Saltar al contenido
TikMonkey

Esta captura no indica contenido reproducible para el vídeo 7700115494304484629; los metadatos públicos de abajo siguen indexados.

Kewenangan Menteri Agama dalam Kuota Haji Tambahan: Antara Mandat Undang-Undang dan Akunt… — @thefine19

Publicado el 24 oct 2026 (hace 8 días)0 s4,118 visualizaciones

Estadísticas del vídeo

Cifras públicas de la última actualización.

Visualizaciones
4,118
Me gusta
7
Comentarios
0
Compartidos
1
Guardados
1
Interacción
0.19%
Duración
0 s
Publicado
24 oct 2026

Análisis del vídeo

El vídeo de TikTok de @thefine19 “Kewenangan Menteri Agama dalam Kuota Haji Tambahan: Antara Mandat Undang-Undang dan Akuntabilitas Kebijakan Pengakuan Richo Andi Wibowo, ahli Hukum Administrasi Negara dari Universitas Gadjah Mada yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK, bahwa Menteri Agama memiliki kewenangan menetapkan kuota haji tambahan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019, menempatkan satu persoalan mendasar di tengah perkara ini: di mana batas antara kewenangan yang sah dan pelaksanaan kewenangan yang harus dipertanggungjawabkan? Dalam hukum administrasi negara, kewenangan bukanlah cek kosong bagi pejabat publik. Undang-undang memang memberikan dasar bagi Menteri Agama untuk mengambil keputusan terkait kuota haji tambahan, tetapi keberadaan kewenangan tidak serta-merta membuat setiap keputusan yang lahir darinya menjadi benar, tepat, atau bebas dari persoalan hukum. Justru di sinilah pengujian hukum harus dilakukan secara cermat. Apakah kewenangan tersebut dijalankan sesuai prosedur? Apakah keputusan yang diambil memiliki dasar pertimbangan yang objektif? Apakah pelaksanaannya sejalan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik? Dan yang tidak kalah penting, apakah kebijakan tersebut tetap menjaga kepastian hukum, transparansi, serta keadilan bagi jemaah haji? Sebab, kewenangan menjawab siapa yang berhak mengambil keputusan, tetapi tidak otomatis menjawab apakah keputusan itu dijalankan secara sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perkara yang ditangani KPK, pengakuan ahli mengenai kewenangan Menteri Agama harus ditempatkan secara proporsional. Keterangan tersebut dapat menjadi bagian penting untuk memahami dasar legal tindakan pejabat, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh proses pengambilan dan pelaksanaan kebijakan kuota tambahan telah sesuai hukum. Sebaliknya, pengakuan atas adanya kewenangan juga tidak otomatis membuktikan terjadinya pelanggaran. Pada akhirnya, persoalan hukumnya bukan sekadar apakah Menteri Agama berwenang menetapkan kuota tambahan, melainkan bagaimana kewenangan itu digunakan, apa dasar keputusan yang diambil, dan apakah seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hukum serta bukti yang terungkap di persidangan. Dalam negara hukum, jabatan memberikan kewenangan, undang-undang memberikan batas, dan pertanggungjawaban menjadi ukuran pelaksanaannya.” tiene 4,118 visualizaciones, 7 me gusta, 0 comentarios y 1 compartidos en las métricas públicas registradas por este índice. Eso equivale a una tasa de interacción de 0.19% (me gusta, comentarios y compartidos sobre visualizaciones). Se publicó hace 8 días y dura 0 segundos. Se ha guardado 1 veces.

Datos al 25 oct 2026 (UTC), de la última actualización pública registrada por este índice.

thefine19

@thefine19

ragumu rugimu

Ver perfil
Seguidores
70,875
Siguiendo
140
Me gusta
2,574,717
Vídeos
787

Vídeos recientes

MÁS DE @THEFINE19

Preguntas frecuentes

¿Cuántas visualizaciones tiene este vídeo de TikTok?
La captura indexada aquí registra 4,118 visualizaciones, 7 me gusta y 0 comentarios.
¿Quién publicó este vídeo de TikTok?
Lo publicó @thefine19, cuyo perfil está enlazado en esta página.
¿Cuál es la tasa de interacción de este vídeo de TikTok?
Según las métricas registradas, la tasa de interacción es de 0.19% (me gusta + comentarios + compartidos sobre visualizaciones).
¿Cuándo se publicó este vídeo de TikTok?
Se publicó el 2026-10-24, hace 8 días.