Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 596.528
- Suka
- 31.412
- Komentar
- 373
- Dibagikan
- 3.190
- Disimpan
- 1.961
- Interaksi
- 5,86%
- Durasi
- 31 dtk
- Diposting
- 22 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @daaitvindonesia “📹 PELINDUNG ALAM (Yt: DAAI TV Indonesia) Bayangkan, makanan yang sudah dijaga nenek moyang selama ratusan tahun, perlahan mulai ditinggalkan. Inilah yang dialami Padi Payo, warisan leluhur masyarakat Desa Lempur, Kerinci, Jambi. Padi khas ini bisa tumbuh setinggi 1,4 meter dan membutuhkan waktu 7–8 bulan untuk dipanen. Berasnya punya bentuk bulat, aroma khas, rasa manis, dan tekstur lengket. Bahkan, cukup disantap dengan parutan kelapa saja sudah nikmat. Tak heran, masyarakat setempat begitu bangga dengan nasi peninggalan leluhur mereka ini. Namun, di balik keistimewaannya, ada kenyataan yang menyedihkan. Masa panen yang panjang membuat Padi Payo semakin sulit bersaing dengan varietas padi lain yang lebih cepat menghasilkan dan menguntungkan petani. Hasil panen yang dulunya bisa mencapai ratusan karung pun kini semakin sedikit. Bagi masyarakat setempat, kehilangan Padi Payo bukan cuma kehilangan makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan sejarah mereka. Bahkan, seorang warga menggambarkannya seperti anak yang kehilangan ibu. Kalau warisan ratusan tahun ini sampai hilang hanya karena kalah secara ekonomi, menurut kalian siapa yang seharusnya ikut bertanggung jawab menjaganya? #kerinci #warisanbudaya #pelindungalamdaaitv #daaitv #menggerakkankebaikan” memiliki 596.528 tayangan, 31.412 suka, 373 komentar, 3.190 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 5,86% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting 10 hari yang lalu dan berdurasi 31 detik. Video ini telah disimpan 1.961 kali.
Data per 25 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 2.032.398
- Mengikuti
- 58
- Suka
- 157.706.799
- Video
- 2.135
Video Terbaru
125,5 rbtayangan4,8 rbsuka45komentar9 hari yang lalu@daaitvindonesia 88,6 rbtayangan5,5 rbsuka355komentar10 hari yang lalu@daaitvindonesia 185,7 rbtayangan30,2 rbsuka1,5 rbkomentar11 hari yang lalu@daaitvindonesia 5,5 rbtayangan345suka9komentar11 hari yang lalu@daaitvindonesia 26,1 rbtayangan2,3 rbsuka67komentar11 hari yang lalu@daaitvindonesia 37,9 rbtayangan2,1 rbsuka77komentar12 hari yang lalu@daaitvindonesia 2,8 rbtayangan98suka3komentar13 hari yang lalu@daaitvindonesia 2,1 rbtayangan92suka2komentar13 hari yang lalu@daaitvindonesia 19 rbtayangan1,2 rbsuka6komentar14 hari yang lalu@daaitvindonesia 9,1 rbtayangan381suka4komentar18 hari yang lalu@daaitvindonesia 20,1 rbtayangan1,7 rbsuka42komentar18 hari yang lalu@daaitvindonesia 42,2 rbtayangan2,5 rbsuka56komentar18 hari yang lalu@daaitvindonesia
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 596.528 tayangan, 31.412 suka, dan 373 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @daaitvindonesia, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 5,86% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-22, 10 hari yang lalu.
- Berapa lama durasi video TikTok ini?
- Klip yang dicatat berdurasi 31 detik.