Vai al contenuto
TikMonkey

Questa acquisizione non segnala alcun contenuto riproducibile per il video 7691658839686434054; i metadati pubblici qui sotto restano comunque indicizzati.

Cerita dari ibu korban, Diah Indriyanti, 36, ibu Muhammad Al Hasbi Aqib, 7, menuturkan ko… — @fyppemalang

Pubblicato 1 ott 2026 (più di due settimane fa)0 s765.078 visualizzazioni

Statistiche del video

Conteggi pubblici dall’ultimo aggiornamento.

Visualizzazioni
765.078
Like
21.437
Commenti
3240
Condivisioni
3588
Salvataggi
1751
Interazione
3,69%
Durata
0 s
Pubblicato
1 ott 2026

Approfondimenti sul video

Il video TikTok «Cerita dari ibu korban, Diah Indriyanti, 36, ibu Muhammad Al Hasbi Aqib, 7, menuturkan kondisi putranya sebelum meninggal dunia. Kepada wartawan di rumah duka, Kamis siang (1/10/2026), Diah menceritakan perubahan kondisi Aqib hingga dugaan kekerasan yang disebut baru diungkapkan anaknya saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Menurut Diah, Aqib yang baru menginjak kelas 2 SD itu biasanya ceria. Namun sebelum menjalani perawatan, perilakunya berubah. Ia menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bercerita kepada orang tuanya. "Dia itu pendiam, enggak cerita. Cerita-cerita itu pas kebuka di dokter," kata Diah. Diah mengatakan, Aqib kemudian menjalani pemeriksaan, termasuk rontgen dan USG. Saat itu, pihak rumah sakit menyampaikan adanya peradangan. Aqib juga sempat mengalami kesulitan buang air besar dan buang air kecil. Saat diperiksa dokter, Aqib kemudian menceritakan kepada ibunya bahwa dirinya diduga dipukul pada bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu oleh kakak kelas. "Katanya dipukul perut, ada yang mendep pakai sepatu," ujar Diah. Kronologi Aqib Sakit hingga Meninggal Diah mengatakan perubahan kondisi Aqib mulai terlihat sebelum anaknya menjalani perawatan di rumah sakit. Pola makan dan aktivitas sehari-harinya disebut berubah. Namun, selama berada di rumah, Aqib tidak menceritakan apa yang dialaminya. Kondisinya kemudian membuat keluarga membawa Aqib ke RSUD dr M Ashari Pemalang pada Kamis, 17 September 2026. Selama menjalani perawatan, Aqib mengalami sakit pada bagian perut. Ia juga muntah, tidak berselera makan, serta mengalami kesulitan buang air besar dan buang air kecil. Menurut Diah, Aqib bahkan sempat tidak BAB dan tidak buang air kecil selama empat hari. Setelah menjalani perawatan, ia kemudian mengalami BAB berdarah. "Perut sama seluruh badan itu kalau diangkat nangis, kesakitan," kata Diah. Diah juga mengatakan terdapat memar berwarna biru pada bagian perut dan kaki Aqib. Selama dirawat, Aqib disebut tidak mampu berjalan dan harus dibantu ketika hendak dipindahkan. Setelah sembilan hari menjalani perawatan, ia diperbolehkan pulang. Namun, kepulangan itu tidak membuat kondisi Aqib sepenuhnya membaik. Menurut Diah, Aqib berada di rumah sekitar tiga hari. Setelah itu, sakit kembali dirasakan dan kondisinya semakin memburuk. Keluarga kemudian berusaha membawa Aqib kembali ke rumah sakit. Diah mengatakan mereka sempat mencari rumah sakit karena sejumlah rumah sakit di Pemalang disebut penuh. Saat itu, Diah masih sempat berkomunikasi dengan putranya. Namun Aqib sudah tidak mampu berjalan. Kondisinya kemudian semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026. Keluarga Kecewa dengan Sekolah Setelah mengetahui cerita dari putranya, Diah bersama suaminya mendatangi SD Negeri 1 Kebondalem Pemalang untuk meminta penjelasan mengenai dugaan kekerasan tersebut. Diah mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Aqib diduga mengalami kekerasan di sekolah. Ia justru mendengar informasi itu dari ibu-ibu lainnya. Menurut Diah, pihak sekolah juga tidak langsung menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut kepada keluarga. Ia mengatakan informasi mengenai Aqib yang dibawa ke rumah sakit baru disampaikan melalui grup sekolah setelah anaknya pulang dari rumah sakit. Hal itu membuat Diah kecewa. Meski demikian, Diah mengatakan dirinya bersama suami tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut. Ia berharap ada pertemuan dengan pihak-pihak terkait sehingga persoalan bisa dibicarakan secara baik-baik. "Kalau sudah saling ketemu, minta maaf mungkin, saya juga sama suami ya silaturahmi. Enggak mau ribut, enggak mau panjang-panjang," ujar Diah. Menurut Diah, hingga Kamis siang belum ada pertemuan antara keluarga dengan orang tua siswa yang disebut dalam cerita Aqib. Keluarga berharap dugaan perundungan yang dialami Aqib dapat diusut. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak dialami siswa lain. #Pemalang #Kebondalem #beritaviral #berandatiktok #beritaviraltiktok» di @fyppemalang ha totalizzato 765.078 visualizzazioni, 21.437 like, 3240 commenti, 3588 condivisioni nelle metriche pubbliche rilevate da questo indice. Il tasso di interazione è pari a 3,69% (like, commenti e condivisioni rispetto alle visualizzazioni). È stato pubblicato più di due settimane fa e dura 0 secondi. È stato salvato 1751 volte.

Dati aggiornati al 21 ott 2026 (UTC), dall’ultimo aggiornamento pubblico acquisito da questo indice.

FYP_Pemalang

@fyppemalang

𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐕𝐢𝐫𝐚𝐥-𝐕𝐢𝐫𝐚𝐥 𝐃𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐤𝐢𝐭𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘔

Vedi profilo
Follower
51.504
Seguiti
59
Like
5.039.935
Video
600

Video recenti

ALTRI VIDEO DI @FYPPEMALANG

Hashtag in questo video

I link restano all’interno di questo indice.

Domande frequenti

Quante visualizzazioni ha questo video TikTok?
L’acquisizione indicizzata qui riporta 765.078 visualizzazioni, 21.437 like e 3240 commenti.
Chi ha pubblicato questo video TikTok?
È stato pubblicato da @fyppemalang, il cui profilo è collegato da questa pagina.
Qual è il tasso di interazione di questo video TikTok?
Sulla base delle metriche acquisite, il tasso di interazione è pari a 3,69% (like + commenti + condivisioni rispetto alle visualizzazioni).
Quando è stato pubblicato questo video TikTok?
È stato pubblicato il 2026-10-01, più di due settimane fa.
Quali hashtag vengono usati in questo video?
L’acquisizione collega 3 hashtag, a partire da #berandatiktok.