Bản ghi này không có nội dung phát được cho video 7698860852954270983; siêu dữ liệu công khai bên dưới vẫn được lập chỉ mục.
Thống kê video
Số liệu công khai từ lần làm mới gần nhất.
- Lượt xem
- 13.423
- Lượt thích
- 84
- Bình luận
- 23
- Lượt chia sẻ
- 3
- Lượt lưu
- 5
- Tương tác
- 0,82%
- Thời lượng
- 0 giây
- Ngày đăng
- 20 thg 10, 2026
Phân tích video
Video TikTok “TERKUAK, INILAH MOTIF KRISNA DAN FANO TEGA HA_^&BISI NYAWA ZULKARNAIN, ANAK DO_^&WN SYNDROM DI SURABAYA. Seorang anak do_^&wn syndrom Zulkarnain Abdul Aziz/ZAA (10), di Surabaya diduga menjadi korban perun_^&dung4n hingga te_^&was oleh anak tetangganya berinisial Krisna (10) dan Fano (8). Peru_^&ndungn itu diduga dilatarbelakangi dendam karena pernah bersenggolan dengan korban dan ayahnya. Menurut tim kuasa hukum Wawali Armuji, Riski Wahyu Perdana, anak berinisial K (10) diduga menyimpan dendam. "Fano ini hanya menonton saja seperti itu. Yang melakukan memang si K. Karena alasannya si K ini dendam. Dendam karena pernah bersenggolan dengan anak-bapak, seperti itu dalam keterangan BAP." Sebelum dugaan keterlibatan kedua anak itu terungkap, orang tua F disebut sempat menuduh Selaras Abdul, ayah ZAA, sebagai pihak yang membu_^&nuh anaknya sendiri. "Jadi pertamanya itu malah orang tua pelaku itu menuduh Bapak korban yang membu_^&nuh." ujar Riski. Pelaku K telah ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi bukti-bukti, termasuk CCTV. "Karena akhirnya Polrestabes ini secara profesional mengolah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti dan ternyata terungkaplah untuk pelakunya ini anak inisial K seperti itu yang di tim hukum kita. Dengan dukungan bukti itu, CCTV untuk masuk ke rumah ini seperti itu, Pak." Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan kedua anak yang terlibat. Penyidik juga mengumpulkan bukti, melakukan pemeriksaan forensik, serta menggelar rekonstruksi dengan melibatkan Bapas, pekerja sosial, dan pihak terkait. Polisi menetapkan K sebagai anak yang berhadapan dengan hukum dalam perkara itu. Karena K masih berusia 10 tahun, penanganannya mengikuti ketentuan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Setelah rapat pengambilan keputusan, K diputuskan menjalani pembinaan selama 6 bulan di Rumah Perubahan di bawah naungan Pemkot Surabaya. Pembinaan terhadap K akan dievaluasi secara berkala. Selama enam bulan menjalani pembinaan di Rumah Perubahan, K tetap mendapat pendidikan akademik dan rohani, konseling, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan dan makan. Sementara itu, penanganan terhadap F masih berproses dengan mempertimbangkan usia dan kondisi psikologisnya. F yang masih berstatus saksi untuk sementara ditempatkan di pondok pesantren atas persetujuan orang tuanya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan, keputusan itu mempertimbangkan kondisi sosial dan psikologis anak, termasuk hubungan bertetangga dengan keluarga korban. Penempatan itu bertujuan agar F dapat melanjutkan pendidikan sembari menunggu proses penanganan perkara berikutnya. CC : detikjatim” của @ria.teddy.suryawa có 13.423 lượt xem, 84 lượt thích, 23 bình luận, 3 lượt chia sẻ trong số liệu công khai mà chỉ mục này ghi nhận. Tỷ lệ tương tác tương ứng là 0,82% (lượt thích, bình luận và chia sẻ trên lượt xem). Video được đăng hơn hai tuần trước và có thời lượng 0 giây. Video đã được lưu 5 lần.
Dữ liệu tính đến 21 thg 10, 2026 (UTC), từ lần làm mới công khai gần nhất mà chỉ mục này ghi nhận.
- Người theo dõi
- 214.017
- Đang theo dõi
- 9
- Lượt thích
- 4.971.526
- Video
- 1.667
Câu hỏi thường gặp
- Video TikTok này có bao nhiêu lượt xem?
- Bản ghi được lập chỉ mục ở đây cho thấy 13.423 lượt xem, 84 lượt thích và 23 bình luận.
- Ai đã đăng video TikTok này?
- Video được đăng bởi @ria.teddy.suryawa, có liên kết ngay trên trang này.
- Tỷ lệ tương tác của video TikTok này là bao nhiêu?
- Theo các số liệu đã ghi nhận, tỷ lệ tương tác là 0,82% (lượt thích + bình luận + chia sẻ trên lượt xem).
- Video TikTok này được đăng khi nào?
- Video được đăng vào 2026-10-20, hơn hai tuần trước.