Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7697918422956526864; metadata publik di bawah tetap diindeks.
Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 59.548
- Suka
- 547
- Komentar
- 120
- Dibagikan
- 440
- Disimpan
- 34
- Interaksi
- 1,86%
- Durasi
- 0 dtk
- Diposting
- 18 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @riauaktual “PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin (19/10/2026) besok. PTM dilakukan menyusul membaiknya kualitas udara di Kota Pekanbaru setelah beberapa waktu terakhir terdampak kabut asap. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan bahwa peserta didik tingkat SD dan SMP mulai melaksanakan PTM terbatas. Sementara untuk PAUD dan TK tetap menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/45/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru. “Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik,” kata Abdul Jamal, Minggu (18/10/2026). Ia menjelaskan dalam edaran tersebut, seluruh warga sekolah diwajibkan menggunakan masker selama kegiatan pembelajaran. Selain itu, aktivitas belajar dipusatkan di dalam ruang kelas, sedangkan kegiatan di luar ruangan harus dibatasi. Sekolah juga diminta melakukan pemantauan kesehatan harian terhadap murid untuk mengantisipasi dampak paparan polusi udara. Perhatian khusus diberikan kepada murid yang rentan terhadap gangguan kesehatan, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Apabila kondisi kesehatan murid terganggu, sekolah diperbolehkan memberikan kelonggaran agar murid tersebut mengikuti pembelajaran dari rumah setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Meski sebagian besar jenjang pendidikan kembali menerapkan PTM, kebijakan berbeda masih diberlakukan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Dalam surat edaran tersebut, pembelajaran untuk jenjang PAUD dan TK tetap dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pemko Pekanbaru juga mengimbau sekolah dan madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama serta kementerian atau lembaga lainnya agar menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara,kesehatan,dan keselamatan peserta didik. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru turut mengantisipasi kemungkinan kualitas udara kembali memburuk secara mendadak. Dalam kondisi tersebut, kepala sekolah dapat mengambil langkah pengamanan sesuai situasi di lapangan. "Langkah yang dapat dilakukan meliputi penghentian kegiatan di luar ruangan, pemulangan murid lebih awal, hingga pengalihan pembelajaran menjadi PJJ," terang Jamal. Namun, langkah tersebut harus dilakukan setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Penyesuaian ini mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan. Pihaknya berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara tatap muka seiring membaiknya kualitas udara, tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik. . . Selengkapnya: www.riauaktual.com #riauaktual #video #viral #asap #pekanbaru” memiliki 59.548 tayangan, 547 suka, 120 komentar, 440 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,86% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 34 kali.
Data per 22 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 90.177
- Mengikuti
- 0
- Suka
- 2.377.761
- Video
- 1.543
Video Terbaru
3,2 rbtayangan56suka1komentar14 hari yang lalu@riauaktual 54 rbtayangan742suka13komentar15 hari yang lalu@riauaktual 28,1 rbtayangan263suka9komentar15 hari yang lalu@riauaktual 163,7 rbtayangan1,3 rbsuka38komentar16 hari yang lalu@riauaktual 227,9 rbtayangan5,2 rbsuka185komentar16 hari yang lalu@riauaktual 6,5 rbtayangan71suka6komentar16 hari yang lalu@riauaktual 174,3 rbtayangan5,7 rbsuka309komentar16 hari yang lalu@riauaktual 95,1 rbtayangan1,2 rbsuka18komentar16 hari yang lalu@riauaktual 89,2 rbtayangan566suka20komentar17 hari yang lalu@riauaktual 120,7 rbtayangan2,7 rbsuka85komentar18 hari yang lalu@riauaktual 260,3 rbtayangan5,2 rbsuka77komentar18 hari yang lalu@riauaktual 106,1 rbtayangan1,9 rbsuka78komentar19 hari yang lalu@riauaktual
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 59.548 tayangan, 547 suka, dan 120 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @riauaktual, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,86% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-18, lebih dari dua minggu lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 4 hashtag, dimulai dari #asap.