Zum Inhalt springen
TikMonkey

Für das Video 7694260747102211336 meldet diese Erfassung keine abspielbaren Medien; die öffentlichen Metadaten unten sind trotzdem indexiert.

TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jambi mene… — @tanyafakta.co

Gepostet am 8. Okt. 2026 (vor über zwei Wochen)0 s3.359 Aufrufe

Video-Statistiken

Öffentliche Zahlen vom letzten Abruf.

Aufrufe
3.359
Likes
24
Kommentare
0
Shares
9
Gespeichert
4
Engagement
0,98 %
Dauer
0 s
Gepostet
8. Okt. 2026

Video-Einblicke

Das TikTok-Video „TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jambi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Belanja Konsultansi Pemutakhiran Pajak Daerah Kota Jambi pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi Tahun Anggaran 2024. Salah satu tersangka adalah Nella Ervina (NE), yang saat itu menjabat sebagai Kepala BPPRD Kota Jambi sekaligus Pengguna Anggaran (PA). Kini, Nella menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi. Empat tersangka lainnya yakni I.D. selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H.W. selaku broker, N.A.S. selaku Direktur PT Bumi Harmoni Indoguna sebagai penyedia, serta R.S. selaku tenaga pendukung/surveyor. Kajari Jambi, Dr. Kamin, mengatakan penyidik memperoleh alat bukti yang cukup terkait dugaan pemberian kickback fee oleh penyedia kepada PA dan PPK hingga pencairan anggaran sebesar 100 persen. Kegiatan pemutakhiran pajak tersebut memiliki pagu anggaran Rp1,8 miliar, dengan dugaan komitmen pemberian kickback fee sebesar 25 persen dari total anggaran setelah dipotong pajak. Dalam penyidikan, Kejari Jambi menduga pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK), termasuk survei dan validasi terhadap subjek serta objek pajak PBB. Sebagian besar tenaga ahli dan tenaga pendukung yang dipersyaratkan juga disebut tidak dilibatkan, sementara tanda terima pembayaran gaji diduga dipalsukan. Penyidik juga menduga hasil pekerjaan direkayasa seolah-olah telah melalui proses survei dan validasi, padahal data yang diserahkan disebut berasal dari data lama dan tidak melalui proses validasi sebagaimana ketentuan. Akibat dugaan perbuatan tersebut, kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp1.378.180.183, berdasarkan hasil penghitungan Auditor Inspektorat Daerah Provinsi Jambi. Kelima tersangka kemudian ditahan selama 20 hari pada tahap penyidikan di Lapas Klas II A Jambi dan Lapas Perempuan Kelas II B Jambi. Perkara tersebut disangkakan dengan ketentuan pidana korupsi sebagaimana pasal yang disebutkan Kejaksaan Negeri Jambi. ⚠️ Perkara ini masih dalam proses hukum dan seluruh tersangka tetap memiliki hak untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. #Jambi #KotaJambi #KejariJambi #Korupsi #DugaanKorupsi“ von @tanyafakta.co kommt laut den von diesem Index erfassten öffentlichen Kennzahlen auf 3.359 Aufrufe, 24 Likes, 0 Kommentare, 9 Shares. Das entspricht einer Engagement-Rate von 0,98 % (Likes, Kommentare und Shares im Verhältnis zu den Aufrufen). Es wurde vor über zwei Wochen gepostet und dauert 0 Sekunden. Es wurde 4 Mal gespeichert.

Datenstand: 15. Okt. 2026 (UTC), vom letzten öffentlichen Abruf dieses Index.

TanyaFakta TV

@tanyafakta.co

Suarakan Kebenaran

Profil ansehen
Follower
10.211
Gefolgt
166
Likes
193.234
Videos
578

Neueste Videos

MEHR VON @TANYAFAKTA.CO

Hashtags in diesem Video

Links bleiben innerhalb dieses Index.

Häufige Fragen

Wie viele Aufrufe hat dieses TikTok-Video?
Die hier indexierte Erfassung meldet 3.359 Aufrufe, 24 Likes und 0 Kommentare.
Wer hat dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet wurde es von @tanyafakta.co, das Profil ist auf dieser Seite verlinkt.
Wie hoch ist die Engagement-Rate dieses TikTok-Videos?
Über die erfassten Kennzahlen hinweg liegt die Engagement-Rate bei 0,98 % (Likes + Kommentare + Shares im Verhältnis zu den Aufrufen).
Wann wurde dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet am 2026-10-08, vor über zwei Wochen.
Welche Hashtags werden in diesem Video verwendet?
Die Erfassung verlinkt 2 Hashtags, zuerst #jambi.