Esta captura no indica contenido reproducible para el vídeo 7699066905440652564; los metadatos públicos de abajo siguen indexados.
Estadísticas del vídeo
Cifras públicas de la última actualización.
- Visualizaciones
- 48,593
- Me gusta
- 113
- Comentarios
- 1
- Compartidos
- 3
- Guardados
- 13
- Interacción
- 0.24%
- Duración
- 0 s
- Publicado
- 21 oct 2026
Análisis del vídeo
El vídeo de TikTok de @nuraffan2 “Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa kawasan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membawa kecemasan mendalam bagi pedangdut Evi Masamba. Pasalnya, kediaman ibu kandungnya berlokasi tepat di depan area hutan yang menjadi titik api utama. Embusan angin kencang bahkan sempat menerbangkan dedaunan kering yang terbakar hingga hinggap di atap rumah dan memicu percikan api. Beruntung, sang ibu selamat dari musibah tersebut lantaran sempat menolak ajakan Evi untuk mengungsi ke Jakarta beberapa waktu lalu. Keputusan untuk tetap bertahan di Palangka Raya itu justru membawa hikmah tersendiri bagi keluarga. Begitu percikan api mengenai bagian atap, sang ibu bisa bergerak cepat menyiramkan air secara mandiri sehingga rumah tinggal mereka terhindar dari kobar api yang lebih besar. "Sempat aku nawarin, 'Bu, mau enggak ke Jakarta?' Terus ibu bilang, 'Andaikan pada waktu itu ibu jadi ke Jakarta, ya bisa jadi rumah ibu habis terbakar'. Untungnya pas Evi ngajak ke Jakarta ibu nolak. Ada hikmahnya, rumah enggak kebakar habis karena ada ibu yang langsung nyiram apinya," tutur Evi. Meski struktur fisik bangunan berhasil diselamatkan, ancaman kesehatan akibat kepungan kabut asap tebal kini tidak bisa dihindari. Melalui panggilan video secara berkala, Evi membeberkan bahwa sang ibu sudah mulai terserang gangguan pernapasan atau ISPA. Situasi kian pelit karena pekatnya asap di dalam rumah membuat penggunaan masker justru bikin ibunya merasa engap dan makin sulit bernapas. Selain dorongan untuk menjaga rumah tempat tinggalnya, ada alasan kuat lain yang membuat ibu Evi enggan diboyong ke Jakarta, yakni keberadaan puluhan kucing peliharaannya. Sebagai seorang pecinta hewan sejati, sang ibu merasa tidak tega jika harus meninggalkan hewan-hewan kesayangannya tanpa perawatan di tengah kepungan asap yang membahayakan. Duka keluarga Evi kian bertambah saat ia mengetahui bahwa area pemakaman tempat almarhum adiknya dimakamkan juga ikut dilahap si jago merah. Peristiwa tersebut membuat sang ibu tak kuasa menahan air mata melihat tempat peristirahatan terakhir anaknya hangus terbakar. Kini, Evi hanya bisa terus berdoa dari jauh sambil memantau kondisi kesehatan sang ibu, seraya berharap bencana karhutla di Palangka Raya dapat segera diatasi. #evimasamba #palangkaraya #karthula #fypviraltiktok🖤シ゚☆♡ #artis” tiene 48,593 visualizaciones, 113 me gusta, 1 comentarios y 3 compartidos en las métricas públicas registradas por este índice. Eso equivale a una tasa de interacción de 0.24% (me gusta, comentarios y compartidos sobre visualizaciones). Se publicó hace 4 días y dura 0 segundos. Se ha guardado 13 veces.
Datos al 22 oct 2026 (UTC), de la última actualización pública registrada por este índice.
- Seguidores
- 59,832
- Siguiendo
- 6,095
- Me gusta
- 2,892,538
- Vídeos
- 2,266
Hashtags de este vídeo
Los enlaces se mantienen dentro de este índice.
Preguntas frecuentes
- ¿Cuántas visualizaciones tiene este vídeo de TikTok?
- La captura indexada aquí registra 48,593 visualizaciones, 113 me gusta y 1 comentarios.
- ¿Quién publicó este vídeo de TikTok?
- Lo publicó @nuraffan2, cuyo perfil está enlazado en esta página.
- ¿Cuál es la tasa de interacción de este vídeo de TikTok?
- Según las métricas registradas, la tasa de interacción es de 0.24% (me gusta + comentarios + compartidos sobre visualizaciones).
- ¿Cuándo se publicó este vídeo de TikTok?
- Se publicó el 2026-10-21, hace 4 días.
- ¿Qué hashtags se usan en este vídeo?
- La captura enlaza 3 hashtags, empezando por #artis.