Bản ghi này không có nội dung phát được cho video 7699737811053841685; siêu dữ liệu công khai bên dưới vẫn được lập chỉ mục.
Thống kê video
Số liệu công khai từ lần làm mới gần nhất.
- Lượt xem
- 572
- Lượt thích
- 0
- Bình luận
- 1
- Lượt chia sẻ
- 0
- Lượt lưu
- 0
- Tương tác
- 0,17%
- Thời lượng
- 0 giây
- Ngày đăng
- 23 thg 10, 2026
Phân tích video
Video TikTok “– Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC), khususnya pada anak. Langkah ini menjadi penting karena estimasi kasus TBC di Maluku Utara mencapai 4.847 kasus yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, sementara penemuan kasus baru baru mencapai sekitar 60 persen dari estimasi tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Muhammad Isa Tauda pada Kamis, (20/10/2026) menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan. “Target kita harus mencapai 90 persen penemuan kasus. Strategi utamanya adalah temukan, obati sampai sembuh, dan lakukan investigasi kontak,” tegas Isa dalam Pertemuan Diskusi Strategis Lintas Sektor untuk Penguatan Penanggulangan Tuberkulosis Anak. Menurut Isa, rendahnya penemuan kasus masih dipengaruhi stigma sosial dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang TBC. Sebagian warga enggan memeriksakan diri karena merasa malu atau menganggap penyakit tersebut sebagai sesuatu yang memalukan maupun penyakit keturunan. Padahal, TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja. Karena itu, Dinas Kesehatan mendorong peningkatan edukasi publik agar masyarakat mengenali gejala, segera menjalani pemeriksaan, dan mengikuti pengobatan hingga tuntas. Isa menjelaskan, petugas kesehatan selama ini berfokus menemukan kasus, memberikan pengobatan, dan memastikan pasien sembuh. Namun, upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari sektor lain karena penyebaran TBC berkaitan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan tempat tinggal. Kemiskinan, misalnya, dapat membatasi akses masyarakat terhadap makanan bergizi. Padahal, asupan gizi yang baik berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, permukiman padat, ventilasi yang buruk, serta minimnya pencahayaan alami di dalam rumah dapat meningkatkan risiko penularan. “Penanggulangan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Kita membutuhkan peran seluruh instansi agar persoalan yang menjadi akar penyebaran penyakit ini bisa ditangani bersama,” ujar Isa. Ia menekankan pentingnya keterlibatan dinas yang menangani pangan, perumahan dan kawasan permukiman, serta sosial. Dinas pangan dapat mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sektor perumahan mendorong terciptanya hunian sehat, sedangkan dinas sosial membantu masyarakat rentan melalui program perlindungan sosial. Kolaborasi tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menjadi salah satu landasan penguatan upaya penanggulangan TBC melalui perencanaan dan aksi lintas sektor di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain meningkatkan penemuan kasus, Dinas Kesehatan Maluku Utara mendorong investigasi kontak untuk memutus rantai penularan. Dalam pelaksanaannya, petugas Puskesmas mendatangi rumah pasien guna memeriksa anggota keluarga dan orang lain yang memiliki kontak erat dengan penderita. Di Maluku Utara, sasaran pemeriksaan kontak diperkirakan mencapai lebih dari 8.000 orang. Petugas juga memberikan terapi pencegahan TBC kepada kontak yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan medis. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi tantangan. Sebagian warga yang merasa sehat cenderung enggan menjalani pemeriksaan atau mengonsumsi obat pencegahan karena belum memahami manfaatnya. Karena itu, Isa menilai edukasi yang berkelanjutan perlu menjangkau keluarga pasien dan masyarakat luas. Media massa, tokoh agama, guru, serta pihak sekolah dapat membantu menyampaikan informasi yang benar sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita TBC. “Kita membutuhkan dukungan semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Jangan sampai orang yang mengalami gejala justru takut memeriksakan diri karena stigma,” menjadi pesan penting dalam penguatan penanggulangan TBC di Mauku utara.” của @talucur_stenga.07 có 572 lượt xem, 0 lượt thích, 1 bình luận, 0 lượt chia sẻ trong số liệu công khai mà chỉ mục này ghi nhận. Tỷ lệ tương tác tương ứng là 0,17% (lượt thích, bình luận và chia sẻ trên lượt xem). Video được đăng 11 ngày trước và có thời lượng 0 giây.
Dữ liệu tính đến 24 thg 10, 2026 (UTC), từ lần làm mới công khai gần nhất mà chỉ mục này ghi nhận.
- Người theo dõi
- 21.049
- Đang theo dõi
- 3.619
- Lượt thích
- 591.497
- Video
- 1.789
Video gần đây
76lượt xem7lượt thích0bình luận10 ngày trước@talucur_stenga.07 1,2 Nlượt xem38lượt thích0bình luận12 ngày trước@talucur_stenga.07 843lượt xem10lượt thích0bình luậntháng trước@talucur_stenga.07 7,5 Nlượt xem142lượt thích34bình luận2 tháng trước@talucur_stenga.07 37,4 Nlượt xem1 Nlượt thích153bình luận4 tháng trước@talucur_stenga.07
Câu hỏi thường gặp
- Video TikTok này có bao nhiêu lượt xem?
- Bản ghi được lập chỉ mục ở đây cho thấy 572 lượt xem, 0 lượt thích và 1 bình luận.
- Ai đã đăng video TikTok này?
- Video được đăng bởi @talucur_stenga.07, có liên kết ngay trên trang này.
- Tỷ lệ tương tác của video TikTok này là bao nhiêu?
- Theo các số liệu đã ghi nhận, tỷ lệ tương tác là 0,17% (lượt thích + bình luận + chia sẻ trên lượt xem).
- Video TikTok này được đăng khi nào?
- Video được đăng vào 2026-10-23, 11 ngày trước.