İçeriğe geç
TikMonkey

MP4 indirİndirici

Dua sesepuh TNI, Jenderal (Purn) A.H Nasution dan Jenderal (Purn) Soeharto memiliki panda… — @karematullah

Paylaşım tarihi: 24 Eki 2026 (11 gün önce)40 sn2.672 görüntüleme

Video istatistikleri

Son yenilemedeki herkese açık sayılar.

Görüntüleme
2.672
Beğeni
85
Yorum
3
Paylaşım
3
Kaydetme
4
Etkileşim
%3,41
Süre
40 sn
Yayın tarihi
24 Eki 2026

Video analizleri

@karematullah tarafından paylaşılan “Dua sesepuh TNI, Jenderal (Purn) A.H Nasution dan Jenderal (Purn) Soeharto memiliki pandangan yang sama tentang sosok prajurit Indonesia di era saat ini. Jenderal TNI (Purn) A.H Nasution meyakini meski para prajurit saat ini tidak dibesarkan di medan pertempuran, pendidikan yang telah mereka tempuh menjadi bekal cukup sebagai tentara profesional yang mengabdikan sepenuhnya pada kepentingan masyarakat. "Bagaimanapun juga tugas itu bukan bertempur saja, tapi masih banyak pekerjaan terutama pengabdian kepada masyarakat," tutur mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB) tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan Jenderal TNI (Purn) Soeharto saat meresmikan Museum Keprajuritan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menurut Presiden Kedua Republik Indonesia itu, jika mendengar kata-kata “prajurit” terbayang di pikiran tentang peperangan dan kekuatan militer dengan segala peralatan perangnya. Namun bagi bangsa Indonesia, tradisi keprajuritan bukanlah tradisi perang, bukan tradisi militer. “Citra keprajuritan kita lebih luhur dari citra peperangan, lebih luhur dari citra militer. Tradisi keprajuritan kita adalah tradisi patriotisme, tradisi kebangsaan, tradisi cinta tanah air. Semangat keprajuritan kita adalah semangat patriotisme, semangat kebangsaan dan semangat kebangsaan dan semangat cinta tanah air," tegasnya. Menurutnya, prajurit profesional dibutuhkan untuk mendukung perjuangan bangsa menuju kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. “Tradisi keprajuritan pascakemerdekaan bersumber pada tekad membela dan membangun negara Pancasila,” ujarnya. Sebagai prajurit profesional, ABRI setara dengan militer dunia. Namun, Sapta Marga—terutama tiga marga pertama—memberikan watak khas: perjuangan tanpa menyerah demi Pancasila. Marga pertama menyatakan prajurit ABRI adalah warga negara berlandaskan Pancasila. Marga kedua, patriot pembela ideologi negara yang tidak mengenal menyerah. Marga ketiga, kesatria yang bertakwa, menjunjung kejujuran, kebenaran, dan keadilan. #ahnasution #soeharto #pakharto #faktasejarah #tni 📽️ YT/iNews TV Official” TikTok videosu için bu dizinin yakaladığı herkese açık metrikler: 2.672 görüntüleme, 85 beğeni, 3 yorum, 3 paylaşım. Bu, %3,41 etkileşim oranı demek (beğeni, yorum ve paylaşımların görüntülemeye oranı). Video 11 gün önce paylaşıldı ve süresi 40 saniye. Video 4 kez kaydedildi.

Veriler 25 Eki 2026 (UTC) itibarıyladır; bu dizinin yakaladığı son herkese açık yenilemeden alınmıştır.

kariem

@karematullah

Tiada yang abadi, ini akun kedua @allahtempatkembalikita @user76649386707@Soehartolovers

Profili gör
Takipçi
117.991
Takip edilen
3.271
Beğeni
4.417.555
Videolar
3.078

Son videolar

DAHA FAZLASI: @KAREMATULLAH

Bu videodaki hashtag’ler

Bağlantılar bu dizinin içinde kalır.

Sıkça sorulan sorular

Bu TikTok videosu kaç kez izlendi?
Burada dizinlenen kayıtta 2.672 görüntüleme, 85 beğeni ve 3 yorum görünüyor.
Bu TikTok videosunu kim paylaştı?
Videoyu @karematullah paylaştı; hesabın bağlantısı bu sayfada yer alıyor.
Bu TikTok videosunun etkileşim oranı nedir?
Kaydedilen metriklere göre etkileşim oranı %3,41 (beğeni + yorum + paylaşım, görüntülemeye bölünür).
Bu TikTok videosu ne zaman paylaşıldı?
Video 2026-10-24 tarihinde, yani 11 gün önce paylaşıldı.
Bu videoda hangi hashtag’ler kullanılıyor?
Kayıtta 2 hashtag bağlantısı var; ilki #faktasejarah.
Bu TikTok videosunun süresi ne kadar?
Kaydedilen klibin süresi 40 saniye.