Lewati ke konten
TikMonkey

Unduh MP4Pengunduh

Anak Krakatau 5 Kali Erupsi Hari Ini, Abu Vulkanik Sempat Terdeteksi ke Arah Lampung dan… — @rilis_id

Diposting 17 Okt 2026 (lebih dari dua minggu lalu)5 dtk34.860 tayangan

Statistik video

Jumlah publik dari pembaruan terakhir.

Tayangan
34.860
Suka
445
Komentar
12
Dibagikan
54
Disimpan
26
Interaksi
1,47%
Durasi
5 dtk
Diposting
17 Okt 2026

Wawasan video

Video TikTok @rilis_id “Anak Krakatau 5 Kali Erupsi Hari Ini, Abu Vulkanik Sempat Terdeteksi ke Arah Lampung dan Banten Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda mengalami lima kali erupsi dalam rentang waktu 44 menit pada Sabtu (17/10/2026). Berdasarkan data pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pukul 01.31 WIB, disusul erupsi pukul 01.35 WIB. Kedua erupsi itu tidak teramati secara visual. Erupsi kembali tercatat pada pukul 01.40 WIB dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 22 detik. Selanjutnya, erupsi pukul 01.47 WIB memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi 29 detik. Sementara erupsi kelima terjadi pukul 02.15 WIB. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 milimeter dan durasi 28 detik. Visual letusan juga tidak teramati. Menyusul erupsi tersebut, sebaran abu vulkanik sempat terdeteksi bergerak ke arah barat, meliputi sebagian wilayah perairan Selat Sunda di Pandeglang, Banten, hingga selatan Lampung. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik teridentifikasi pada pukul 04.00 WIB dengan ketinggian dari permukaan hingga 4.000 kaki atau sekitar 1,2 kilometer. “Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik teridentifikasi ke arah barat, mencakup sebagian Selat Sunda bagian barat Pandeglang dan Selat Sunda bagian selatan Lampung,” kata Forecaster On Duty BMKG Lampung, Adi Saputra. Tiga jam kemudian atau pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik tidak lagi terdeteksi melalui citra satelit tersebut. Kondisi ini tidak serta-merta memastikan seluruh material vulkanik telah mengendap.atau tidak tersisa di atmosfer. “Pada analisis citra Himawari-9 pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau tidak terdeteksi. Hasil ini mengacu pada kondisi yang terpantau melalui citra satelit pada waktu tersebut,” ujar Adi. Gunung Anak Krakatau sendiri masih berstatus Level III atau Siaga berdasarkan informasi status terakhir yang tersedia. Lengkapnya baca https://rilis.id/Peristiwa/Berita/Anak-Krakatau-5-Kali-Erupsi-Hari-Ini-Abu-Vulkanik-Sempat-Terdeteksi-ke-Arah-Lampung-dan-Banten-cukyhEh atau klik link di bio profil #rilisid #rilislampung #rilisidlampung” memiliki 34.860 tayangan, 445 suka, 12 komentar, 54 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,47% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 5 detik. Video ini telah disimpan 26 kali.

Data per 20 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.

rilis.id

@rilis_id

akun resmi rilis.id dan lampung.rilis.id

Lihat profil
Pengikut
28.328
Mengikuti
1
Suka
700.621
Video
2.668

Video Terbaru

VIDEO LAINNYA DARI @RILIS_ID

Pertanyaan umum

Berapa tayangan video TikTok ini?
Data yang diindeks di sini mencatat 34.860 tayangan, 445 suka, dan 12 komentar.
Siapa yang memposting video TikTok ini?
Video ini diposting oleh @rilis_id, yang ditautkan dari halaman ini.
Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,47% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
Kapan video TikTok ini diposting?
Video ini diposting pada 2026-10-17, lebih dari dua minggu lalu.
Berapa lama durasi video TikTok ini?
Klip yang dicatat berdurasi 5 detik.