Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7700183615958699285; metadata publik di bawah tetap diindeks.
Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 2.820
- Suka
- 107
- Komentar
- 6
- Dibagikan
- 10
- Disimpan
- 0
- Interaksi
- 4,36%
- Durasi
- 0 dtk
- Diposting
- 24 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @republikaonline “Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) sejak 24 Oktober 2026. Kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bagian dari upaya memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan energi nasional. Pemangkasan tersebut mencakup pasokan gas melalui pipa dari Natuna sebesar 15 BBTUD dan dari Sumatra sebesar 16 BBTUD. Pengurangan pasokan dari Sumatra berasal dari lapangan gas Jambi Merang. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, pengurangan ekspor mulai berlaku pada 24 Oktober. Menurut dia, dampak kebijakan tersebut terbatas pada Singapura karena jaringan pipa ekspor terkait terhubung langsung dengan negara tersebut. “Mulai besok, kami akan mengurangi ekspor gas ke Singapura sebesar 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra,” kata Djoko dilansir The Strait Times, Sabtu, 24 Oktober 2026. Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat, pemangkasan tersebut setara dengan sekitar 8 persen dari volume gas yang diekspor Indonesia ke Singapura melalui pipa pada 2024. Pada tahun itu, Indonesia mengekspor sekitar 4,11 miliar meter kubik gas ke Singapura. Namun, proporsi pengurangan tersebut terhadap total pasokan gas Indonesia ke Singapura saat ini belum diketahui secara pasti. Editor: Friska Yolandha Kreator: Hirzi Produser: Ronggo Astungkoro #republika #dailynews #eksporgas #cekrepublikaaja #republikaofficial” memiliki 2.820 tayangan, 107 suka, 6 komentar, 10 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 4,36% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting 7 hari yang lalu dan berdurasi 0 detik.
Data per 25 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
Republika
@republikaonline · Terverifikasi
Official account of Republika Online LIVE Beritain Aja! Setiap Jumat Pukul 14.00✨
- Pengikut
- 5.345.615
- Mengikuti
- 6
- Suka
- 191.493.996
- Video
- 5.738
Video Terbaru
28,9 rbtayangan1,2 rbsuka120komentar6 hari yang lalu@republikaonline 3,8 rbtayangan38suka1komentar6 hari yang lalu@republikaonline 25,4 rbtayangan4,8 rbsuka224komentar6 hari yang lalu@republikaonline 7,4 rbtayangan174suka18komentar6 hari yang lalu@republikaonline 3,9 rbtayangan34suka1komentar7 hari yang lalu@republikaonline 3,8 rbtayangan45suka2komentar7 hari yang lalu@republikaonline 27,4 rbtayangan203suka18komentar8 hari yang lalu@republikaonline 4,4 rbtayangan68suka1komentar8 hari yang lalu@republikaonline 4,2 rbtayangan57suka1komentar8 hari yang lalu@republikaonline 4 rbtayangan207suka4komentar8 hari yang lalu@republikaonline 7,7 rbtayangan320suka3komentar8 hari yang lalu@republikaonline
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 2.820 tayangan, 107 suka, dan 6 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @republikaonline, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 4,36% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-24, 7 hari yang lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 1 hashtag, dimulai dari #dailynews.