Zum Inhalt springen
TikMonkey

MP4 herunterladenVideo-Download

Dalam persidangan kasus ladang gnja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 1… — @jejakbackpacker

Gepostet am 18. März 2025 (vor 20 Monaten)15 s3.570.904 Aufrufe

Video-Statistiken

Öffentliche Zahlen vom letzten Abruf.

Aufrufe
3.570.904
Likes
178.749
Kommentare
1.384
Shares
9.865
Gespeichert
5.627
Engagement
5,32 %
Dauer
15 s
Gepostet
18. März 2025

Video-Einblicke

Das TikTok-Video „Dalam persidangan kasus ladang gnja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 11 Maret 2025, terungkap bahwa aktivitas ilegal tersebut menyebabkan kerusakan ekosistem. Jaksa menghadirkan tiga saksi dari TNBTS, yaitu Edwy Yunanto, Yunus Tri Cahyono, dan Untung, yang memberikan kesaksian secara daring. Mereka menjelaskan dampak negatif penanaman gnja di kawasan konservasi, termasuk perusakan lahan dan gangguan terhadap keseimbangan alam. Dari kesaksian mereka kemudian terungkap bahwa ada 59 titik penanaman g*nja dengan luas total tak lebih dari 1 hektare. Setiap titik penanaman itu berbeda-beda luasannya. "Ada yang 2 meter persegi, ada yang 4 meter persegi, ada juga yang 16 meter persegi," kataYunus menjawab pertanyaan majelis hakim. Lokasi penanaman g*nja itu berada di zona rimba di kawasan konservasi yang masuk dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Senduro Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 2 Kabupaten Lumajang. Kawasan konservasi yang berada di bawah SPTN Wilayah 3 Senduro seluas 6.367 hektare. Yunus mengakui bahwa memang ada lingkungan dan ekosistem yang dirusak akibat penanaman g*nja itu. "Penanaman g*nja itu merusak ekosistem," ujar Yunus Ia mengatakan lokasi penanaman g*nja itu merupakan habitat rumput asli kawasan. Soal kerusakan ekosistem itu juga diungkapkan oleh Untung. "Itu daerah endemik. Tanaman selain endemik tidak boleh ditanam disitu. Penanaman g*nja di tempat itu termasuk pelanggaran. Itu merusak," kata Untung. Ia juga mengatakan di daerah tersebut merupakan endemik pinus, cemara serta pohon lainnya. Ketika ada kerusakan, kata Untung, nantinya harus dilakukan pemulihan ekosistem. Pemulihan ekosistem itu akan dilakukan oleh TN BTS.Hakim sempat mempertanyakan dari mana anggaran untuk pemulihan ekosistem itu akan diperoleh. Untung mengaku tidak tahu. Padahal, kata hakim, kalau tidak ada tanaman g*nja, tidak perlu ada pemulihan ekosistem. Para saksi mengaku tidak bisa melarang warga untuk memasuki kawasan hutan konservasi. "Mereka mencari rumput dan jamur di hutan," kata Untung Sumber/ Tempo #gunung #semeru #bromo #fyp #foryou #viral #trending #terciduk #news #jawatimur #jejakbackpacker #jejakbackpackerindonesia“ von @jejakbackpacker kommt laut den von diesem Index erfassten öffentlichen Kennzahlen auf 3.570.904 Aufrufe, 178.749 Likes, 1.384 Kommentare, 9.865 Shares. Das entspricht einer Engagement-Rate von 5,32 % (Likes, Kommentare und Shares im Verhältnis zu den Aufrufen). Es wurde vor 20 Monaten gepostet und dauert 15 Sekunden. Es wurde 5.627 Mal gespeichert.

Datenstand: 22. Okt. 2026 (UTC), vom letzten öffentlichen Abruf dieses Index.

jejakbackpackerid

@jejakbackpacker

ALL ABOUT ADVENTURE⛺⛰️

Profil ansehen
Follower
33.388
Gefolgt
39
Likes
2.185.481
Videos
1.472

Neueste Videos

MEHR VON @JEJAKBACKPACKER

Hashtags in diesem Video

Links bleiben innerhalb dieses Index.

Häufige Fragen

Wie viele Aufrufe hat dieses TikTok-Video?
Die hier indexierte Erfassung meldet 3.570.904 Aufrufe, 178.749 Likes und 1.384 Kommentare.
Wer hat dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet wurde es von @jejakbackpacker, das Profil ist auf dieser Seite verlinkt.
Wie hoch ist die Engagement-Rate dieses TikTok-Videos?
Über die erfassten Kennzahlen hinweg liegt die Engagement-Rate bei 5,32 % (Likes + Kommentare + Shares im Verhältnis zu den Aufrufen).
Wann wurde dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet am 2025-03-18, vor 20 Monaten.
Welche Hashtags werden in diesem Video verwendet?
Die Erfassung verlinkt 8 Hashtags, zuerst #bromo.
Wie lang ist dieses TikTok-Video?
Der erfasste Clip dauert 15 Sekunden.