Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 170.003
- Suka
- 7.719
- Komentar
- 200
- Dibagikan
- 724
- Disimpan
- 431
- Interaksi
- 5,08%
- Durasi
- 69 dtk
- Diposting
- 23 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @detikjabar “Seorang petani hutan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar, Darsa atau akrab disapa Dodo (51), menyelamatkan bayi surili yang terjebak di tengah kebakaran hutan Puncak Dulang Gunung Ciremai. Bayi primata endemik Jawa ini ditemukan lemas saat api mulai mengepung pohon tempatnya berlindung. Dodo memaparkan bahwa ia menemukan bayi tersebut pada Kamis malam (22/10) sekitar pukul 23.00 WIB saat sedang berjibaku memadamkan api di Gunung Dulang ketinggian 1.600 mdpl. Saat memadamkan api tersebut, Dodo mendengar suara hewan merintih. Karena penasaran, Dodo kemudian mendekati suara tersebut dan melihat seekor anak surili berwarna putih sedang sendirian di tengah kobaran api. "Kan ada beberapa pohon yang kering tuh besar tinggi bisa 30 meteran. Jadi saya kan nggak mampu memadamkan karena itu harus dipotong dulu. Pohonnya harus ditebang, dirobohkan baru di clear-kan apinya dan diambil surlilinya. Waktu ditemukan nempel terus di dahan, kondisinya lemas. Mungkin sudah lama tidak menyusu dan sesak napas karena asap," tutur tutur Dodo usia turun dari area kebakaran, Jumat (23/10/2026). Dodo kemudian membawa bayi surili tersebut ke tempat aman untuk mendapatkan perawatan darurat. Upaya penyelamatan ini berbuah manis pada Jumat pagi. Saat sudah membaik, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Dodo mencoba mencari keberadaan kelompok surili di sekitar lokasi penemuan untuk dikembalikan ke habitatnya. "Anaknya bunyi terus, lalu induknya menyahut dan datang mendekat. Akhirnya saya lepasliarkan lagi, diambil induknya dan kembali ke kelompoknya. Titik pertemuan induk dan anak ini berada sekitar 300 meter dari lokasi awal penemuan," tutur Dodo. Baca selengkapnya di detikjabar.com #detikjabar #gunungciremai #surili #karhutla” memiliki 170.003 tayangan, 7.719 suka, 200 komentar, 724 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 5,08% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting 10 hari yang lalu dan berdurasi 1 menit, 9 detik. Video ini telah disimpan 431 kali.
Data per 26 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 265.844
- Mengikuti
- 13
- Suka
- 12.165.653
- Video
- 3.671
Video Terbaru
697tayangan18suka2komentar7 hari yang lalu@detikjabar 10,7 rbtayangan397suka26komentar7 hari yang lalu@detikjabar 1,5 rbtayangan14suka2komentar7 hari yang lalu@detikjabar 1,6 rbtayangan25suka0komentar7 hari yang lalu@detikjabar 38 rbtayangan485suka97komentar7 hari yang lalu@detikjabar 10,6 rbtayangan615suka23komentar8 hari yang lalu@detikjabar 29,9 rbtayangan328suka9komentar8 hari yang lalu@detikjabar 5,9 rbtayangan40suka1komentar8 hari yang lalu@detikjabar 4,9 rbtayangan58suka6komentar8 hari yang lalu@detikjabar 4,7 rbtayangan54suka0komentar8 hari yang lalu@detikjabar 4,3 rbtayangan64suka3komentar9 hari yang lalu@detikjabar 4,5 rbtayangan87suka3komentar9 hari yang lalu@detikjabar
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 170.003 tayangan, 7.719 suka, dan 200 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @detikjabar, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 5,08% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-23, 10 hari yang lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 2 hashtag, dimulai dari #gunungciremai.
- Berapa lama durasi video TikTok ini?
- Klip yang dicatat berdurasi 1 menit, 9 detik.