Aller au contenu
TikMonkey

Cette capture ne signale aucun média lisible pour la vidéo 7696758342001200402 ; les métadonnées publiques ci-dessous restent indexées.

Kisah pilu datang dari Pak Suharyono, seorang kakek berusia 78 tahun asal Desa Tenaru, Ke… — @anaklangit3908

Publiée le 15 oct. 2026 (il y a plus de deux semaines)0 s7 723 vues

Statistiques de la vidéo

Compteurs publics lors de la dernière actualisation.

Vues
7 723
J’aime
46
Commentaires
11
Partages
1
Enregistrements
5
Engagement
0,75 %
Durée
0 s
Publiée
15 oct. 2026

Analyse de la vidéo

La vidéo TikTok de @anaklangit3908 « Kisah pilu datang dari Pak Suharyono, seorang kakek berusia 78 tahun asal Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia diserahkan oleh anak kandungnya sendiri ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang, Jawa Timur. Proses penyerahan tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Griya Yatim Sidoarjo. Pertemuan tersebut dihadiri oleh putri kandung Pak Suharyono (Ibu Bondan) bersama suaminya, serta Arief Camra selaku pimpinan Griya Lansia Malang. Ketentuan dan Konsekuensi Penyerahan Total Dalam dialog penyerahan, Arief Camra menjelaskan bahwa panti jompo yang dipimpinnya sebenarnya mengutamakan lansia terlantar di jalanan. Panti ini juga menyediakan jalur perawatan berbayar/wakaf bagi keluarga yang mampu. Namun, untuk penyerahan secara gratis dan total, pihak panti menetapkan syarat dan konsekuensi yang sangat tegas: Pemutusan Akses: Keluarga tidak lagi diberikan akses untuk bertemu atau mencampuri urusan Pak Suharyono. Kabar Duka: Jika Pak Suharyono meninggal dunia di kemudian hari, pihak panti akan mengurus pemakamannya dengan baik, namun keluarga tidak akan dikabari. Pernyataan Tertulis: Anak kandung wajib menandatangani surat pernyataan penyerahan total dan siap menerima segala konsekuensi moral di masyarakat. Arief menegaskan bahwa aturan ini dibuat agar anak berpikir ulang sebelum "membuang" orang tua mereka yang masih menjadi tanggung jawabnya. Meski demikian, Ibu Bondan tetap sepakat dan menandatangani dokumen penyerahan tersebut. "Saya Tidak Tahu Salah Saya Apa" Di sisi lain, Pak Suharyono mengaku bingung dan tidak tahu pasti apa kesalahan yang membuatnya tidak diterima lagi oleh anaknya. "Saya sendiri tidak pernah tahu salah saya di mana. Walaupun merasa tidak bersalah, saya sudah berulang kali meminta maaf," ungkap Pak Suharyono. Saat mengetahui konsekuensi penyerahan total—termasuk fakta bahwa keluarganya tidak akan diberi tahu jika ia meninggal kelak—Pak Suharyono meresponsnya dengan pasrah dan ikhlas. Ia hanya mengucap, "Alhamdulillah, tidak apa-apa, lillahi ta'ala (karena Allah)." Kehidupan Setelah Sang Istri Meninggal Sejak istrinya meninggal dunia pada tahun 2018, kehidupan Pak Suharyono mengalami banyak perubahan. Sebelum dibawa ke panti, ia sempat ditampung oleh seorang juru kunci tempat pemakaman/punden lokal. Di sana, Pak Suharyono membantu kegiatan sehari-hari seperti menyapu dan mengepel agar tetap ada aktivitas. Ia juga sempat diamankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Gresik setelah berada di Liposos Keputih, Surabaya. Pihak Dinsos sempat memulangkannya ke rumah keluarga, namun pada akhirnya keluarga tetap memilih untuk menyerahkannya ke panti lansia. Diterima Atas Dasar Kemanusiaan Secara fisik dan mental, kondisi Pak Suharyono masih sangat baik. Ia masih bisa berjalan normal, beraktivitas mandiri, serta diajak berkomunikasi dengan lancar. Melihat kondisi tersebut, pihak Griya Lansia Husnul Khatimah Malang akhirnya memutuskan untuk menerima Pak Suharyono atas dasar kemanusiaan. Harapannya, Pak Suharyono bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak, perawatan yang baik, serta kedamaian di masa tuanya. Key Takeaways (Pesan Penting) Kondisi Lansia: Pak Suharyono (78 tahun) diserahkan secara total oleh anak kandungnya tanpa biaya. Konsekuensi: Panti mengambil alih seluruh perawatan dan tidak akan mengabari keluarga jika beliau meninggal dunia. Pelajaran: Kisah ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pentingnya berbakti, menghormati, dan merawat orang tua di masa senja mereka. » compte 7 723 vues, 46 j’aime, 11 commentaires et 1 partages dans les indicateurs publics relevés par cet index. Cela représente un taux d’engagement de 0,75 % (j’aime, commentaires et partages rapportés aux vues). Elle a été publiée il y a plus de deux semaines et dure 0 seconde. Elle a été enregistrée 5 fois.

Données au 17 oct. 2026 (UTC), issues de la dernière actualisation publique relevée par cet index.

AnakLangit

@anaklangit3908

https://salingberbagi.org/campaign/kejora

Voir le profil
Abonnés
84 845
Abonnements
1
J’aime
3 254 059
Vidéos
1 150

Vidéos récentes

PLUS DE @ANAKLANGIT3908

Questions fréquentes

Combien de vues cette vidéo TikTok a-t-elle ?
La capture indexée ici affiche 7 723 vues, 46 j’aime et 11 commentaires.
Qui a publié cette vidéo TikTok ?
Elle a été publiée par @anaklangit3908, dont le profil est accessible depuis cette page.
Quel est le taux d’engagement de cette vidéo TikTok ?
D’après les indicateurs relevés, le taux d’engagement est de 0,75 % (j’aime + commentaires + partages rapportés aux vues).
Quand cette vidéo TikTok a-t-elle été publiée ?
Elle a été publiée le 2026-10-15, il y a plus de deux semaines.