Vai al contenuto
TikMonkey

Scarica MP4Scarica video

Kepala Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Herwandi, mengungkap kesaks… — @tribunnews

Pubblicato 21 ott 2026 (8 giorni fa)37 s5957 visualizzazioni

Statistiche del video

Conteggi pubblici dall’ultimo aggiornamento.

Visualizzazioni
5957
Like
70
Commenti
3
Condivisioni
4
Salvataggi
4
Interazione
1,29%
Durata
37 s
Pubblicato
21 ott 2026

Approfondimenti sul video

Il video TikTok «Kepala Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Herwandi, mengungkap kesaksian dramatis saat proses pencarian Sarwanda alias Andut (19), warga yang tewas diterkam buaya di kolong bekas tambang timah, Sabtu (26/9/2026). Korban diterkam buaya berukuran besar saat mencuci timah di atas ponton di kawasan perbatasan Kelurahan Kuto Panji dan Desa Gunung Muda, yang dikenal warga sebagai Kampung Kusam. Peristiwa bermula ketika korban bersama kakaknya, Antana Maramizi alias Udin, sedang beraktivitas mencuci timah sebelum tiba-tiba kaki korban ditarik buaya ke dalam air. "Ya, awalnya kita setelah salat Magrib di rumah, kita mendapatkan kabar dari perangkat setempat. Itu bahwasanya ada melaporkan ada warga kita diterkam buaya. Nah pada saat itu dan kita langsung sigap, kita langsung ke lapangan," kata Herwandi kepada Bangkapos.com, Kamis (1/10/2026). Saat tiba di lokasi, Herwandi mendapati Tim SAR, Polsek Belinyu, sejumlah instansi pemerintah, dan warga telah berada di lokasi untuk melakukan pencarian. Herwandi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kakak korban sempat berusaha menyelamatkan Andut ketika buaya menarik kakinya ke dalam air. "Nah, saat itu dia (korban) lagi mencuci timah dan naik ke ponton, tiba-tiba kakinya ditarik buaya. Nah, sang kakaknya berusaha untuk menyelamatkan," beber Herwandi. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kakak korban kalah tenaga sehingga Andut terseret ke dalam air. Jenazah Sempat Berada di Mulut Buaya Setelah kejadian itu dilaporkan, Tim SAR bersama polisi, pemerintah setempat, dan warga melakukan pencarian di sekitar kolong bekas tambang. Herwandi mengungkapkan, proses pencarian sempat mengalami kendala karena adanya instruksi agar sejumlah lampu senter dimatikan, sebelum akhirnya warga kembali menyalakan lampu untuk membantu pencarian. Pencarian kemudian berlanjut ke bagian kolong lain setelah warga menerima informasi mengenai keberadaan buaya yang membawa korban melalui jalur air. Warga berupaya menutup pintu air menggunakan kayu seadanya untuk membatasi pergerakan buaya dan membantu proses pencarian. Herwandi mengaku melihat langsung kondisi jenazah korban yang saat itu masih berada di mulut buaya. "Nah, mungkin dengan cara ritual, doa kita bersama di sana itu kan, pas di depan saya juga kejadiannya itu, langsung jenazah itu dikembalikan," ujar Herwandi. Meski jenazah korban kemudian terlepas dari mulut buaya, warga sempat khawatir buaya tersebut akan menjadikan jenazah sebagai umpan untuk menarik korban lain. Warga pun terus menyisir area kolong untuk memastikan keberadaan korban, hingga akhirnya seorang tokoh masyarakat bernama Andi Bukuy melihat buaya yang diduga membawa korban telah menjauh. "Nah, salah satu tokoh masyarakat namanya Andi Bukuy, warga Kusam ini, langsung berisyarat kepada kami. Tolong lihat karena buaya itu sudah berpisah. Buayanya sudah jarak jauh, tolong kok dilihat. 'Saya mau terjun.' Nah, ketika dia mau terjun, satu menit tidak sampai ditemukanlah jenazah tersebut," kata Herwandi. Setelah ditemukan, jenazah Andut dievakuasi oleh Tim SAR dan dimasukkan ke kantong jenazah sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Buaya Berhasil Ditangkap Warga Herwandi mengatakan, setelah jenazah korban berhasil dievakuasi, sebagian warga masih bertahan di lokasi karena ingin mencari buaya yang menerkam Andut. Menurutnya, buaya tersebut akhirnya berhasil dikepung dan ditangkap dalam kondisi mati, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar. Herwandi memperkirakan buaya itu memiliki bobot hampir 500 kilogram dengan panjang sekitar enam hingga tujuh meter.» di @tribunnews ha totalizzato 5957 visualizzazioni, 70 like, 3 commenti, 4 condivisioni nelle metriche pubbliche rilevate da questo indice. Il tasso di interazione è pari a 1,29% (like, commenti e condivisioni rispetto alle visualizzazioni). È stato pubblicato 8 giorni fa e dura 37 secondi. È stato salvato 4 volte.

Dati aggiornati al 21 ott 2026 (UTC), dall’ultimo aggiornamento pubblico acquisito da questo indice.

Tribunnews

@tribunnews · Verificato

#MataLokalMenjangkauIndonesia 🇮🇩

Vedi profilo
Follower
5.562.787
Seguiti
32
Like
149.802.509
Video
12.545

Video recenti

ALTRI VIDEO DI @TRIBUNNEWS

Domande frequenti

Quante visualizzazioni ha questo video TikTok?
L’acquisizione indicizzata qui riporta 5957 visualizzazioni, 70 like e 3 commenti.
Chi ha pubblicato questo video TikTok?
È stato pubblicato da @tribunnews, il cui profilo è collegato da questa pagina.
Qual è il tasso di interazione di questo video TikTok?
Sulla base delle metriche acquisite, il tasso di interazione è pari a 1,29% (like + commenti + condivisioni rispetto alle visualizzazioni).
Quando è stato pubblicato questo video TikTok?
È stato pubblicato il 2026-10-21, 8 giorni fa.
Quanto dura questo video TikTok?
La clip acquisita dura 37 secondi.