Cette capture ne signale aucun média lisible pour la vidéo 7699377445346086164 ; les métadonnées publiques ci-dessous restent indexées.
Statistiques de la vidéo
Compteurs publics lors de la dernière actualisation.
- Vues
- 208
- J’aime
- 9
- Commentaires
- 0
- Partages
- 2
- Enregistrements
- 0
- Engagement
- 5,29 %
- Durée
- 0 s
- Publiée
- 22 oct. 2026
Analyse de la vidéo
La vidéo TikTok de @wahyoewahyudin « *"Wahyu Wahyudin Pertanyakan Angka Kemiskinan Kepri Turun Jadi 4,09 Persen: “Apakah Sudah Sesuai dengan Realita di Masyarakat ?”* **TANJUNGPINANG** — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, mengapresiasi kerja keras pemerintah pusat dan pemerintah daerah atas capaian penurunan angka kemiskinan di Kepulauan Riau yang disebut mencapai 4,09 persen. Namun, ia meminta agar capaian tersebut dijelaskan secara terbuka, terutama terkait indikator dan metode pengukuran yang digunakan. Wahyu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, menurutnya, angka statistik perlu dicermati bersama dengan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang telah bekerja keras menurunkan angka kemiskinan di Kepri. Ini tentu patut kita apresiasi. Namun, kita juga perlu mengetahui indikator apa yang digunakan sehingga angka kemiskinan turun sebesar 0,17 poin persentase menjadi 4,09 persen,” ujar Wahyu. Ia menilai, penurunan angka kemiskinan perlu diuji melalui sejumlah indikator nyata di lapangan. Masyarakat masih menghadapi persoalan daya beli yang melemah, kesempatan kerja yang terbatas, serta kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). “Pertanyaan kita sederhana: jika angka kemiskinan turun, apakah daya beli masyarakat juga meningkat? Apakah jumlah pengangguran berkurang? Apakah masyarakat yang terkena PHK semakin sedikit? Jangan sampai statistik menunjukkan perbaikan, tetapi sebagian masyarakat justru merasa semakin berat memenuhi kebutuhan hidup,” tegasnya. ## Minta Pemerintah Buka Indikator dan Metode Pengukuran Wahyu meminta pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan dasar penghitungan angka kemiskinan tersebut. Penjelasan itu penting agar masyarakat memahami bagaimana status miskin ditentukan, bagaimana garis kemiskinan dihitung, serta faktor apa yang paling berpengaruh terhadap perubahan angka kemiskinan di Kepri. Menurutnya, penurunan kemiskinan tidak cukup hanya dilihat dari satu angka. Pemerintah juga perlu menyampaikan perkembangan tingkat pengangguran, kualitas pekerjaan, pendapatan rumah tangga, inflasi kebutuhan pokok, dan daya beli masyarakat. Ia juga mendorong agar evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi setiap kabupaten dan kota di Kepri. Sebab, tantangan ekonomi masyarakat perkotaan, wilayah industri, pulau-pulau kecil, dan kawasan pesisir tidak selalu sama. “Kepri merupakan wilayah kepulauan dengan karakter ekonomi yang beragam. Kita perlu memastikan bahwa keberhasilan yang dilaporkan benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari pekerja, nelayan, pelaku UMKM, hingga keluarga berpenghasilan rendah,” tambahnya. ## Keberhasilan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat Wahyu menegaskan bahwa statistik tetap penting sebagai alat untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan. Namun, angka tersebut harus dibaca bersama indikator kesejahteraan lainnya agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang kehidupan masyarakat. Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada capaian penurunan angka kemiskinan, tetapi terus memperkuat penciptaan lapangan kerja, perlindungan pekerja dari risiko PHK, dukungan bagi UMKM, serta pengendalian harga kebutuhan pokok. “Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka kemiskinan yang turun di atas kertas, melainkan juga kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok, memperoleh pekerjaan yang layak, menyekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan tenang,” tutup Wahyu. **Bagi Wahyu, apresiasi terhadap capaian pemerintah harus berjalan beriringan dengan sikap kritis. Tujuannya bukan menafikan keberhasilan, melainkan memastikan bahwa setiap angka pembangunan benar-benar mencerminkan kemajuan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.** » compte 208 vues, 9 j’aime, 0 commentaires et 2 partages dans les indicateurs publics relevés par cet index. Cela représente un taux d’engagement de 5,29 % (j’aime, commentaires et partages rapportés aux vues). Elle a été publiée il y a plus de deux semaines et dure 0 seconde.
Données au 25 oct. 2026 (UTC), issues de la dernière actualisation publique relevée par cet index.
- Abonnés
- 11 637
- Abonnements
- 701
- J’aime
- 59 149
- Vidéos
- 1 205
Vidéos récentes
96vues7j’aime0commentairesil y a 15 jours@wahyoewahyudin 128vues2j’aime0commentairesil y a 20 jours@wahyoewahyudin 233vues11j’aime0commentairesil y a 24 jours@wahyoewahyudin 179vues4j’aime0commentairesle mois dernier@wahyoewahyudin 171vues8j’aime0commentairesle mois dernier@wahyoewahyudin 301vues14j’aime0commentairesle mois dernier@wahyoewahyudin 140vues6j’aime0commentairesil y a 2 mois@wahyoewahyudin 206vues10j’aime0commentairesil y a 2 mois@wahyoewahyudin 129vues7j’aime0commentairesil y a 2 mois@wahyoewahyudin
Questions fréquentes
- Combien de vues cette vidéo TikTok a-t-elle ?
- La capture indexée ici affiche 208 vues, 9 j’aime et 0 commentaires.
- Qui a publié cette vidéo TikTok ?
- Elle a été publiée par @wahyoewahyudin, dont le profil est accessible depuis cette page.
- Quel est le taux d’engagement de cette vidéo TikTok ?
- D’après les indicateurs relevés, le taux d’engagement est de 5,29 % (j’aime + commentaires + partages rapportés aux vues).
- Quand cette vidéo TikTok a-t-elle été publiée ?
- Elle a été publiée le 2026-10-22, il y a plus de deux semaines.