masuk dalam antrean dan tiket disebut sudah tersedia. Namun, ketika hendak menaikkan kendaraan ke kapal, ia mengaku didatangi dua orang yang disebutnya sebagai oknum petugas syahbandar. Menurut pengakuan sopir tersebut, dirinya kemudian diarahkan menuju kantor untuk membayar uang sebesar Rp1,5 juta. Ia juga menyebut terdapat dua mobil yang mengalami kejadian serupa. Sopir mengaku telah meminta kuitansi atau bukti pembayaran sebagai dasar pertanggungjawaban. Namun, menurut keterangannya, kuitansi tersebut tidak diberikan sehinga pihak oknum Ushabandar tersebut mepersulit kami dalam peyembragan ke sofifi. Sehinga Pada saat bersamaan, kendaraan miliknya disebut tidak diizinkan naik kapal dengan alasan bahwa muatan yang ada di mobil tersebut dihsuskan sehinga kami tidak diperbolehkan naik hinga kapal Feri suda berangkat kami menugu hinga besok hari baru kami bisa naik ucap Sopir dengan nada kesal, Alasan tersebut juga dinilai perlu mendapat penjelasan secara objektif. Pihak berwenang diharapkan dapat menerangkan apakah kendaraan telah melalui pemeriksaan atau pengukuran muatan, berapa batas muatan yang diperbolehkan, serta prosedur apa yang digunakan sebagai dasar untuk menolak kendaraan naik kapal. Sopir tersebut bersama sejumlah rekannya kemudian mengaku mendatangi kantor Syahbandar untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, mereka kembali dimintai uang sebesar Rp1,5 juta untuk setiap mobil. Pernyataan tersebut masih merupakan klaim dari pihak sopir dan perlu diverifikasi melalui pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak oknum ushabandar maupun instansi yang punya kewenangan. Syahbandar Diminta Buka Mekanisme Pungutan Pihak Syahbandar yang berwenang di Pelabuhan Ternate diminta memberikan penjelasan resmi terkait pengakuan tersebut. Publik perlu mengetahui apakah benar terdapat permintaan pembayaran sebesar Rp1,5 juta untuk setiap mobil, siapa pihak yang meminta pembayaran, atas dasar ketentuan apa uang tersebut diminta, serta ke mana pembayaran tersebut harus disetorkan walaupun belum terjadinya transaksi antara pihak sopir dan pihak oknum ushabandsr yang bertugas sebagai danpos pelabuhan feri. Jika memang merupakan tarif resmi, pengguna jasa semestinya mendapatkan informasi yang jelas mengenai besaran tarif dan mekanisme pembayarannya, termasuk bukti transaksi sesuai prosedur yang berlaku. Sebaliknya, apabila pembayaran tersebut tidak memiliki dasar atau dilakukan di luar mekanisme resmi, persoalan tersebut patut menjadi perhatian instansi pengawas dan aparat penegak hukum sesuai kewenangan masing-masing. Alasan Muatan husus Juga Perlu Diperjelas Selain dugaan permintaan uang, alasan kendaraan tidak diperbolehkan naik kapal karena disebut memiliki muatan husus juga perlu dibuktikan melalui mekanisme pemeriksaan yang jelas.” của @talucur_stenga.07 có 13.637 lượt xem, 137 lượt thích, 27 bình luận, 42 lượt chia sẻ trong số liệu công khai mà chỉ mục này ghi nhận. Tỷ lệ tương tác tương ứng là 1,51% (lượt thích, bình luận và chia sẻ trên lượt xem). Video được đăng hơn hai tuần trước và có thời lượng 0 giây. Video đã được lưu 8 lần.
Dữ liệu tính đến 24 thg 10, 2026 (UTC), từ lần làm mới công khai gần nhất mà chỉ mục này ghi nhận.
- Người theo dõi
- 21.049
- Đang theo dõi
- 3.619
- Lượt thích
- 591.497
- Video
- 1.789
Video gần đây
76lượt xem7lượt thích0bình luận15 ngày trước@talucur_stenga.07 1,2 Nlượt xem38lượt thích0bình luận17 ngày trước@talucur_stenga.07 843lượt xem10lượt thích0bình luận2 tháng trước@talucur_stenga.07 7,5 Nlượt xem142lượt thích34bình luận2 tháng trước@talucur_stenga.07 37,4 Nlượt xem1 Nlượt thích153bình luận5 tháng trước@talucur_stenga.07
Câu hỏi thường gặp
- Video TikTok này có bao nhiêu lượt xem?
- Bản ghi được lập chỉ mục ở đây cho thấy 13.637 lượt xem, 137 lượt thích và 27 bình luận.
- Ai đã đăng video TikTok này?
- Video được đăng bởi @talucur_stenga.07, có liên kết ngay trên trang này.
- Tỷ lệ tương tác của video TikTok này là bao nhiêu?
- Theo các số liệu đã ghi nhận, tỷ lệ tương tác là 1,51% (lượt thích + bình luận + chia sẻ trên lượt xem).
- Video TikTok này được đăng khi nào?
- Video được đăng vào 2026-10-18, hơn hai tuần trước.