Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7697241631199644935; metadata publik di bawah tetap diindeks.
Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 10.616
- Suka
- 275
- Komentar
- 12
- Dibagikan
- 6
- Disimpan
- 13
- Interaksi
- 2,76%
- Durasi
- 0 dtk
- Diposting
- 16 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @kompascom “Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengidentifikasi tujuh perusahaan di Indonesia yang diduga memicu masalah karhutla, sehingga asapnya menyebar ke Singapura. Dalam keterangannya, NEA mengatakan bahwa kebakaran tersebut diduga terjadi di lahan konsesi tuju perusahaan itu. Ketujuh perusahaan tersebut ialah: 1. PT Bumi Andalas Permai 2. PT Bumi Mekar Hijau 3. PT Paramitra Mulia Langgeng 4. PT Sumatera Alam Anugerah 5. PT SBA Wood Industries 6. PT Hutan Lestari Raya 7. PT Bangkanesia NEA telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Tindakan Pencegahan kepada perusahaan-perusahaan tersebut berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act/THPA). Mereka diminta mengerahkan petugas pemadam untuk memadamkan api, menghentikan atau tidak memulai pembakaran lahan, serta menyerahkan rencana penanganan kebakaran dan pencegahan kepada NEA agar peristiwa serupa tidak terulang. "NEA menegaskan akan terus mengambil tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran kabut asap lintas batas yang berdampak pada Singapura," tulis NEA dalam siaran pers, Jumat (16/10/2026). Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Kamis (15/10/2026) mengatakan, pemerintahnya sedang menyelidiki perusahaan yang mungkin bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia yang memperburuk kabut asap, sehingga mengakibatkan adanya kabut asap lintas batas. Sumber: National Environtment Agency Singapore, CNA ~R #Karhutla #Singapura #Global” memiliki 10.616 tayangan, 275 suka, 12 komentar, 6 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 2,76% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 13 kali.
Data per 17 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 7.274.564
- Mengikuti
- 24
- Suka
- 400.216.489
- Video
- 25.376
Video Terbaru
9 rbtayangan265suka15komentar16 hari yang lalu@kompascom 4,6 rbtayangan116suka2komentar16 hari yang lalu@kompascom 7,6 rbtayangan131suka15komentar16 hari yang lalu@kompascom 7,2 rbtayangan119suka1komentar16 hari yang lalu@kompascom 15,2 rbtayangan501suka15komentar17 hari yang lalu@kompascom 8,2 rbtayangan304suka15komentar17 hari yang lalu@kompascom 8,6 rbtayangan401suka4komentar17 hari yang lalu@kompascom 14,2 rbtayangan347suka37komentar17 hari yang lalu@kompascom 8,4 rbtayangan162suka20komentar17 hari yang lalu@kompascom 11,4 rbtayangan106suka3komentar17 hari yang lalu@kompascom 10,8 rbtayangan126suka9komentar17 hari yang lalu@kompascom 19 rbtayangan619suka117komentar17 hari yang lalu@kompascom
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 10.616 tayangan, 275 suka, dan 12 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @kompascom, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 2,76% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-16, lebih dari dua minggu lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 3 hashtag, dimulai dari #global.