Lewati ke konten
TikMonkey

Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7697576266572074260; metadata publik di bawah tetap diindeks.

WONOSOBO – Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi teledor sepasang orang tua pendaki. De… — @nuraffan2

Diposting 17 Okt 2026 (lebih dari dua minggu lalu)0 dtk53.064 tayangan

Statistik video

Jumlah publik dari pembaruan terakhir.

Tayangan
53.064
Suka
216
Komentar
29
Dibagikan
13
Disimpan
32
Interaksi
0,49%
Durasi
0 dtk
Diposting
17 Okt 2026

Wawasan video

Video TikTok @nuraffan2 “WONOSOBO – Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi teledor sepasang orang tua pendaki. Demi mengejar ambisi mencapai puncak (summit), mereka tega meninggalkan anak balitanya sendirian di dalam tenda di Gunung Prau. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026 ini memicu kecaman luas setelah rekaman video tangisan histeris sang bocah viral di berbagai platform media sosial. Anak kecil yang malang tersebut dilaporkan menangis sendirian tanpa pengawasan orang dewasa selama lebih dari satu jam. Beruntung, suara tangisan yang memilukan itu didengar oleh rombongan pendaki lain yang sedang melintas. Tanpa ragu, para pendaki baik hati ini langsung masuk ke dalam tenda untuk menenangkan dan menemani sang balita hingga orang tuanya kembali dari puncak. "Kirain Deket" – Alasan Klasik yang Menuai Kecaman Setelah menuai gelombang kritik pedas dari netizen yang geram, sang ayah akhirnya muncul ke publik. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ia mendatangi basecamp Gunung Prau untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun resmi pengelola (@ranger_prau). Dalam klarifikasinya, sang ayah membeberkan kronologi di balik insiden tersebut. Ia mengaku bahwa sebelum berangkat summit, anaknya sedang tertidur pulas. Mereka juga mengklaim telah menitipkan sang anak kepada teman rombongannya yang mendirikan tenda tepat di sebelah mereka. Namun, rencana tidak berjalan mulus. Saat sang balita terbangun dan menangis ketakutan, teman yang dititipi ternyata ikut tertidur pulas di tenda sebelah, sehingga sama sekali tidak mendengar suara tangisan tersebut. Lebih mencengangkan lagi, sang ayah mengaku salah memperhitungkan waktu perjalanan. "Kirain deket," ujarnya. Ego untuk melihat matahari terbit di puncak membuat mereka mengabaikan fakta bahwa jalur pendakian dan waktu tempuh gunung bisa berubah tergantung situasi, hingga akhirnya meninggalkan anak mereka jauh lebih lama dari yang diperkirakan. Tamparan Keras untuk Tren Family Trekking Insiden ini menjadi tamparan keras sekaligus alarm bagi komunitas pendaki, khususnya yang kerap membawa anak-anak atau menerapkan tren family trekking. Pihak pengelola Gunung Prau dan para pencinta alam mengingatkan kembali bahwa gunung bukanlah tempat bermain biasa. Membawa anak kecil ke alam bebas membutuhkan persiapan matang, kedewasaan emosional, dan yang terpenting: menurunkan ego. Keselamatan dan kondisi psikologis anak harus selalu menjadi prioritas utama di atas ambisi mencapai puncak tertinggi. Saat ini, sang ayah telah mengakui kelalaiannya dan berterima kasih kepada para pendaki yang telah menyelamatkan mental anaknya dari trauma yang lebih dalam. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh orang tua agar tidak menggadaikan keselamatan anak demi sebuah konten atau kebanggaan semu di puncak gunung. #prau #gunungprau #jejakpendaki #balita #fypppppppppppppppppppppppp” memiliki 53.064 tayangan, 216 suka, 29 komentar, 13 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 0,49% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 32 kali.

Data per 17 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.

Nur Affan

@nuraffan2

nuraffan

Lihat profil
Pengikut
59.832
Mengikuti
6.095
Suka
2.892.538
Video
2.266

Hashtag di video ini

Tautan tetap berada di dalam indeks ini.

Pertanyaan umum

Berapa tayangan video TikTok ini?
Data yang diindeks di sini mencatat 53.064 tayangan, 216 suka, dan 29 komentar.
Siapa yang memposting video TikTok ini?
Video ini diposting oleh @nuraffan2, yang ditautkan dari halaman ini.
Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 0,49% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
Kapan video TikTok ini diposting?
Video ini diposting pada 2026-10-17, lebih dari dua minggu lalu.
Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
Data yang dicatat menautkan 1 hashtag, dimulai dari #fypppppppppppppppppppppppp.