Saltar al contenido
TikMonkey

Descargar MP4Descargador

Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pa… — @siapa_aditt

Publicado el 20 oct 2026 (hace más de dos semanas)60 s360 visualizaciones

Más de @siapa_aditt

Estadísticas del vídeo

Cifras públicas de la última actualización.

Visualizaciones
360
Me gusta
6
Comentarios
0
Compartidos
0
Guardados
2
Interacción
1.67%
Duración
60 s
Publicado
20 oct 2026

Análisis del vídeo

El vídeo de TikTok de @siapa_aditt “Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang. Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam. Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan. Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota. Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya. Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya. Total 130 anak hilang. Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai "Bungelose", jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka. Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania. Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun ❤️✨️✨️✨️ sc: enggispurwitasari #culture #sejarah #sejarahdunia #joker #tikus” tiene 360 visualizaciones, 6 me gusta, 0 comentarios y 0 compartidos en las métricas públicas registradas por este índice. Eso equivale a una tasa de interacción de 1.67% (me gusta, comentarios y compartidos sobre visualizaciones). Se publicó hace más de dos semanas y dura 1 minuto. Se ha guardado 2 veces.

Datos al 21 oct 2026 (UTC), de la última actualización pública registrada por este índice.

Akeh kurange

@siapa_aditt

love ❤️❤️❤️

Ver perfil
Seguidores
13,418
Siguiendo
208
Me gusta
3,234,524
Vídeos
3,055

Vídeos recientes

MÁS DE @SIAPA_ADITT

Hashtags de este vídeo

Los enlaces se mantienen dentro de este índice.

Preguntas frecuentes

¿Cuántas visualizaciones tiene este vídeo de TikTok?
La captura indexada aquí registra 360 visualizaciones, 6 me gusta y 0 comentarios.
¿Quién publicó este vídeo de TikTok?
Lo publicó @siapa_aditt, cuyo perfil está enlazado en esta página.
¿Cuál es la tasa de interacción de este vídeo de TikTok?
Según las métricas registradas, la tasa de interacción es de 1.67% (me gusta + comentarios + compartidos sobre visualizaciones).
¿Cuándo se publicó este vídeo de TikTok?
Se publicó el 2026-10-20, hace más de dos semanas.
¿Qué hashtags se usan en este vídeo?
La captura enlaza 4 hashtags, empezando por #culture.
¿Cuánto dura este vídeo de TikTok?
El clip registrado dura 1 minuto.