Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7696426825836268852; metadata publik di bawah tetap diindeks.
Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 7.210
- Suka
- 82
- Komentar
- 29
- Dibagikan
- 2
- Disimpan
- 5
- Interaksi
- 1,57%
- Durasi
- 0 dtk
- Diposting
- 14 Okt 2026
Wawasan video
Video TikTok @ayobandungcom “Di tengah kemacetan yang kian membelit Kota Bandung, kepastian operasional proyek Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung dan jaringan angkot feeder senilai Rp633 miliar kini berada di titik penting. Tanpa alokasi anggaran operasional yang jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027, keberlanjutan layanan transportasi publik terpadu tersebut terancam tidak dapat berjalan secara optimal. Untuk mengoperasikan keseluruhan program BRT dan jaringan feeder, dibutuhkan dana operasional sekitar Rp633 miliar. Berdasarkan skema pembiayaan yang diumumkan pemerintah, porsi anggaran tersebut dibagi ke dalam beberapa kewajiban daerah: Pemerintah Kota Bandung menanggung 42,9% atau sekitar Rp257 miliar dalam APBD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung 30,9% atau sebesar Rp185 miliar dan Pemerintah Kabupaten di Cekungan Bandung menanggung sisa kewajiban pembiayaan operasional lainnya. Koordinator Politik dan Kebijakan Demokrasi Kita, Alia Sarastita, menegaskan pentingnya mengawal secara ketat pemenuhan komitmen anggaran sebesar Rp257 miliar di APBD Kota Bandung dan Rp185 miliar di APBD Jabar agar layanan transportasi publik tidak terhenti hanya pada pembangunan fisik semata. Pembangunan fisik infrastruktur tidak akan berdampak nyata jika tidak dibarengi dengan kepastian pembiayaan operasional yang berkelanjutan. Akademisi ITENAS, Dr. Ratna Agustina, menekankan bahwa mobilitas yang layak, mudah, bebas, dan nyaman adalah hak masyarakat. Pemerintah dituntut memiliki political will untuk menganggarkan subsidi transportasi umum, sebagaimana praktik baku di berbagai negara maju. Menurutnya, penyediaan angkutan saja tidak cukup tanpa jaminan aksesibilitas dan keberlanjutan layanan bagi publik. Baca selengkapnya di Ayobandung.com Penulis: Septina Ayu Handayani” memiliki 7.210 tayangan, 82 suka, 29 komentar, 2 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,57% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 5 kali.
Data per 16 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 580.061
- Mengikuti
- 12
- Suka
- 29.234.273
- Video
- 3.773
Video Terbaru
512tayangan19suka0komentar22 hari yang lalu@ayobandungcom 35,9 rbtayangan296suka12komentar22 hari yang lalu@ayobandungcom 29,8 rbtayangan154suka4komentar22 hari yang lalu@ayobandungcom 101,6 rbtayangan760suka20komentar22 hari yang lalu@ayobandungcom 7,1 rbtayangan80suka8komentar22 hari yang lalu@ayobandungcom 81 rbtayangan1,5 rbsuka205komentar23 hari yang lalu@ayobandungcom 73,8 rbtayangan1,6 rbsuka152komentar23 hari yang lalu@ayobandungcom 13,5 rbtayangan165suka27komentar23 hari yang lalu@ayobandungcom 3,7 rbtayangan73suka1komentar23 hari yang lalu@ayobandungcom 99,1 rbtayangan1,8 rbsuka272komentar24 hari yang lalu@ayobandungcom 49,2 rbtayangan1 rbsuka134komentar24 hari yang lalu@ayobandungcom 4,8 rbtayangan47suka3komentar25 hari yang lalu@ayobandungcom
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 7.210 tayangan, 82 suka, dan 29 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @ayobandungcom, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,57% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-10-14, lebih dari dua minggu lalu.