本文へスキップ
TikMonkey

MP4をダウンロードダウンローダー

Majelis Adat Sasak Soroti Pergeseran Tradisi Nyongkolan, Dorong Aturan Desa untuk Menata… — @sapuklombok

2026年10月22日に投稿(10 日前)26秒1,291回再生

動画の統計

直近の更新で取得した公開カウントです。

再生数
1,291
いいね
10
コメント
0
シェア
1
保存
2
エンゲージメント
0.85%
再生時間
26秒
投稿日
2026年10月22日

動画のインサイト

@sapuklombokのTikTok動画「Majelis Adat Sasak Soroti Pergeseran Tradisi Nyongkolan, Dorong Aturan Desa untuk Menata Kecimol🌿 Mataram - Majelis Adat Sasak (MAS) menyoroti pergeseran pelaksanaan tradisi nyongkolan yang dinilai mulai menjauh dari tata krama dan nilai adat Sasak. Penataan diperlukan agar tradisi pernikahan tetap lestari tanpa menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Pengerakse Agung Majelis Adat Sasak, Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, menyampaikan pandangan tersebut dalam dialog budaya bertema “Pernikahan Suku Sasak” di Tribun Lombok. Ia menilai kecimol sebagai bentuk kreativitas masyarakat tetap memiliki ruang dalam kebudayaan Sasak. Namun, pelaksanaannya perlu diatur apabila menimbulkan persoalan di ruang publik. Menurut Sajim, persoalan yang muncul bukan semata-mata keberadaan kecimol, melainkan perilaku sebagian pengiring dalam prosesi nyongkolan. Ia menyoroti praktik menari di tengah jalan, penggunaan minuman keras secara terbuka, serta konvoi yang menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. “Yang sering menjadi persoalan adalah iringan nyongkolan. Ada yang berdansa di tengah jalan, membuat kemacetan, kemudian mengonsumsi minuman keras secara terbuka dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma,” ujar Sajim dalam dialog tersebut. Ia mengatakan, kondisi tersebut bahkan mulai memengaruhi cara sebagian masyarakat memandang keberhasilan sebuah begawe atau hajatan. Ukuran keberhasilan nyongkolan, menurutnya, tidak semestinya diukur dari panjangnya kemacetan yang ditimbulkan. Sajim menggambarkan adanya pandangan sebagian masyarakat yang secara satire menilai sebuah gawe berhasil apabila mampu menyebabkan kemacetan hingga beberapa kilometer. Menurutnya, pandangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran makna dari tradisi yang semestinya mengedepankan silaturahmi, kebersamaan, kesopanan, dan penghormatan terhadap masyarakat sekitar. Pergeseran Cara Menentukan Waktu Begawe Sajim juga menyoroti perubahan kebiasaan masyarakat Sasak dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan adat. Pada masa lalu, keluarga yang hendak melaksanakan kurisan anak, pernikahan, maupun begawe terlebih dahulu meminta pertimbangan orang tua mengenai waktu yang dianggap baik untuk memulai kegiatan. Namun, menurut dia, sebagian masyarakat saat ini justru lebih dahulu menyesuaikan jadwal dengan ketersediaan kelompok kecimol yang akan mengiringi nyongkolan. “Dulu kita bertanya kepada orang tua, hari apa yang baik untuk memulai kegiatan begawe. Sekarang ada kecenderungan masyarakat justru bertanya kepada pihak kecimol, kapan mereka bisa ikut nyongkolan,” jelasnya. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar kesenian tetap menjadi bagian dari tradisi, bukan justru menjadi faktor yang menentukan atau menggeser nilai utama dalam pelaksanaan adat. Sejumlah Desa Mulai Membatasi Kecimol Sajim menyebut sejumlah desa telah membuat awig-awig atau aturan di tingkat desa untuk membatasi, bahkan melarang, pertunjukan kecimol dalam kegiatan tertentu. Kebijakan tersebut muncul sebagai respons terhadap persoalan yang dinilai mengganggu ketertiban dan norma masyarakat. Ia mengatakan, wilayah Kota Mataram dan sejumlah daerah di sekitarnya juga telah menerapkan pembatasan terhadap penggunaan kecimol dalam kegiatan tertentu. Menurut Sajim, munculnya larangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perilaku sebagian pelaku yang dinilai telah melampaui batas norma sosial dan kesopanan. Karena itu, penyelesaian persoalan kecimol tidak cukup dilakukan dengan memberikan stigma terhadap seluruh pelaku seni. Sebelumnya, MAS juga menegaskan bahwa kecimol sebagai kesenian masyarakat tidak perlu dihilangkan. Hal yang perlu ditertibkan adalah bentuk pertunjukan yang bertentangan dengan norma agama, norma sosial, serta ketentuan pemerintah. Pemerintah Desa Diminta Terlibat Untuk menjaga keberlangsungan kecimol sekaligus mencegah konflik di tengah masyarakat, Sajim mendorong pemerintah desa dan masyarakat setempat menyusun aturan yang jelas mengenai pe」は、このインデックスが取得した公開指標で1,291回再生、10いいね、0コメント、1シェアとなっています。 エンゲージメント率は0.85%です(再生数に対する、いいね・コメント・シェアの割合)。 投稿されたのは10 日前で、再生時間は26 秒です。 2回保存されています。

2026年10月25日(UTC)時点のデータです。このインデックスが取得した直近の公開データ更新に基づきます。

🔱SAPUK LOMBOK🔱

@sapuklombok

APA YANG KITA LIHAT APA YANG KITA DENGAR AMBILAH JADI PEMBELAJARAN

プロフィールを見る
フォロワー
126,464
フォロー中
38
いいね
1,779,143
動画
1,145

最近の動画

@SAPUKLOMBOKの動画をもっと見る

よくある質問

このTikTok動画の再生数は?
ここにインデックスされた取得データでは、1,291回再生、10いいね、0コメントです。
このTikTok動画を投稿したのは誰ですか?
@sapuklombokが投稿しました。投稿者へのリンクはこのページにあります。
このTikTok動画のエンゲージメント率は?
取得した指標全体で、エンゲージメント率は0.85%です(いいね+コメント+シェアを再生数で割った値)。
このTikTok動画はいつ投稿されましたか?
2026-10-22(10 日前)に投稿されました。
このTikTok動画の長さは?
取得したクリップの再生時間は26 秒です。