Aller au contenu
TikMonkey

Cette capture ne signale aucun média lisible pour la vidéo 7698236255544380693 ; les métadonnées publiques ci-dessous restent indexées.

GARA-GARA KAOS KAKI, KEPALA SEKOLAH DIDUGA DIANIAYA! HUKUM TIDAK BOLEH KALAH OLEH SERAGAM… — @nuraffan2

Publiée le 19 oct. 2026 (il y a plus de deux semaines)0 s2 281 vues

Statistiques de la vidéo

Compteurs publics lors de la dernière actualisation.

Vues
2 281
J’aime
21
Commentaires
1
Partages
0
Enregistrements
1
Engagement
0,96 %
Durée
0 s
Publiée
19 oct. 2026

Analyse de la vidéo

La vidéo TikTok de @nuraffan2 « GARA-GARA KAOS KAKI, KEPALA SEKOLAH DIDUGA DIANIAYA! HUKUM TIDAK BOLEH KALAH OLEH SERAGAM. Seorang kepala sekolah MI di Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur, dikabarkan menjadi korban penganiayaan setelah menegur siswa yang tidak memakai kaos kaki. Terduga pelaku disebut-sebut merupakan orang tua siswa yang diduga anggota TNI. Jika benar terjadi pemukulan hingga korban mengalami luka pada hidung dan wajah, persoalannya bukan lagi sekadar perselisihan antara wali murid dan sekolah. Ini bisa masuk ranah pidana. ⚖️ APA KONSEKUENSI HUKUMNYA? 📌 Pasal 466 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang berlaku sejak 2 Januari 2026, mengatur bahwa pelaku penganiayaan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun 6 bulan atau denda paling banyak kategori III. Jika penganiayaan mengakibatkan luka berat, ancaman pidananya dapat mencapai 5 tahun penjara berdasarkan Pasal 466 ayat (2). Namun, jangan buru-buru menyimpulkan hidung patah otomatis merupakan luka berat. Kondisi medis, akibat yang ditimbulkan, dan hasil pemeriksaan hukum harus dinilai untuk menentukan kualifikasi tindak pidananya. 🔎 APA YANG HARUS DIBUKTIKAN? Penyidik perlu mendalami dugaan tindakan kekerasan, kesengajaan, hubungan antara tindakan dan luka korban, serta alat bukti yang mendukung. Visum et repertum, keterangan saksi, rekaman CCTV atau video, dan bukti medis dapat menjadi bagian penting dalam proses pembuktian. Bagaimana jika terduga pelaku benar anggota TNI aktif? Status tersebut tidak membuat seseorang kebal hukum. Proses penanganannya harus mengikuti ketentuan yurisdiksi dan peradilan yang berlaku bagi prajurit TNI. Menegur siswa yang melanggar tata tertib sekolah bukan alasan untuk melakukan kekerasan. Jika orang tua keberatan, ada jalur komunikasi dan mekanisme pengaduan yang bisa ditempuh. Guru berhak merasa aman saat menjalankan tugasnya. Perbedaan pendapat tidak boleh diselesaikan dengan pukulan. Menurut Anda, bagaimana seharusnya hukum bertindak apabila dugaan penganiayaan terhadap kepala sekolah ini terbukti? #kawakibylawyers #ahmadkawakiby #hukumpidana #perlindunganguru #lamongan » compte 2 281 vues, 21 j’aime, 1 commentaires et 0 partages dans les indicateurs publics relevés par cet index. Cela représente un taux d’engagement de 0,96 % (j’aime, commentaires et partages rapportés aux vues). Elle a été publiée il y a plus de deux semaines et dure 0 seconde. Elle a été enregistrée 1 fois.

Données au 22 oct. 2026 (UTC), issues de la dernière actualisation publique relevée par cet index.

Nur Affan

@nuraffan2

nuraffan

Voir le profil
Abonnés
59 832
Abonnements
6 095
J’aime
2 892 538
Vidéos
2 266

Questions fréquentes

Combien de vues cette vidéo TikTok a-t-elle ?
La capture indexée ici affiche 2 281 vues, 21 j’aime et 1 commentaires.
Qui a publié cette vidéo TikTok ?
Elle a été publiée par @nuraffan2, dont le profil est accessible depuis cette page.
Quel est le taux d’engagement de cette vidéo TikTok ?
D’après les indicateurs relevés, le taux d’engagement est de 0,96 % (j’aime + commentaires + partages rapportés aux vues).
Quand cette vidéo TikTok a-t-elle été publiée ?
Elle a été publiée le 2026-10-19, il y a plus de deux semaines.