Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 15.510
- Suka
- 126
- Komentar
- 3
- Dibagikan
- 14
- Disimpan
- 6
- Interaksi
- 0,92%
- Durasi
- 30 dtk
- Diposting
- 15 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @bpostonline “MARABAHAN - Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menyisakan duka bagi keluarga Nor Budiani (51). Ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, itu meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit di Banjarmasin. Sebelum meninggal, Budiani diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Dalam beberapa pekan terakhir, ia juga mengalami batuk-batuk yang kembali kambuh di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan tempat tinggalnya. Kondisi kesehatannya disebut terus menurun. Ia juga kehilangan nafsu makan. Putri Budiani, Lestari, mengatakan ibunya sempat mengalami batuk berulang dalam beberapa minggu terakhir. Ia bahkan telah menyarankan sang ibu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi ajakan tersebut ditolak. “Sebelumnya memang Mama ini ada riwayat asma. Beberapa minggu ke belakang beliau batuk-batuk, kambuh. Saya ajak periksa ke rumah sakit, tapi Mama tidak mau. Pakai obat apotek saja katanya,” ujar Lestari saat ditemui, Rabu (14/10/2026) siang. Lestari mengingat, ibunya juga sempat mengeluhkan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka yang dipenuhi kabut asap. Kebakaran lahan yang terjadi di sekitar permukiman membuat asap kerap menyelimuti kawasan tersebut. “Kalau kata Mama memang di sini kabut banget, banyak api juga, kebakaran di depan sana,” katanya. Saat menceritakan kondisi sang ibu, Lestari tampak menahan air mata. Ia menduga kondisi lingkungan yang dipenuhi asap turut memengaruhi kesehatan ibunya, meski penyebab pasti kematian Budiani belum diketahui. “Mungkin karena pengaruh itu juga Mama kayaknya…. (meninggal dunia,red),” ucapnya lirih. Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman #bpost #banjarmasinpost #tribunnetwork” memiliki 15.510 tayangan, 126 suka, 3 komentar, 14 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 0,92% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 30 detik. Video ini telah disimpan 6 kali.
Data per 16 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 1.499.407
- Mengikuti
- 19
- Suka
- 60.975.377
- Video
- 10.661
Video Terbaru
4,9 rbtayangan117suka1komentar17 hari yang lalu@bpostonline 23 rbtayangan328suka12komentar17 hari yang lalu@bpostonline 18,2 rbtayangan157suka9komentar17 hari yang lalu@bpostonline 13,8 rbtayangan167suka0komentar17 hari yang lalu@bpostonline 2,2 rbtayangan25suka0komentar17 hari yang lalu@bpostonline 15,8 rbtayangan119suka7komentar17 hari yang lalu@bpostonline 3,3 rbtayangan34suka0komentar17 hari yang lalu@bpostonline 11,6 rbtayangan91suka2komentar17 hari yang lalu@bpostonline 7,4 rbtayangan123suka3komentar18 hari yang lalu@bpostonline 3 rbtayangan44suka0komentar18 hari yang lalu@bpostonline 3,7 rbtayangan66suka0komentar18 hari yang lalu@bpostonline 9,1 rbtayangan122suka5komentar18 hari yang lalu@bpostonline
Hashtag di video ini
Tautan tetap berada di dalam indeks ini.
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 15.510 tayangan, 126 suka, dan 3 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @bpostonline, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 0,92% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-15, lebih dari dua minggu lalu.
- Hashtag apa saja yang dipakai di video ini?
- Data yang dicatat menautkan 1 hashtag, dimulai dari #tribunnetwork.
- Berapa lama durasi video TikTok ini?
- Klip yang dicatat berdurasi 30 detik.