Aller au contenu
TikMonkey

Cette capture ne signale aucun média lisible pour la vidéo 7698426524399095061 ; les métadonnées publiques ci-dessous restent indexées.

Seorang oknum pengajar dayah berinisial MD (20) ditangkap polisi atas dugaan pencabulan t… — @seuramoemediaaatjeh

Publiée le 19 oct. 2026 (il y a plus de deux semaines)0 s1 054 vues

Plus de @seuramoemediaaatjeh

Statistiques de la vidéo

Compteurs publics lors de la dernière actualisation.

Vues
1 054
J’aime
16
Commentaires
1
Partages
4
Enregistrements
1
Engagement
1,99 %
Durée
0 s
Publiée
19 oct. 2026

Analyse de la vidéo

La vidéo TikTok de @seuramoemediaaatjeh « Seorang oknum pengajar dayah berinisial MD (20) ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap 10 santri di bawah umur di Kabupaten Pidie, Aceh. Tersangka ditangkap di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (5/10/2026), setelah sempat melarikan diri dari wilayah Pidie. Kasus ini terungkap setelah Polres Pidie menerima tiga laporan polisi pada 5 Oktober 2026 terkait dugaan kejahatan seksual di Dayah Jabal Ulum, Gampong Tgk. Di Laweung, Kecamatan Muara Tiga. Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi 10 anak sebagai korban. Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi berulang kali sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 di salah satu bilik dayah. Modus yang diduga digunakan pelaku yakni memanggil korban ke kamar atau meminta mereka memijat dirinya terlebih dahulu. Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mirzan mengatakan, laporan dari orang tua korban telah diterima dan diproses sesuai ketentuan hukum, dengan pendampingan dari UPTD PPA Kabupaten Pidie dan Unit PPA kepolisian. “Sudah kita terima laporan polisi dari orang tua wali yang bersangkutan untuk kita proses sesuai prosedur dan juga pendampingan dari UPTD PPA Kabupaten dengan Unit PPA kami,” kata AKP Mirzan kepada wartawan, Senin, 19 Oktober 2026, dikutip dari kanalaceh. Saat ini, MD telah ditahan di Mapolres Pidie untuk menjalani penyidikan sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban tambahan. Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Effendi, mengaku belum menerima laporan resmi tertulis terkait kasus tersebut. “Untuk laporan resminya belum ada. Namun kami mengimbau agar dugaan pelecehan yang terjadi di dayah tersebut segera ditindaklanjuti dengan menjaga identitas para korban,” kata Effendi, Jumat (16/10). Effendi turut mengingatkan adanya Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 451.44/20931 tertanggal 8 Desember 2022, yang menginstruksikan pembentukan tim pengawasan di lingkungan dayah untuk mencegah tindak kekerasan. » compte 1 054 vues, 16 j’aime, 1 commentaires et 4 partages dans les indicateurs publics relevés par cet index. Cela représente un taux d’engagement de 1,99 % (j’aime, commentaires et partages rapportés aux vues). Elle a été publiée il y a plus de deux semaines et dure 0 seconde. Elle a été enregistrée 1 fois.

Données au 20 oct. 2026 (UTC), issues de la dernière actualisation publique relevée par cet index.

Seuramoe Media Aceh

@seuramoemediaaatjeh

Aceh Besar & Beyond Instagram : seuramoemediaaceh 📩 Kerja Sama & Iklan: DM

Voir le profil
Abonnés
57 277
Abonnements
63
J’aime
10 418 332
Vidéos
977

Vidéos récentes

PLUS DE @SEURAMOEMEDIAAATJEH

Questions fréquentes

Combien de vues cette vidéo TikTok a-t-elle ?
La capture indexée ici affiche 1 054 vues, 16 j’aime et 1 commentaires.
Qui a publié cette vidéo TikTok ?
Elle a été publiée par @seuramoemediaaatjeh, dont le profil est accessible depuis cette page.
Quel est le taux d’engagement de cette vidéo TikTok ?
D’après les indicateurs relevés, le taux d’engagement est de 1,99 % (j’aime + commentaires + partages rapportés aux vues).
Quand cette vidéo TikTok a-t-elle été publiée ?
Elle a été publiée le 2026-10-19, il y a plus de deux semaines.