Cette capture ne signale aucun média lisible pour la vidéo 7697653797404888338 ; les métadonnées publiques ci-dessous restent indexées.
Statistiques de la vidéo
Compteurs publics lors de la dernière actualisation.
- Vues
- 179 149
- J’aime
- 684
- Commentaires
- 75
- Partages
- 30
- Enregistrements
- 41
- Engagement
- 0,44 %
- Durée
- 0 s
- Publiée
- 17 oct. 2026
Analyse de la vidéo
La vidéo TikTok de @anaklangit3908 « DENPASAR, BALI — Gubernur Bali, Wayan Koster, akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi terkait video inspeksi mendadak (sidak) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar yang mendadak viral dan menuai sorotan tajam publik di media sosial. Peristiwa yang memicu perdebatan hangat ini bermula ketika terjadi penumpukan dan antrean panjang kendaraan bermotor akibat keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi tersebut menuntut para petugas lapangan untuk bekerja melayani masyarakat dengan jam operasional yang diperpanjang hingga 24 jam penuh. Dalam potongan rekaman video yang beredar luas, Koster terlihat meminta para petugas SPBU agar tetap memberikan pelayanan kepada konsumen meskipun dalam kondisi lelah. Pernyataan tegas tersebut langsung direspons secara spontan oleh seorang pegawai wanita, yang menegaskan bahwa dirinya memiliki batas kemampuan fisik serta hak untuk beristirahat. Menanggapi berbagai tanggapan publik setelah video tersebut menjadi perbincangan, Wayan Koster memberikan penjelasan mengenai maksud dan konteks dari ucapan yang disampaikannya saat sidak berlangsung. "Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek ya layani, enggak boleh ngerasa capek," tutur Koster menjelaskan pernyataannya. Koster mengaku sangat memahami bahwa para petugas di lapangan rentan mengalami kelelahan ekstrem akibat tingginya lonjakan antrean warga. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah mengupayakan bantuan personel pengamanan untuk mendukung kelancaran operasional di sejumlah titik SPBU pada malam hari. "Iya mungkin kecapekan ya, tapi untuk malam petugasnya dari TNI. Rencananya 66 SPBU tapi baru bisa jalan 50 SPBU. Iya satu SPBU ada dua ada satu," jelas Gubernur Bali tersebut. Mengenai nada bicaranya yang terdengar begitu tegas, Koster menyebutkan bahwa potongan video tersebut perlu dipahami secara utuh sesuai dengan situasi di lapangan. Ia menuturkan bahwa ucapan serupa juga pernah disampaikannya dalam momentum berbeda, seperti saat penertiban bangunan liar di kawasan Pantai Bingin. Namun, rekaman lama itu kembali dimunculkan dan disebarkan ulang oleh warganet. "Ya, enggak apalah. Biarkanlah orang menilai begitu, saya tetap bersabar. Kan jadi makin keren karena diviralkan," tambahnya santai. Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada kondisi pegawai wanita yang berani menyampaikan aspirasinya. Dalam rekaman tersebut, ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya bukan robot dan memiliki batas ketahanan fisik. "Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga," serunya di hadapan rombongan sidak. Petugas tersebut diketahui bernama Komang Ayu, seorang pekerja di SPBU Jalan Badak Agung, Denpasar, yang telah mengabdi selama delapan tahun. Ayu dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah harus menjalani masa kerja lembur yang sangat panjang sejak diberlakukannya skema operasional 24 jam. Ayu menceritakan bahwa jam kerjanya bisa membentang mulai dari pukul 14.00 hingga 03.00 WITA. Beban fisik tersebut makin berat karena ia harus membagi waktu dan tenaganya untuk mengurus anaknya yang masih berusia tujuh tahun. Keluhan senada juga disampaikan oleh pemilik SPBU, Putri Adiguna. Dengan suara bergetar menahan emosi, ia menyampaikan keluh kesah langsung kepada Koster terkait keterlambatan pasokan BBM dari distributor. "Pak, tolonglah, Pak. Kami ini di lapangan yang kena dampaknya langsung! Kita menerima komplain terus-terusan dari tadi pagi dari masyarakat karena barangnya telat dan tidak lancar datangnya!" tegas Putri. Putri meminta agar pemerintah tidak hanya menuntut SPBU beroperasi nonstop tanpa menyelesaikan akar masalah di tingkat hulu. Ia berharap Pertamina dapat mempercepat proses distribusi agar beban emosional para petugas serta penderitaan masyarakat yang harus mengantre lama dapat segera teratasi. » compte 179 149 vues, 684 j’aime, 75 commentaires et 30 partages dans les indicateurs publics relevés par cet index. Cela représente un taux d’engagement de 0,44 % (j’aime, commentaires et partages rapportés aux vues). Elle a été publiée il y a plus de deux semaines et dure 0 seconde. Elle a été enregistrée 41 fois.
Données au 22 oct. 2026 (UTC), issues de la dernière actualisation publique relevée par cet index.
- Abonnés
- 84 845
- Abonnements
- 1
- J’aime
- 3 254 059
- Vidéos
- 1 150
Vidéos récentes
227vues9j’aime0commentairesil y a 12 jours@anaklangit3908 53vues0j’aime0commentairesil y a 12 jours@anaklangit3908 4,5 kvues311j’aime25commentairesil y a 12 jours@anaklangit3908 411vues6j’aime1commentairesil y a 12 jours@anaklangit3908 442vues48j’aime1commentairesil y a 13 jours@anaklangit3908 497vues19j’aime2commentairesil y a 13 jours@anaklangit3908 1,1 kvues49j’aime0commentairesil y a 13 jours@anaklangit3908 418vues13j’aime0commentairesil y a 13 jours@anaklangit3908 269vues18j’aime0commentairesil y a 13 jours@anaklangit3908 343vues7j’aime1commentairesil y a 14 jours@anaklangit3908 203vues5j’aime0commentairesil y a 15 jours@anaklangit3908 5,2 kvues112j’aime10commentairesil y a 15 jours@anaklangit3908
Questions fréquentes
- Combien de vues cette vidéo TikTok a-t-elle ?
- La capture indexée ici affiche 179 149 vues, 684 j’aime et 75 commentaires.
- Qui a publié cette vidéo TikTok ?
- Elle a été publiée par @anaklangit3908, dont le profil est accessible depuis cette page.
- Quel est le taux d’engagement de cette vidéo TikTok ?
- D’après les indicateurs relevés, le taux d’engagement est de 0,44 % (j’aime + commentaires + partages rapportés aux vues).
- Quand cette vidéo TikTok a-t-elle été publiée ?
- Elle a été publiée le 2026-10-17, il y a plus de deux semaines.