Lewati ke konten
TikMonkey

Rekaman ini tidak melaporkan media yang dapat diputar untuk video 7592474572205722898; metadata publik di bawah tetap diindeks.

“Bu… aku nyasar tekan Gunung Slamet…” Satu pesan singkat itu masuk ke WhatsApp Utari. Han… — @ria.teddy.suryawa

Diposting 7 Jan 2026 (10 bulan yang lalu)0 dtk12.361.675 tayangan

Statistik video

Jumlah publik dari pembaruan terakhir.

Tayangan
12.361.675
Suka
122.569
Komentar
5.361
Dibagikan
7.445
Disimpan
9.551
Interaksi
1,1%
Durasi
0 dtk
Diposting
7 Jan 2026

Wawasan video

Video TikTok @ria.teddy.suryawa ““Bu… aku nyasar tekan Gunung Slamet…” Satu pesan singkat itu masuk ke WhatsApp Utari. Hanya satu. Disertai foto basecamp pendakian yang asing. Pengirimnya adalah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), putra yang selalu ia banggakan—yang ia kira sedang mendaki Gunung Sumbing sesuai izinnya. Namun ternyata, langkah Syafiq membawanya ke tempat berbeda. Bersama sahabatnya, Himawan, ia memilih Gunung Slamet. Rencana mereka sederhana: tektok saja—naik dan turun di hari yang sama. Tak ada niat bermalam. Tak ada persiapan panjang. Hanya mimpi anak muda yang ingin meraih puncak. Mereka berangkat Jumat, 27 Desember 2025. Rencananya Minggu sore sudah kembali. Namun Minggu itu lewat… begitu saja. Tanpa kabar. Tanpa pesan. Tanpa suara. Telepon Syafiq tak lagi aktif. Hening—seperti gunung yang sedang menarik napas panjang. Dhani Rusman, sang ayah, mulai gelisah. Satu per satu nomor basecamp ia hubungi. Bambangan—bukan. Basecamp lain—juga bukan. Sampai akhirnya nama itu muncul: Dipajaya, Pemalang. “Mungkin ikut ngecamp sama pendaki lain, Pak…” ujar petugas posko, berusaha menenangkan. Kalimat itu seperti payung kecil di tengah hujan deras. Meneduhkan—tapi tak benar-benar menghilangkan dingin. Karena Dhani tahu… anaknya tak membawa bekal untuk bermalam. Senin, 29 Desember 2025, Dhani akhirnya datang sendiri ke posko. Wajahnya menyimpan lelah yang tak bisa ditulis dengan kata-kata, hanya bisa dirasa oleh hati seorang ayah. Sore itu, tim rescue mulai bergerak. Menyusuri jalur yang panjang, dingin, dan penuh kabut. Himawan ditemukan di Pos 9. Lemas. Kakinya terkilir. Namun Tuhan masih menjaganya. Lalu… bagaimana dengan Syafiq? Ternyata, Syafiq turun lebih dulu. Ia tak tega meninggalkan temannya kesakitan. Ia turun sendirian, berharap bisa mencari bantuan. Dan sejak langkah itu ia ambil… jejaknya hilang. Seorang ayah pun ikut naik gunung. Bukan untuk berlibur, bukan untuk menikmati pemandangan… tetapi untuk mencari anaknya sendiri. Di antara kabut yang menggantung dan pepohonan yang tinggi, suaranya pecah: “Ali… pulang, Nak… Bapak nunggu di sini…” Angin membawa suara itu jauh ke lembah. Namun gunung tetap diam. Seperti sedang menyimpan rahasia. Hari demi hari berganti. Tim SAR menyisir jurang, jalur, puncak, dan hutan belantara. Doa tak pernah putus. Harapan tak pernah benar-benar padam, meski kadang redup diterpa lelah. Kini, pencarian sudah lebih dari seminggu. Dan satu pesan singkat itu— “Bu, aku nyasar tekan Gunung Slamet…” menjadi jejak terakhir yang tertinggal. Utari masih sering membuka WhatsApp-nya. Bukan untuk membalas pesan… hanya untuk memastikan bahwa pesan itu memang benar ada—bahwa anaknya pernah berpamitan, meski dengan cara yang sederhana. Syafiq mungkin hanya ingin pulang. Ke rumah. Ke pelukan ibunya. Ke doa ayahnya. Dan di setiap sujud, di setiap malam yang dingin, doa itu tak pernah berubah: “Ya Allah… lindungi Syafiq. Dimanapun ia berada, peluklah ia dengan kasih sayang-Mu.” Karena cinta orang tua… tak pernah hilang. Ia hanya menunggu, dengan sabar—meski air mata tak lagi bisa dihitung jumlahnya.” memiliki 12.361.675 tayangan, 122.569 suka, 5.361 komentar, 7.445 kali dibagikan dalam metrik publik yang dicatat indeks ini. Itu setara tingkat interaksi sebesar 1,1% (suka, komentar, dan bagikan dibagi tayangan). Video ini diposting 10 bulan yang lalu dan berdurasi 0 detik. Video ini telah disimpan 9.551 kali.

Data per 21 Okt 2026 (UTC), dari pembaruan publik terakhir yang dicatat indeks ini.

Pengikut
214.017
Mengikuti
9
Suka
4.971.526
Video
1.667

Pertanyaan umum

Berapa tayangan video TikTok ini?
Data yang diindeks di sini mencatat 12.361.675 tayangan, 122.569 suka, dan 5.361 komentar.
Siapa yang memposting video TikTok ini?
Video ini diposting oleh @ria.teddy.suryawa, yang ditautkan dari halaman ini.
Berapa tingkat interaksi video TikTok ini?
Dari metrik yang dicatat, tingkat interaksinya adalah 1,1% (suka + komentar + bagikan dibagi tayangan).
Kapan video TikTok ini diposting?
Video ini diposting pada 2026-01-07, 10 bulan yang lalu.