Zum Inhalt springen
TikMonkey

Für das Video 7697952492415503637 meldet diese Erfassung keine abspielbaren Medien; die öffentlichen Metadaten unten sind trotzdem indexiert.

Ketidakhadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron… — @tribunnews

Gepostet am 18. Okt. 2026 (vor 13 Tagen)0 s35.711 Aufrufe

Video-Statistiken

Öffentliche Zahlen vom letzten Abruf.

Aufrufe
35.711
Likes
511
Kommentare
50
Shares
13
Gespeichert
34
Engagement
1,61 %
Dauer
0 s
Gepostet
18. Okt. 2026

Video-Einblicke

Das TikTok-Video „Ketidakhadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kecaman keras. Setelah mangkir dua kali dari pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan sertifikat tanah yang menyeret sejumlah orang kepercayaannya, KPK kini didesak untuk segera mengambil langkah tegas. Aktivis antikorupsi, Saor Siagian, secara blak-blakan menilai bahwa klaim atau pernyataan kooperatif yang sebelumnya disampaikan oleh Nusron Wahid sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Menurut Saor, kasus suap HGB yang tengah bergulir di KPK ini adalah kasus serius. Sudah ada delapan orang tersangka yang ditetapkan, barang bukti yang ditemukan juga mencapai Rp 106 miliar. Saor juga menilai mangkirnya seorang pejabat tinggi negara dari panggilan penegak hukum dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Ia tegas menyebut janji kooperatif yang digaungkan Nusron tidak lebih dari sekadar omong kosong belaka, ketika tindakan nyatanya justru mangkir dari kewajiban hukum. "Kalau kita lihat pernyataan beliau yang secara terang benderang akan kooperatif, bullshit. Artinya ini cara pembohongan mengatakan dia akan kooperatif, faktanya adalah sebaliknya." "Kasus ini sangat serius, sudah ditetapkan delapan tersangka, ditemukan barang bukti sekitar Rp 106 miliar. Oleh karena itu tidak ada lagi alasan di KPK untuk membuat ruang kepada beliau, untuk tidak memanggil paksa," kata Saor Siagian, dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, pada Sabtu (17/10/2026). #NusronWahid #Suap #SaorSiagian #KPK #MenteriATRBPN“ von @tribunnews kommt laut den von diesem Index erfassten öffentlichen Kennzahlen auf 35.711 Aufrufe, 511 Likes, 50 Kommentare, 13 Shares. Das entspricht einer Engagement-Rate von 1,61 % (Likes, Kommentare und Shares im Verhältnis zu den Aufrufen). Es wurde vor 13 Tagen gepostet und dauert 0 Sekunden. Es wurde 34 Mal gespeichert.

Datenstand: 19. Okt. 2026 (UTC), vom letzten öffentlichen Abruf dieses Index.

Tribunnews

@tribunnews · Verifiziert

#MataLokalMenjangkauIndonesia 🇮🇩

Profil ansehen
Follower
5.562.787
Gefolgt
32
Likes
149.802.509
Videos
12.545

Neueste Videos

MEHR VON @TRIBUNNEWS

Hashtags in diesem Video

Links bleiben innerhalb dieses Index.

Häufige Fragen

Wie viele Aufrufe hat dieses TikTok-Video?
Die hier indexierte Erfassung meldet 35.711 Aufrufe, 511 Likes und 50 Kommentare.
Wer hat dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet wurde es von @tribunnews, das Profil ist auf dieser Seite verlinkt.
Wie hoch ist die Engagement-Rate dieses TikTok-Videos?
Über die erfassten Kennzahlen hinweg liegt die Engagement-Rate bei 1,61 % (Likes + Kommentare + Shares im Verhältnis zu den Aufrufen).
Wann wurde dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet am 2026-10-18, vor 13 Tagen.
Welche Hashtags werden in diesem Video verwendet?
Die Erfassung verlinkt 1 Hashtag, zuerst #kpk.