Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7688988065842334997; metadata publik di bawah tetap diindeks.
Statistik video
Jumlah publik dari pembaruan terakhir.
- Tayangan
- 3.796
- Suka
- 53
- Komentar
- 0
- Dibagikan
- 0
- Disimpan
- 1
- Interaksi
- 1,4%
- Durasi
- 0 dtk
- Diposting
- 24 Sep 2026
Wawasan video
Video TikTok @jejakbackpacker “Kemunculan daratan baru di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Selat Sunda, menjadi sorotan di media sosial. Daratan seluas sekitar 30,3 hektare tersebut bahkan disebut sebagai cucu krakatau. Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan penyebab munculnya daratan baru di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung. Menurut Daryono, daratan tersebut bukan gunung api baru yang dapat disebut sebagai "cucu Krakatau", melainkan hasil akumulasi material vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. "Daratan ini bukanlah gunung api independen, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengendap di laut," kata Daryono, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, terbentuknya daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung dipengaruhi kombinasi faktor geologis dan oseanografis. Dia menjelaskan dasar laut di area kaldera purba sisa letusan Krakatau pada 1883 tergolong dangkal. Arus dapat memindahkan material vulkanik dan hasil erosi yang lebih ringan ke titik-titik perairan yang lebih tenang hingga akhirnya mengendap secara permanen. Meski demikian, Daryono menyebut daratan tersebut masih berpotensi hilang kembali. Keberadaannya bergantung pada keseimbangan antara aktivitas vulkanik dan proses erosi alam. Jika Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi, pasokan material vulkanik baru dapat membuat daratan tersebut semakin meluas. Sc: kompastv #gununganakkrakatau #gunungindonesia #jejakbackpacker” memiliki 3.796 tayangan, 53 suka, 0 komentar, 0 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,4% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting lebih dari dua minggu lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 1 kali.
Data per 17 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.
- Pengikut
- 33.388
- Mengikuti
- 39
- Suka
- 2.185.481
- Video
- 1.472
Video Terbaru
911tayangan25suka1komentar14 hari yang lalu@jejakbackpacker 4,7 rbtayangan110suka1komentar15 hari yang lalu@jejakbackpacker 1,5 rbtayangan49suka0komentar16 hari yang lalu@jejakbackpacker 12,5 rbtayangan102suka4komentar19 hari yang lalu@jejakbackpacker 12,8 rbtayangan168suka2komentar22 hari yang lalu@jejakbackpacker 21,6 rbtayangan554suka10komentar22 hari yang lalu@jejakbackpacker 9 rbtayangan117suka5komentar23 hari yang lalu@jejakbackpacker 7,7 rbtayangan286suka5komentar23 hari yang lalu@jejakbackpacker 13,5 rbtayangan395suka6komentar24 hari yang lalu@jejakbackpacker 3,9 rbtayangan130suka1komentar24 hari yang lalu@jejakbackpacker 5,3 rbtayangan34suka0komentar27 hari yang lalu@jejakbackpacker 2,7 rbtayangan66suka3komentar28 hari yang lalu@jejakbackpacker
Pertanyaan umum
- Berapa tayangan video TikTok ini?
- Data yang diindeks di sini mencatat 3.796 tayangan, 53 suka, dan 0 komentar.
- Siapa yang memposting video TikTok ini?
- Video ini diposting oleh @jejakbackpacker, yang ditautkan dari halaman ini.
- Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
- Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,4% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
- Kapan video TikTok ini diposting?
- Video ini diposting pada 2026-09-24, lebih dari dua minggu lalu.