Zum Inhalt springen
TikMonkey

MP4 herunterladenVideo-Download

Dulu Jadi Bahan Candaan, Ucapan Anies Baswedan soal “Angin Tak Punya KTP” Kini Dikaitkan… — @lingkarangayo

Gepostet am 16. Okt. 2026 (vor über zwei Wochen)64 s363.501 Aufrufe

Video-Statistiken

Öffentliche Zahlen vom letzten Abruf.

Aufrufe
363.501
Likes
8.856
Kommentare
264
Shares
385
Gespeichert
471
Engagement
2,61 %
Dauer
64 s
Gepostet
16. Okt. 2026

Video-Einblicke

Das TikTok-Video „Dulu Jadi Bahan Candaan, Ucapan Anies Baswedan soal “Angin Tak Punya KTP” Kini Dikaitkan dengan Asap Karhutla Kalimantan Kalimat "angin tak punya KTP" yang pernah disampaikan Anies Baswedan dalam debat capres 2023 kembali menjadi sorotan. Dulu, kalimat tersebut sempat dianggap sebagai pernyataan politik yang mudah dijadikan bahan candaan. Namun, kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa asap dan angin memang tidak mengenal batas administratif. Asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dapat bergerak melintasi wilayah hingga ke Sarawak, Malaysia. Dampaknya pun dirasakan masyarakat di sana, mulai dari memburuknya kualitas udara hingga aktivitas sekolah yang harus dihentikan. Angin tidak berhenti ketika memasuki wilayah lain. Asap juga tidak peduli apakah suatu wilayah berada di Indonesia atau Malaysia. "Angin tak punya KTP." Kalimat itu sebenarnya sederhana. Namun, di baliknya ada persoalan lingkungan yang jauh lebih besar, yaitu polusi dan asap tidak bisa ditangani hanya berdasarkan batas wilayah administratif. Ketika satu wilayah terbakar, dampaknya bisa dirasakan wilayah lain. Ketika kualitas udara memburuk di satu tempat, masyarakat di daerah bahkan negara lain bisa ikut merasakan akibatnya. Pada pertengahan Agustus, kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak, termasuk Serian dan Tebedu, dilaporkan mencapai kategori sangat tidak sehat. Ratusan sekolah kemudian ditutup dan aktivitas belajar siswa ikut terdampak. Bayangkan, anak-anak di negara tetangga harus menghentikan kegiatan belajar karena asap yang berasal dari kebakaran di wilayah lain. Peta mungkin memiliki garis batas. Tetapi udara tidak. Asap tidak punya paspor. Angin tidak punya KTP. Dan alam tidak bekerja berdasarkan batas administrasi yang dibuat manusia. Persoalan lingkungan seharusnya tidak hanya dilihat sebagai masalah satu daerah. Kebakaran hutan, polusi udara, dan perubahan lingkungan dapat berdampak jauh melampaui wilayah asalnya. Bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah dalam sebuah perdebatan politik. Alam yang memberikan jawabannya. #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan . . . . . . Source : aeratoday“ von @lingkarangayo kommt laut den von diesem Index erfassten öffentlichen Kennzahlen auf 363.501 Aufrufe, 8.856 Likes, 264 Kommentare, 385 Shares. Das entspricht einer Engagement-Rate von 2,61 % (Likes, Kommentare und Shares im Verhältnis zu den Aufrufen). Es wurde vor über zwei Wochen gepostet und dauert 1 Minute, 4 Sekunden. Es wurde 471 Mal gespeichert.

Datenstand: 23. Okt. 2026 (UTC), vom letzten öffentlichen Abruf dieses Index.

Lingkaran Gayo

@lingkarangayo

Berbagi Info : Seputaran Dataran Tinggi Tanoh Gayo Instagram : @lingkaran_gayo Halaman Facebook : Lingkaran Gayo

Profil ansehen
Follower
17.422
Gefolgt
7
Likes
385.987
Videos
1.467

Neueste Videos

MEHR VON @LINGKARANGAYO

Hashtags in diesem Video

Links bleiben innerhalb dieses Index.

Häufige Fragen

Wie viele Aufrufe hat dieses TikTok-Video?
Die hier indexierte Erfassung meldet 363.501 Aufrufe, 8.856 Likes und 264 Kommentare.
Wer hat dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet wurde es von @lingkarangayo, das Profil ist auf dieser Seite verlinkt.
Wie hoch ist die Engagement-Rate dieses TikTok-Videos?
Über die erfassten Kennzahlen hinweg liegt die Engagement-Rate bei 2,61 % (Likes + Kommentare + Shares im Verhältnis zu den Aufrufen).
Wann wurde dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet am 2026-10-16, vor über zwei Wochen.
Welche Hashtags werden in diesem Video verwendet?
Die Erfassung verlinkt 3 Hashtags, zuerst #kalimantan.
Wie lang ist dieses TikTok-Video?
Der erfasste Clip dauert 1 Minute, 4 Sekunden.