Chuyển tới nội dung
TikMonkey

Tải MP4Trình tải

RIAU (RA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan delapan tersangka baru dalam kasus dug… — @riauaktual

Đăng ngày 22 thg 10, 2026 (13 ngày trước)93 giây3.231 lượt xem

Thống kê video

Số liệu công khai từ lần làm mới gần nhất.

Lượt xem
3.231
Lượt thích
56
Bình luận
1
Lượt chia sẻ
6
Lượt lưu
2
Tương tác
1,95%
Thời lượng
93 giây
Ngày đăng
22 thg 10, 2026

Phân tích video

Video TikTok “RIAU (RA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang dikelola PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH), Kamis (22/10/2026). Suasana haru mewarnai proses penahanan. Sejumlah anggota keluarga menangis saat para tersangka dibawa keluar dari ruang pemeriksaan. Salah seorang tersangka, Tiswarni, bahkan sempat pingsan sebelum dibopong masuk ke mobil. Kedelapan tersangka ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 22 Oktober hingga 10 November 2026. Sementara itu, satu tersangka lainnya, Salim Aktar, belum memenuhi panggilan penyidik dan terancam masuk daftar pencarian orang (DPO) jika kembali mangkir. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Syahrir Jasman, mengatakan penahanan dilakukan dalam penyidikan dugaan korupsi pengelolaan dana PI periode 2023–2024. “Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Riau telah melakukan penahanan terhadap delapan orang tersangka terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan penerimaan dana PI 10 persen dari Pertamina Hulu Rokan yang dikelola PT SPRH untuk periode 2023 dan 2024,” kata Syahrir. Delapan tersangka tersebut yakni Tiswarni selaku Komisaris Utama PT SPRH, Rudi Guntoro dan Agus Salim selaku anggota komisaris, Rahmad Hidayat selaku Direktur Umum, Zulpakar selaku Direktur Pengembangan, Mahendra Fakhri selaku Direktur Keuangan, Maruf Mukhlisin selaku Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang), serta Mhd Khoirudin selaku Sekretaris PT SPRH. Satu Tersangka Belum Memenuhi Panggilan Syahrir mengatakan, Salim Aktar yang disebut sebagai Ketua Tim Studi Kelayakan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) belum memenuhi panggilan penyidik. Tim penyidik telah mendatangi alamat Salim di Medan, Sumatera Utara. Namun, berdasarkan keterangan perangkat desa setempat, rumah tersebut sudah kosong. “Yang tidak datang ada satu orang. Kami berharap yang bersangkutan segera datang memenuhi panggilan kami,” ujar Syahrir. Kejati Riau akan kembali melayangkan panggilan secara patut. Jika Salim tetap tidak hadir, penyidik akan mempertimbangkan langkah pencarian sesuai ketentuan yang berlaku. Saat dibawa keluar dari ruang pemeriksaan, para tersangka tidak memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkara yang menjerat mereka. Dugaan Kerugian Negara Rp64,22 Miliar Dalam perkara ini, penyidik mendalami dugaan penyimpangan pengelolaan dana PI, termasuk pemberian tantiem dan bonus, pinjaman kepada pegawai, serta pembelian sejumlah bidang tanah. Berdasarkan hasil audit yang disampaikan Kejati Riau, dugaan kerugian keuangan negara atau daerah mencapai Rp64.221.498.127,60 atau sekitar Rp64,22 miliar. PT SPRH tercatat menerima pendapatan dividen PI sebesar Rp569,72 miliar sepanjang 2023–2025. Pada tahun buku 2023, perusahaan membukukan laba bersih Rp489,44 miliar yang sebagian besar bersumber dari pendapatan dividen tersebut. Penyidik menduga pemberian tantiem dan bonus senilai Rp9,78 miliar disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2 September 2024 tanpa pembahasan, perhitungan, dan penilaian kinerja yang memadai terhadap masing-masing penerima. Penyidik juga mendalami dugaan pemberian pinjaman untuk kepentingan pribadi kepada 51 pegawai PT SPRH dengan total Rp2,29 miliar. Selain itu, penyidikan mencakup pembelian lahan perkebunan kelapa sawit seluas 600 hektare senilai Rp46,2 miliar, lahan company yard Rp14,4 miliar, serta lahan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Rp615 juta. Dugaan penyimpangan dalam pembelian lahan kompensasi juga masih didalami. Syahrir mengatakan penyidik masih memeriksa sejumlah saksi tambahan untuk melengkapi berkas perkara. "Langkah penyidik berikutnya, kami akan segera melengkapi berkas perkara. Dalam waktu dekat akan segera kami limpahkan. Ada beberapa saksi yang perlu kami lakukan pemeriksaan tambahan," jelasnya. Pengembangan Perkara... . . Selengkapnya: www.riauaktual.com #riauaktual #video #viral #fyp #riau” của @riauaktual có 3.231 lượt xem, 56 lượt thích, 1 bình luận, 6 lượt chia sẻ trong số liệu công khai mà chỉ mục này ghi nhận. Tỷ lệ tương tác tương ứng là 1,95% (lượt thích, bình luận và chia sẻ trên lượt xem). Video được đăng 13 ngày trước và có thời lượng 1 phút 33 giây. Video đã được lưu 2 lần.

Dữ liệu tính đến 22 thg 10, 2026 (UTC), từ lần làm mới công khai gần nhất mà chỉ mục này ghi nhận.

Riau Aktual

@riauaktual

Official Account TikTok RiauAktual.com / Media Online Indonesia

Xem hồ sơ
Người theo dõi
90.177
Đang theo dõi
0
Lượt thích
2.377.761
Video
1.543

Video gần đây

XEM THÊM TỪ @RIAUAKTUAL

Hashtag trong video này

Các liên kết chỉ dẫn trong phạm vi chỉ mục này.

Câu hỏi thường gặp

Video TikTok này có bao nhiêu lượt xem?
Bản ghi được lập chỉ mục ở đây cho thấy 3.231 lượt xem, 56 lượt thích và 1 bình luận.
Ai đã đăng video TikTok này?
Video được đăng bởi @riauaktual, có liên kết ngay trên trang này.
Tỷ lệ tương tác của video TikTok này là bao nhiêu?
Theo các số liệu đã ghi nhận, tỷ lệ tương tác là 1,95% (lượt thích + bình luận + chia sẻ trên lượt xem).
Video TikTok này được đăng khi nào?
Video được đăng vào 2026-10-22, 13 ngày trước.
Video này dùng những hashtag nào?
Bản ghi liên kết 4 hashtag, bắt đầu bằng #fyp.
Video TikTok này dài bao lâu?
Đoạn video đã ghi nhận có thời lượng 1 phút 33 giây.