Lewati ke konten
TikMonkey

Unduh MP4Pengunduh

Viral di TikTok hingga Jadi Ladang Rezeki, Sabana Waduk Cengklik Ramai Diserbu Warga Kawa… — @tribunnews

Diposting 17 Okt 2026 (lebih dari dua minggu lalu)487 dtk73.578 tayangan

Lebih banyak dari @tribunnews

Statistik video

Jumlah publik dari pembaruan terakhir.

Tayangan
73.578
Suka
600
Komentar
10
Dibagikan
57
Disimpan
62
Interaksi
0,91%
Durasi
487 dtk
Diposting
17 Okt 2026

Wawasan video

Video TikTok @tribunnews “Viral di TikTok hingga Jadi Ladang Rezeki, Sabana Waduk Cengklik Ramai Diserbu Warga Kawasan Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini menarik perhatian warga setelah sebagian dasar waduk berubah menjadi hamparan rumput hijau menyerupai sabana. Fenomena itu terjadi akibat menyusutnya debit air waduk pada musim kemarau. Area yang sebelumnya terendam air kini berubah menjadi tempat warga untuk berjalan-jalan, berfoto, hingga menikmati suasana sore. Tim Tribun-Video.com melihat langsung kondisi Waduk Cengklik pada Jumat (16/10/2026) sore. Alih-alih hamparan air, sebagian dasar waduk kini dipenuhi rerumputan hijau yang dapat dikunjungi warga. Pemandangan tersebut juga menarik perhatian masyarakat setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Rini, pengunjung asal Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah mengaku pertama kali datang ke Sabana Waduk Cengklik setelah mengetahui kawasan tersebut melalui TikTok. “Baru pertama kali, info dari TikTok, penasaran ingin tahu gimana suasana di sini,” ujar Rini. Namun, perjalanan menuju lokasi ternyata tidak semudah yang dibayangkannya. Rini mengaku sempat tersesat hingga tiga kali karena akses jalan menuju kawasan sabana cukup sempit dan berkelok. “Ternyata jalannya kurang besar,” ungkap wanita berusia 58 tahun tersebut. Meski demikian, Rini mengaku senang setelah tiba di lokasi karena suasananya sejuk dan pemandangannya menarik. “Senang, hawanya sejuk, melihatnya juga enak, tiketnya murah Rp5.000 sudah sama parkir, merakyat lah tiketnya,” katanya. Ia juga menilai harga jajanan yang dijual di sekitar kawasan sabana masih terjangkau. “Jajanannya murah dan terjangkau juga di kita,” tambahnya. Rini bahkan berencana kembali mengunjungi kawasan tersebut bersama keluarga dan tetangganya. “Saya mau ajak anak cucu dan tetangga di perumahan, biar penasaran dan fotonya kasih tahu, biar pada penasaran dan ke sini,” ujarnya. Ramainya pengunjung turut memberikan keuntungan bagi pedagang yang mulai berjualan di sekitar kawasan sabana. Yoko Ristanto, pedagang siomay asal Boyolali, mengaku baru tiga hari berjualan di lokasi tersebut setelah tempat itu viral sekitar dua minggu terakhir. Sebelumnya, ia biasa berjualan di sekitar Bandara Adi Soemarmo, Solo. “Biasanya jualan dekat bandara, lalu pindah ke sini karena pelanggannya banyak di sini, yang pelanggan nongkrong anak muda pada pindah ke sini, jadi ya ikut ke sini,” ungkap Yoko. Perpindahan lokasi tersebut berdampak pada peningkatan penjualannya. “Alhamdulillah omzet naik karena pengaruh viral, biasanya satu dandang habis sampai jam 10 malam, tapi karena di sini jam 5 sudah habis, dan satu jam habis,” katanya. Menurut Yoko, jumlah pengunjung paling banyak datang pada akhir pekan. “Pengunjung ramai di hari Sabtu dan Minggu, itu paling ramai karena weekend,” ujarnya. Ia berharap ramainya kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya. “Ya meningkatkan UMKM untuk warga sekitar,” tambahnya. Sementara itu, waktu yang cocok untuk mengunjungi Sabana Waduk Cengklik yakni sekitar pukul 16.00 hingga 17.45 WIB. Pada waktu tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih sejuk sekaligus menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Meski ramai dikunjungi, hamparan sabana ini merupakan fenomena musiman yang bergantung pada kondisi debit air waduk. Ketika musim hujan tiba dan debit air kembali meningkat, kawasan yang kini ditumbuhi rerumputan berpotensi kembali terendam.(*)” memiliki 73.578 tayangan, 600 suka, 10 komentar, 57 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 0,91% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 8 menit, 7 detik. Video ini telah disimpan 62 kali.

Data per 19 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.

Tribunnews

@tribunnews · Terverifikasi

#MataLokalMenjangkauIndonesia 🇮🇩

Lihat profil
Pengikut
5.562.787
Mengikuti
32
Suka
149.802.509
Video
12.545

Video Terbaru

VIDEO LAINNYA DARI @TRIBUNNEWS

Pertanyaan umum

Berapa tayangan video TikTok ini?
Data yang diindeks di sini mencatat 73.578 tayangan, 600 suka, dan 10 komentar.
Siapa yang memposting video TikTok ini?
Video ini diposting oleh @tribunnews, yang ditautkan dari halaman ini.
Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 0,91% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
Kapan video TikTok ini diposting?
Video ini diposting pada 2026-10-17, lebih dari dua minggu lalu.
Berapa lama durasi video TikTok ini?
Klip yang dicatat berdurasi 8 menit, 7 detik.