Zum Inhalt springen
TikMonkey

Für das Video 7671412888971611393 meldet diese Erfassung keine abspielbaren Medien; die öffentlichen Metadaten unten sind trotzdem indexiert.

-Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda akhirnya buka suara mengenai rencana pinjaman daera… — @talucur_stenga.07

Gepostet am 7. Aug. 2026 (vor 3 Monaten)0 s6.543 Aufrufe

Mehr von @talucur_stenga.07

Video-Statistiken

Öffentliche Zahlen vom letzten Abruf.

Aufrufe
6.543
Likes
126
Kommentare
14
Shares
6
Gespeichert
15
Engagement
2,23 %
Dauer
0 s
Gepostet
7. Aug. 2026

Video-Einblicke

Das TikTok-Video „-Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda akhirnya buka suara mengenai rencana pinjaman daerah senilai Rp 1 triliun yang menuai kritik. Ia menjelaskan skema pinjaman tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa utang daerah akan digunakan semata-mata untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Sherly menyebut pinjaman Rp 1 triliun itu dirancang dalam skema standby loan, dengan pencairan dilakukan secara bertahap, masing-masing Rp 500 miliar pada 2027 dan Rp 500 miliar pada 2028. Menurut dia, pinjaman tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, terutama ketika kemampuan fiskal daerah dinilai belum cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan secara bersamaan. “Seluruh kabupaten dan kota tetap memperoleh alokasi pembangunan. Namun besarannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Sherly Tjoanda di Sofifi, Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan, distribusi anggaran pembangunan tidak dapat disamaratakan karena kebutuhan infrastruktur setiap daerah berbeda. Halmahera Barat, misalnya, disebut memiliki ruas jalan provinsi yang relatif lebih sedikit untuk ditangani. Sebaliknya, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu masih membutuhkan intervensi pembangunan infrastruktur yang lebih besar. Penjelasan tersebut sekaligus menjadi jawaban Sherly terhadap kritik yang mempertanyakan arah penggunaan pinjaman daerah. Ia menegaskan, pencairan pinjaman tidak otomatis terjadi hanya karena pemerintah mengusulkannya. Realisasi pinjaman, kata dia, tetap bergantung pada persetujuan DPRD dan pemenuhan seluruh persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Jika tidak disetujui atau tidak memenuhi persyaratan, maka tidak akan dilanjutkan. Semua tetap mengikuti mekanisme yang berlaku,” tegas Sherly. Sherly juga membantah anggapan bahwa APBD Maluku Utara 2027 akan tersedot untuk pembangunan infrastruktur. Ia memaparkan, struktur belanja daerah tetap mencakup kebutuhan pemerintahan, belanja pegawai, barang dan jasa, belanja modal, hibah, hingga pembayaran kewajiban kepada pemerintah kabupaten/kota. Pendapatan daerah pada 2027 diproyeksikan meningkat. Salah satu sumber yang diandalkan adalah kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 55 persen atau setara Rp 636 miliar. Dengan tambahan pinjaman Rp 500 miliar pada tahap pertama, total belanja daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,9 triliun. Dari angka tersebut, belanja pegawai diproyeksikan sekitar Rp 1,4 triliun atau 35 persen dari total APBD. Belanja barang dan jasa sekitar 32 persen, belanja modal 22 persen, belanja hibah 4 persen, sedangkan pembayaran kewajiban kepada pemerintah kabupaten/kota sekitar 7 persen atau Rp 300 miliar. “Belanja modal hanya sekitar 22 persen. Jadi tidak tepat jika disebut seluruh anggaran difokuskan pada infrastruktur,” ujar Sherly. Di sisi lain, rencana pinjaman baru tersebut juga beriringan dengan kewajiban pemerintah daerah yang masih harus diselesaikan, termasuk kewajiban Dana Bagi Hasil (DBH) kepada kabupaten/kota. Sherly mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan skema pembayaran kewajiban tersebut secara bertahap, sekitar Rp 300 miliar setiap tahun. Artinya, tantangan pemerintah bukan hanya memastikan pinjaman baru dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan, tetapi juga menjaga agar kewajiban fiskal yang sudah ada tidak mengganggu ruang gerak APBD pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, kemampuan membayar kembali pinjaman menjadi salah satu titik penting dalam rencana tersebut. Sherly menyatakan optimistis pemerintah daerah mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai jadwal. Ia beralasan, pembangunan lebih awal dinilai lebih efisien dibandingkan menunda proyek hingga beberapa tahun kemudian ketika biaya konstruksi berpotensi meningkat. “Membangun lebih awal akan lebih hemat, karena biaya konstruksi cenderung meningkat dari waktu ke waktu,” tandas Sherly.“ von @talucur_stenga.07 kommt laut den von diesem Index erfassten öffentlichen Kennzahlen auf 6.543 Aufrufe, 126 Likes, 14 Kommentare, 6 Shares. Das entspricht einer Engagement-Rate von 2,23 % (Likes, Kommentare und Shares im Verhältnis zu den Aufrufen). Es wurde vor 3 Monaten gepostet und dauert 0 Sekunden. Es wurde 15 Mal gespeichert.

Datenstand: 24. Okt. 2026 (UTC), vom letzten öffentlichen Abruf dieses Index.

𝙏𝘼𝙇𝙐𝘾𝙐𝙍_𝙎𝙏𝙀𝙉𝙂𝘼👻

@talucur_stenga.07

𝙄𝙉𝙁𝙊 𝙈𝘼𝙇𝙐𝙆𝙐 𝙐𝙏𝘼𝙍𝘼

Profil ansehen
Follower
21.049
Gefolgt
3.619
Likes
591.497
Videos
1.789

Neueste Videos

MEHR VON @TALUCUR_STENGA.07

Häufige Fragen

Wie viele Aufrufe hat dieses TikTok-Video?
Die hier indexierte Erfassung meldet 6.543 Aufrufe, 126 Likes und 14 Kommentare.
Wer hat dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet wurde es von @talucur_stenga.07, das Profil ist auf dieser Seite verlinkt.
Wie hoch ist die Engagement-Rate dieses TikTok-Videos?
Über die erfassten Kennzahlen hinweg liegt die Engagement-Rate bei 2,23 % (Likes + Kommentare + Shares im Verhältnis zu den Aufrufen).
Wann wurde dieses TikTok-Video gepostet?
Gepostet am 2026-08-07, vor 3 Monaten.