Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 2.994.122
- Suka
- 49.481
- Komentar
- 1.040
- Dibagikan
- 964
- Disimpan
- 4.200
- Interaksi
- 1,72%
- Durasi
- 103 dtk
- Diposting
- 18 Jun 2026
Wawasan video
Video TikTok @riauaktual “PEKANBARU (RA) - Ustaz Abdul Somad menyampaikan pernyataan emosional saat memberikan kesaksian sebagai saksi meringankan (a de charge) bagi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/6/2026). Pada bagian akhir persidangan, UAS diminta menyampaikan pandangannya terkait apa yang dilihat, didengar, dan dialaminya selama mengikuti perkembangan perkara yang menjerat Abdul Wahid. Dalam keterangannya, UAS menegaskan bahwa dirinya belum melihat adanya bukti yang menunjukkan keterlibatan Abdul Wahid sebagaimana tuduhan yang disampaikan dalam perkara tersebut. "Dari yang saya ikuti, tidak ada satu pun saya melihat ada bukti. Dalam hadis nabi yang menjadi dasar hukum, al-bayyinatu 'ala al-mudda'i. Orang yang menuduh mesti mendatangkan bukti. Bila tidak ada bukti, maka orang yang tertuduh itu teraniaya, terzalimi," ujar UAS di hadapan majelis hakim. Ia kemudian mengingatkan tentang ajaran Islam yang melarang perbuatan zalim terhadap seseorang. "Pesan nabi, ittaquzzaulma takutlah kamu pada perbuatan zalim, fainnazzulma zulumatun yaumal kiamah karena perbuatan zalim akan menjadi kegelapan pada hari kiamat," lanjutnya. UAS juga mengungkapkan kedekatannya dengan Abdul Wahid yang telah terjalin sejak lama. Bahkan, ia mengaku memberikan dukungan penuh kepada Abdul Wahid sejak maju sebagai calon anggota DPR RI hingga menjadi Gubernur Riau. "Saya tidak pernah membela saudara kandung saya seperti membela Abdul Wahid. Saat untuk menjadi DPR RI, saya mengampanyekannya keliling dari darat sampai ke sungai. Saat menjadi gubernur, saya mengampanyekannya dari pagi, sore, siang, malam, tak mandi sore, tak makan malam kami keliling 12 kabupaten kota," katanya. Selain itu, UAS juga menyinggung peristiwa yang terjadi pada 3 November 2025, saat kabar operasi tangkap tangan (OTT) KPK mencuat dan ramai diperbincangkan masyarakat. Menurutnya, setelah menerima informasi tersebut menjelang waktu Magrib, ia berupaya mencari kepastian dengan menghubungi pihak-pihak yang mengetahui langsung situasi saat itu. "Pada tanggal 3 November 2025 menjelang magrib, saya dapat kabar. Lalu kemudian saya bertolak dari Limau Panjang, saya salat magrib di pom bensin Tabek Gadang. Setelah itu saya sampai, dan saya tanya kepada yang bertemu langsung dengan Bapak Abdul Wahid dari mulai siang itu sampai jam 5 sore menyatakan bahwa tidak ada operasi tangkap tangan di kediaman rumah dinas gubernur," ungkapnya. Setelah memastikan informasi tersebut, UAS mengaku membuat video klarifikasi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masuk kepadanya. "Setelah saya tanya tiga kali bahwa tidak ada, maka karena banyaknya video yang masuk ke saya, pertanyaan, call, lalu saya buat video pendek, saya menyatakan bahwa tidak ada OTT Gubernur Riau. Yang ada adalah OTT dinas PUPR dan UPT-UPT, sedangkan Gubernur Riau, Bapak Abdul Wahid hanya pemeriksaan," ujarnya. UAS mengaku langkah tersebut membuat dirinya menjadi sasaran kritik dan cibiran dari berbagai pihak di media sosial. "Itulah yang saya share ke mana-mana setiap orang bertanya dan saya dibully se-Indonesia gara-gara dianggap membela orang yang OTT. Dan sampai hari ini terbukti tidak ada OTT," tegasnya. Pernyataan UAS tersebut menjadi salah satu keterangan yang disampaikan dalam agenda pemeriksaan saksi meringankan yang diajukan tim penasihat hukum Abdul Wahid. Hingga sidang berlangsung, majelis hakim masih mendalami sejumlah keterangan dari para saksi yang dihadirkan pihak terdakwa. . . Selengkapnya: www.riauaktual.com https://riauaktual.com/news/detail/118908/uas-saya-tidak-pernah-membela-saudara-kandung-seperti-membela-abdul-wahid #video #riauaktual #viral #fyp #UAS” memiliki 2.994.122 tayangan, 49.481 suka, 1.040 komentar, 964 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,72% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting 4 bulan yang lalu dan berdurasi 1 menit, 43 detik. Video ini telah disimpan 4.200 kali.
Data per 22 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 90.177
- Mengikuti
- 0
- Suka
- 2.377.761
- Video
- 1.543
Video Terbaru
3,2 rbtayangan56suka1komentar8 hari yang lalu@riauaktual 54 rbtayangan742suka13komentar8 hari yang lalu@riauaktual 28,1 rbtayangan263suka9komentar9 hari yang lalu@riauaktual 163,7 rbtayangan1,3 rbsuka38komentar9 hari yang lalu@riauaktual 227,9 rbtayangan5,2 rbsuka185komentar10 hari yang lalu@riauaktual 6,5 rbtayangan71suka6komentar10 hari yang lalu@riauaktual 174,3 rbtayangan5,7 rbsuka309komentar10 hari yang lalu@riauaktual 95,1 rbtayangan1,2 rbsuka18komentar10 hari yang lalu@riauaktual 89,2 rbtayangan566suka20komentar11 hari yang lalu@riauaktual 120,7 rbtayangan2,7 rbsuka85komentar11 hari yang lalu@riauaktual 260,3 rbtayangan5,2 rbsuka77komentar12 hari yang lalu@riauaktual 106,1 rbtayangan1,9 rbsuka78komentar12 hari yang lalu@riauaktual
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 2.994.122 tayangan, 49.481 suka, dan 1.040 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @riauaktual, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,72% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-06-18, 4 bulan yang lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 3 hashtag, dimulai dari #fyp.
- Berapa lama durasi video TikTok ini?
- Klip yang dicatat berdurasi 1 menit, 43 detik.